Tag Archives: hotel-melati-dekat-stasiun-pasar-turi

Rekomendasi Penginapan Murah dekat Sta. Pasar Turi

Teman” IBP,

Malam ini saya hendak overnite di surabaya sebelum besok pagi brtolak ke bojonegoro dgn kereta api dr stasiun psr turi.

Mhn info rekomendasi penginapan murah yg berada di dekat stasiun psr turi.

Rekomendasi penginapan berarti bukan penginapan esek”. Saya sdh gugling dan mendptkan bbrp nama penginapan: pasar besar, widodaren, etc.

Tetapi mungkin teman” ada rekomendasi yg lain…

Terima kasih sebelumnya

Thanks! Beam from my RIM device

Visa Mauretania

Sejauh ini (tentunya sebelum membaca email bli Made) saya hanya kenal 3 orang Indonesia yang pernah ke Mauretania.  2 orang pertama ke sana dengan paket tur yang berangkat dari Paris.  Orang ketiga, seorang Geologist yang sangat senior, malah sudah 3 kali ke negeri di sisi barat Sahara itu untuk eksplorasi tambang.  3 kali itu rinciannya 2 kali ke daerah Zourat, dan yang ketiga ke daerah tak jauh dari Ayoun el-Atrous yang juga merupakan pintu masuk ke Mali.  Kepada ketiga orang tersebut praktis saya sulit mencari keterangan sahih tentang aplikasi visa Mauretania.  Saya sempat ngobrol panjang dengan sang Geologist.  Katanya, 2 visa ia peroleh secara on-arrival saat tiba di bandara Nouakchott dan satu lainnya ia dapatkan di Paris.
Bagaimana dengan keterangan ‘resmi’ dari panduan?  Di forum TT Lonely Planet kerap diperbincangkan bahwa visa akan diberikan pada mereka yang akan masuk Mauretania dari Maroko lewat darat (dari Dakhla).  Disebut pula harganya sekitar E20.  Berita ini sayangnya tak sepenuhnya kabar baik karena ada yang menambahkan bahwa visa di perbatasan ini hanya berlaku 3 hari.  Sesampai di Nouakchott si pemegang visa harus memperpanjangnya.  Kebanyakan orang (setidaknya kesan yang saya peroleh lewat forum TT) memilih cara ini ketimbang melakukan aplikasi di Kedutaan Mauretania di Rabat.  Alasannya?  Untukk aplikasi di kedutaan di Rabat pemohon perlu melampirkan bukti booking return tiket.  Visa itu berlaku untuk entry point Nouakchot, bukan Nouadhibou.  Jadi jika petugas perbatasan Noaudhibou mau teliti dan zakelijk, pemegang visa berentry point Nouakchott tidak diperbolehkan masuk.  Di LP ‘West Africa’ yang saya beli versi digitalnya ada keterangan mengejutkan.  Disebut bahwa untuk negara-negra yang mana Mauretania tidak memiliki kedutaan, aplikasi visa bisa dilakukan lewat Kedutaan Perancis!
Mana dari keterangan itu yang (masih) berlaku saat ini?  Jawabannya harus kami cari langsung di Kedutaan Mauretania yang beralamat di 7 Rue Thami Lamdaouar, Soussi, Rabat.  Kami bertiga datang sudah lewat dari jam 10 pagi.  Saya ikuti papan petunjung aplikasi visa dan masuk ke pintu sebelah.  Di sana ada ruang kecil berisi sebuah meja dan 2 buah kursi.  Ruang ini berada di depan loket yang ditunggu oleh seorang petugas.  Saya ucapkan salam lalu mengutarakan maksud melakukan aplikasi.  Segera petugas menyerahkan selembar formulir yang burur-buru saya potong, “Bisa saya dapatkan 3 lembar karena saya bersama istri dan anak?”  Sembari memenuhi yang saya minta, petugas mengingatkan, “Jangan lupa copy paspor dan 2 buah pas photo.”
Setiap bepergian saya selalu membawa 2 copy paspor.  Copy pertama sudah diminta oleh imigrasi Cengkareng untuk mengurus bebas fiskal lewat NPWP.  Sekarang yang kedua harus diserahkan bersama paspor.  Artinya jika something wong terjadi, saya hanya bisa mengandalkan tanda terima dari kedutaan sebagai bukti identitas diri.  Saya minta istri dan anak mencari kedai fotocopy terdekat, sementara saya akan mengisi ketiga formulir.  Blanko isian aplikasi visa Repiblique Islamique de Mauritenies tertulis dalam Arab dan Perancis.  Berbekal basic Spanish dan kemiripan tulisan (karena sesama anak-cucu Bahasa Latin) Francais dan Espanyol, blanko isian lengkap terisi.
Dengan terburu-buru dari dalam kantor kedutaan datang petugas yang langsung mengunci pintu ruang aplikasi.  Karena ia berkali-kali melihat jam; saya artikan aplikasi ditutup jam 11. Cepat saya sampaikan bahwa istri dan akan sedang mencari kedai fotocopy.  Pintu dibuka lagi dan di luar memang ada beberapa orang menunggu.  “Yang mana?”, ia bertanya.  Saya lihat istri dan anak baru saja membelok ke Rue Thami Lamdaouar dari Avenue John Kennedy.  Begitu mereka berdua masuk ruang aplikasi visa, pintu dikunci lagi.  Karena tak menemukan kedai fotocopy, lembar copyan yang saya bawa saya serahkan.  Di depan loket berkas saya serahkan.  Saya perlihatkan deretan pas photo dalam cetakan ukuran 10R.  ”Bisa Anda membantu menggunting photo ini?” dengan ’kurang aja’-nya saya berani menyuruh orang yang menjadi wakil sebuah negara.  Yang bersangkutan membantu dengan senyumnya yang tulus.  Masih ada lagi permintaan saya padanya.  Di formulir saya meminta deux entree karena masih menimbang kemungkinan untuk ke Senegal atau Mali.  Berhubung setiba di Rabat anak agak sakit, saya minta diganti dengan single entry saja.  “Besok jam 3 sore,” katanya menyerahkan tanda terima.
Kemarin sore (3-Juni) paspor telah saya ambil.  Kami diberi 30 hari, mulai 3-Juni hingga 2-Juli-2009.  Setelah berbasa-basi dengan petugas (yang sepertinya langsung hapal dengan wajah saya .. he-he) saya merepotinya sekali lagi.  “Boleh saya minta selembar formulir lagi untuk arsip?”
Dengan visa Mauretania di tangan setidaknya apa yang jadi hipotesa saya sekali lagi terbukti.  Dari pengalaman, saya pernah melakukan 5 kali aplikasi di negeri ke-3 karena negara tujuan tidak memiliki kedutaan di Indonesia.  Hasilnya 3 berhasil dan 2 gagal (Israel dan Mongolia).  Yang pasti aplikasi dilakukan di negara yang bertetangga dengan negara tujuan.  Jika negara tujuan punya hubungan politik sangat mesra dengan negara tempat kita melakukan aplikasi, besar kemungkinan aplikasi akan berhasil.  Sebaliknya jika hubungan kedua negara sangat tegang, kita perlu bersiap untuk kecewa.  Pilihan bagi hubungan politik dua negeri bertetangga agaknya tidak banyak.  Bisa sangat baik (seperti Peru-Bolivia yang memang dulunya jadi satu sebelum dipisah oleh Simon Bolivar), bisa juga sangat tegang (layaknya Israel dengan tetangga-tetangga Arabnya).  Agaknya lelucon bahwa tetangga adalah orang yang lebih tahu urusan kita ketimbang kita sendiri tidak sepenuhnya keliru.   Salam dari Rabat 4-Juni-2009
untuk bli Made:
Makasih banyak untuk share pengalamannya.  Kali ini sepertinya saya baru bisa sampai Mauretania.  Rencana awal istri dan anak mau menunggu di Marrakesh sementara jalan sendiri.  Jika jalan sendiri saya perhitungkan bisa sampai Dakar dan berkesempatan menjenguk Ile de Goree.  Setelah dipikir dan pertimbangkan beberapa hari, istri dan anak memutuskan ikut ke Mauretania.  Benar, kami berencana jalan darat dari Rabat – Marrakesh – Dakhla – Nouadhibou – Nouakchott.  Sempat muncul ide untuk mempersingkat Casablanca – Dakhla dengan pesawat.  Sayangnya jadual pesawatnya hanya 3 kali sepekan dan harga tiket terbang sekali jalannya 1,3 kali harga tiket terbang bolak-balik.  Moga-moga semua berjalan sesuai rencana apalagi kondisi kesehatan anak sedang bagus.
+++++

________________________________ From: Made Sutawijaya To: joko santoso ; indobackpacker@yahoogroups.com Sent: Wednesday, 3 June 2009 1:23:22 Subject: Re: [indobackpacker] negara mana saja yang tidak perlu visa kunjungan?

Hallo Mas Joko, Saya salut dengan anda bertravelling ke daerah Afrika, bahkan dengan keluarga(?). Saya cerita dikit yak, mumpung masih inget :-)
Feb-Maret 2005, kami ada pekerjaan design di Sunbeach Hotel di Cape Point Banjul The Gambia. Dan dalam tugas kerja ini, saya kesana sendirian dengan seabrek bahan presentasi. Salah satu client kami adalah dari Mauritania, dan menawarkan untuk melihat sebuah lahan dekat dengan kota Nouchchott Mauritania, sekalian untuk travelling melewati bagian barat dari Sahara. Sehingga dipilih dengan jalur darat, aplikasi visa saya malah diurus oleh managemen resort Sunbeach untuk kunjungan ke Senegal dan Mauritania, alhasil sehari jadi!
Perbatasan darat dari Senegal ke Mauritania, mas akan lewati kota yang bernama Rosso Mauritania. Sepanjang sungai ini mungkin adalah satu2nya daerah yang bervegatasi di Mauritania, karena negara ini hampir 95% dari seluruh wilayahnya adalah padang pasir (sahara). Benar, penyebrangan disini hanya dilayani 2 atau 3 kali sehari waktu itu, jadi jangan sampai kesorean sampai di Port Rosso ini. Dan lagi walaupun sungai ini sangat tenang, agak ngeri juga karena perahu yang melayani penyebrangan tidak memiliki pinggiran pengaman samping, mobil2 rodanya diikat begitu saja.
(dipotong)
Mas Joko, nanti ini dari Rabat apakah melalui jalan darat ke Mauritania? kalau mungkin pasti sangat mengasyikan. Kalau saran saya, dari Kota Nouckchott, bagus dan aman kok jalan darat sampai ke The Gambia sekalipun. Ada beberapa check point dengan tentara bersenjata, tapi itu pemeriksaan biasa saja, malah dari tampang seram mereka itu bisa kok diajak berphoto…. .cuman sayang mereka lebih fasih bahasa prancis daripada inggris :-) ). Kota-kota yang saya sebutkan diatas tadi terutama di senegal dan The gambia adalah kota2 yagn sangat layak dikunjungi, kota klasik dan sepanjang perjalanan akan terasa seperti di film flora dan fauna hehehe. Kita akan melewati padang pasir, savanna, oasis dengan tanaman kurmanya, kadang harus terhenti diperjalanan karena ada rombongan biri-biri atau kambing atau camel liar yang lewat…… hanya biri2 yang agak lelet, karena tidak mau minggir kalaupun diklakson dg kenceng sekalipun, tapi jangan sampai mengklakson kalau ada camel lewat, mereka akan panik dan berhimpitan sesamanya :-) …kalau kambing akan langsung kabur kalau diklakson hahahaha.
Semoga perjalanannya menyenangkan dan mengesankan, satu kata tentang Afrika, amazing landscape!
salam, made sutawijaya
Recent Activity *  61 New Members *  10 New PhotosVisit Your Group Give Back Yahoo! for Good Get inspired by a good cause. Y! Toolbar Get it Free! easy 1-click access to your groups. Yahoo! Groups Start a group in 3 easy steps. Connect with others. .

New Email addresses available on Yahoo! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/

Mohon Info Penginapan Murah dekat stasiun pasar turi!

saya tanggal 21 ini mau kesurabaya, tapi disurabaya cuma transit sekitar beberapa jam… tolong bantuannya temen2 IBP dong penginapan murah yang dekat stasiun pasar turi yang bisa cuma transit atopun murah meriah… Tolong secepatnya ya temen2… thx atas infonya!