Tag Archives: ibukota-vietnam

Lalu Lintas Hanoi, Keteraturan dalam kekacauan – Catatan Perjalanan Vietnam (3)

Catatan Perjalanan Backpacker Berau keliling vietnam – 3 Lalu Lintas Hanoi, Keteraturan dalam kekacauan

Setelah penerbangan tiga jam Kuala lumpur – Hanoi, kami mendarat di bandara Noi Bai Hanoi, bandar internasional di Ibu kota Vietnam, kami disambut petugas imigrasi yang berseragam tentara ala komunis, berusia muda, memproses imigrasi dengan memeriksa dan mencap paspor kami tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun. Kemudian kami mencari taksi, oh ya proses pencarian taksi dibandara hanoi butuh kejelian, kalau tidak mau tertipu, karena pengemudi taksi di kota Hanoi yang tidak jujur dan suka memeras turis asing, salah satu taksi yang dapat dipercaya adalah Vinasun, taksi dengan armada mobil sedan dan minibus sejenis avanza. Kami telah menggunakan taksi yang disediakan hotel, dengan biaya 15 $ US, atau sekitar 140.000 rupiah, kami berkendara sekitar 45 menit perjalanan, sampailah kami di Rising Dragon hotel, dikawasan hoam kim lake distric, kawasan backpacker, hotel murah seharga seharga 170.000 rupiah yang kami dapat melalui www.agoda.com. Hotel ini menjadi salah satu pilihan terbaik bagi para turis backpacker karena kebersihan, kenyamanan, staff yang ramah dan juga fasilitas kopi dan internet yang tersedia 24 jam. Di hotel ini kami bertemu dengan backpacker indonesia, Sri dan Irene, dua wanita jakarta berdua berkelana di vietnam. Hoam kim lake juga merupakan salah satu tujuan wisata di hanoi, pesona danau yang ditengahnya terdapat kuil penyu (turtle temple). Danau Hoan Kiem disebut dalam legenda vietnam berarti tempat untuk mengembalikan pedang sakti ke dewa kura kura, legenda ini menyebutkan bahwa kaisar Le Loi kembali dan mendirikan kuil untuk menyerahkan pedang yang memberinya kemenangan ketika melakukan pemberontakan melawan Dinasti Ming Cina, merupakan persembahan pada dewa kura kura, kuil tersebut saat ini masih berdiri di tengah tengah danau Hoan Kiem. Saat ini sekitar danau ini menjadi ruang publik bagi masyarakat hanoi beraktifitas mulai dari berolahraga, melukis dan senam Tai Chi. Hanoi, merupakan kota seribu danau, dalam sejarahnya, kota ini telah menjadi ibukota Vietnam sejak abad ke-7, sebelumnya bernama Đông Kinh dalam bahasa mandarin, kemudian berubah menjadi Tonkin, kemudian ketika vietnam dijajah Perancis tahun 1873 kota ini menjadi ibukota Indochina. Saat berkecamuk perang dunia ke dua, Hanoi menjadi jajahan Jepang pada 1940, dan dibebaskan tahun 1945, dan menjadi pusat pemerintahan Vietnam. Kota ini menjadi pusat pertempuran sengit di tahun 1946 – 1954, antara Perancis dan tentara Vietnam. Sejak itu, Hanoi menjadi ibukota Vietnam Utara. Selama Perang Vietnam sarana transportasi Hanoi terganggu oleh pengeboman jembatan dan rel kereta api. Setelah perang berakhir, Hanoi menjadi ibukota seluruh wilayah Vietnam ketika Vietnam bagian Utara dan Selatan bersatu pada 2 Juli 1976, bekas bekas petempuran sampai saat ini masih terlihat di kota Hanoi.

Berkeliling motoran di Hanoi Kami memutuskan untuk menjelajah kota hanoi dengan sepeda motor, dengan biaya sewa 120.000 Dong Vietnam atau sekitar 60.000 rupiah per hari, kami beranikan diri keliling kota dipandu google maps yang terpasang telepon selular, kami menggunakan layanan telekomunikasi internet yang kami beli setiba di bandara Noi Bai. Temple of literature Tujuan pertama kami adalah temple of literature, merupakan universitas pertama di Vietnam, dibangun pada 1070 dibawah perintah Raja Ly Nhan Tong dan didedikasikan untuk Konfusius, para guru dan putra mahkota. Di kuil ini pelajaran konfusius bersama murid terbaiknya Yan Hui (Nhan Uyen), Zengzi (Tang SAM), Zisi (Tu Tu), dan Mencius (Manh TU), serta Adipati Zhou (Chu Cong ) diukir dibatu dan ditempatkan di kuil ini, kuil ini menjadi tempat belajar bagi Para Pangeran Mahkota, bangsawan dan orang orang yang berbakat dari seluruh Vietnam di masa itu. Seluruh pelajaran dipahat pada batu, hal ini didedikasikan supaya menjadi pengingat bagi generasi vietnam mendatang untuk terus belajar, namun jaman memang sudah berubah, kuil ini saat ini selain menjadi tujuan wisata para turis asing, kuil ini juga menjadi tempat para muda mudi vietnam berwisata dan berfoto ria, kami banyak menemui pasangan muda membawa seorang fotografer untuk foto pasangan, mungkin foto pra nikah. Disamping itu, kami juga jumpai sekelompok mahasiswa seni dan aristek datang ke tempat ini, ada yang menggambar dan ada yang belajar ilmu bangunan di kuil ini. Kuil ini terletak di sebelah selatan Benteng Thang Long. Seluas 54.000 meter persegi, didalamnya dibangun kolam air, taman dan halaman interior dikelilingi oleh dinding bata. Dibagian depan terdapat gerbang Agung empat pilar menjulang tinggi. Di kedua sisi pilar dua penunggang kuda, kuil ini dibagi menjadi lima bagian, setiap bagiannya terdapat maksud dan pelajaran konfusius. Museleum Ho Cho Minh Kami lanjutkan petualangan, bermotor menuju museleum Ho Chi Minh, museleum ini dibangun pada 2 September 1973, dan diresmikan pada tanggal 29 Agustus 1975. Museleum ini untuk menghormati Ho Chi Minh, pemimpin Vietnam yang menjadi deklarator kemerdekaan Vietnam pada tanggal 2 september 1945. Bangunan ini terinspirasi oleh Mausoleum Lenin di Moskow, dibangun dengan menggabungkan elemen arsitektur Vietnam, seperti atap miring. Eksterior terbuat dari granit abu-abu, sedangkan interior abu-abu, hitam, dan batu dipoles merah. Didepan museleum dipahat kalimat “Chu tịch Ho Chi Minh” yang berarti Ketua Ho Chi Minh. Bangunan berukuran 21,6 meter dan tinggi 41,2 meter dengan dikitari taman yang ditanami 250 jenis tanaman dan bunga yang berasal dari berbagai daerah di Vietnam.

Museleum ini dibuka untuk umum dari jam 08:00 sampai 11:00, kecuali hari jumat, dimuseleum ini dapat dilihat tubuh pemimpin Vietnam dibalsem dtempatkan di alua dan dijaga oleh pengawal kehormatan militer. Untuk masuk museum ini harus berbaris dan mengikuti aturan tentang berpakaian dan perilaku yang ketat dijaga oleh staf dan penjaga. Ketika mengunjungi tidak diperbolehkan menggunakan celana pendek dan rok mini, pengunjung harus diam dan berjalan dua baris, dan tidak diperkenankan merokok dan mengambil gambar. Sosok Ho Cho minh begitu dihormati dan disegani oleh rakyat Vietnam, sosok ini dianggap symbol pemersatu Vietnam dan mampu mengalahkan Amerika dalam perang Vietnam. Bersepeda motor di Hanoi – Vietnam bagaikan masuk kedalam pusaran lebah yang bergerombol dan berterbangan, semuanya serba cepat dan bising, masing masing punya tujuan sendiri. Tatap mata dan bunyi bel adalah bahasa universal di jalan jalan hanoi, skuter banyak berseliweran, lampu lalu lintas dan polisi tidak diindahkan, semuanya memiliki irama tersendiri, lalu lintas di kota hanoi bagaikan keteraturan dalam kesemrawutan. Salah pakaian dan tertipu melengkapi pengalaman kami, kami tiba di hanoi saat peralihan musim dingin ke musim semi, udara dingin sangat mengigit, sedangkan saya hanya membawa celana pendek tanpa persiapan membawa jaket. Selain itu, kami mendapat pengalaman ditipu penjual bensin eceran dan pedagang kelapa muda, kami membayar dengan harga dua kali lipat harga normal, sungguh harus hati hati berada di hanoi, pastikan sepakat soal harga sebelum menggunakan jasa atau membeli barang di hanoi, hal itu memperkaya pengetahuan kami, sungguh pengalaman sungguh luar biasa dalam hidup kami.