Posts Tagged ‘jarak-bandara-polonia-ke-danau-toba’

[indobackpacker] Danau Toba

Thursday, March 24th, 2011

Written by:

akhir tahun lalu saya ke D Toba….. dari polonia carter taxi gelap Rp 40.000,- ke terminal amplas….. saya lanjutkan dg bus, AC memang tp agak kurang nyaman (klo gak salah Rp.20 ribuan), 5 jam perjalanan medan-parapat. Bila masih mungkin menyebrang ke Samosir (sebelum jam17san) sy rekomendasikan bermalam di Samosir aja… parapat tidak banyak obyek wisata…. perjalanan saya ke toba KLIK SINI

________________________________ Dari: Joi Surya Dharma Kepada: Indobackpacker Terkirim: Rab, 23 Maret, 2011 12:57:22 Judul: [indobackpacker] Danau Toba

Rekan2 IBP,

Sehubungan dg rencana ke Danau Toba, mhn info sbb: 1. Dari Bandara Polonia apa ada transportasi lgs ke lokasi Danau Toba dan berapa jam perjalanan? 2. Ada rekomendasi tempat nginap 1 malam di dekat lokasi? Backpacker mode ok. 3. Selain Danau Toba, ada hal unique yg perlu di experience disana?

Terima kasih.

Kind Regards, Joi Surya Dharma

Let’s promote better Energy Management http://joi4energy.com

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kamera apa yang anda gunakan?

Monday, February 2nd, 2009

Written by:

Temans
Konfirmasi dulu ya…aku kan sharing dari pengalamanku dulu saat awal2 pegang kamera mulai dari pocket mpe ke DSLR. Dari dulu amatir ya sampe sekarang amatir soalnya penghasilanku masih dari gaji kuli…bukan dari memotret yaa.. jangan salah sangka dulu ni… Aku jadi malu ama senior2 fotografer profesional ni, yang benar2 memperoleh rezeki total dari motret (pengenku juga begitu tapi apa daya tak ada kesempatan).
Kenapa dari awal digital pake pocket terus keterusan mpe ke DSLR? Ya mungkin satu karena aku udah terlanjur keracunan SLR saat kuliah (sebelumnya juga pake pocket film ya). Kedua, memang aku penikmat foto indah, apapun kameranya yang penting hasilnya bagus, enak dilihat. Nah masalahnya, hasil foto bagus menurutku seringkali hanya bisa dicapai dengan DSLR. Kenapa? Yah aku ga begitu tau soal teknis tetapi DSLR ukuran sensor lebih gede, optik lensa biasanya lebih bagus, bisa pake filter, kualitas gambar atau ke-dynamic range-annya lebih luas dlsb.
Sebenarnya batas antara kamera pocket, prosumer dan DSLR sudah mulai tipis. Pocket juga ada yang bisa manual, DSLR juga ada yang bisa live view (mungkin ntar merekam video juga). Prosumer juga ada yang bisa diganti lensanya. Ada juga prosumer yang sensornya segede DSLR (nah lho!). Pocket pun ada yang punya hotsoe untuk flash tambahan. Hanya kalo ada DSLR ga bisa manual ya aneh, ga bisa diganti lensanya ya belum ada he he. Pokoknya makin ga jelas si… aku sendiri ga bisa kasih batasan jelasnya. Soal zoom-zooman, pocket zoom optik 10 x setara 300 mm sekian juga ada, prosumer malah ada yang zoom 12x (400 mm sekian) bahkan terakhir sudah jamak yang 15x zoom (mbuh setara berapa mm).Gampangnya kali menurutku ukurannya he he he…, pocket kecil, DSLR paling gede, prosumer in between hi hi.
DSLR juga banyak tipe, yang aku punya Olympus E-500, bukan pro karena untuk kelasnya itu entri level. Yang pro ya E-3. Lha kenapa beli E-500? Karena saat itu ga punya uang banyak, jadi pengennya dengan dana yang sama aku bisa dapat double lens. Kalo merk lain biasanya dapat cuma satu lensa sehingga harus nambah lagi (tapi sampai sekarang nggak nyesel sama sekali dan belum niat ganti merk).Seperti Canon yang ada seri 400, 40 dan yang pake Mark-mark itu yang paling pro (yang jelas pro fiturnya, yang make pro apa nggak terserah orangnya he). Tiap merk, dibandingkan dengan kelasnya jadi ga bisa bandingin E-500 dengan Mark II. Demikian juga lensa ada tipe2 unggulnya, kalo Canon seri L, kalo yang tele yang kayak pipa PVC Pralon itu he he he.
Nah, tiap kamera dalam kelas yang sama, apapun itu baik pocket, prosumer, DSLR punya karakteristik tersendiri sesuai pabrikan. Ada yang merk X noisenya gede, merk Y tajam, merk Z kekuningan dll. Itu dipengaruhi macam2, bisa sensor, lensa, software dll (atau juga salah kita pas setting dan njepret he he he). Tinggal kita bisa menyesuaikan nggak dengan karakter kamera sehingga bisa ‘menutupi’ kelemahan kamera itu.
Pertanyaannya diulang…. kamera mana yang kita butuhkan? Jawabannya dibuat simple ajah, sesuai dengan kebutuhan dan masuk budget kita. Kalo ngerasa kamera cellphone sudah memadai dan ringkas, oke saja. Kalo bisa pake Mju basah2an sementara yang lain keok, juga baik. Bela2in bawa DSLR juga sip. Mau pake SLR jadul manual juga baik sekali karena kualitas negatif belum ada yang nandingin, aku sendiri kangen suara ‘cetek’ pas nekan rana dan suara ‘kereeeeeeekkk’ pas kokang film dan suara ‘tek tek tek’ pas gulung film he he he.
Jadi, apa kebutuhan anda?Kao budget nomer dua lah karena kalo sudah merasa butuh, ya dibela2in nabung juga halal saja kan?
Salam
RHH
On Mon, Feb 2, 2009 at 3:30 PM, kika aninditya wrote: > Wah seperti agak telat ni nimbrungnya….. > > Mas Ken_lanang, > > Kalo saya selama ini masih lebih suka pake pocket, selain simple sehingga > mudah di tenteng2 kesana kemari, pocket mang gak seribet kamera2 SLR. Itu > yang membuat saya semakin pasrah kepada alam, tapi itu saya nikamati kok. > Karena simplenya saya lebih mudah mengejar suatu moment yang tidak bisa di > kejar kamera besar lainnya. > > Beberapa saat yang lalu saya pulang ke jogja, pada saat saya turun dari > pesawat mata saya terbelalak dengan keindahan sunset dibandara, magic hour > kata orang2 jawa….. merahhhh!!!! saat itu saya bersama teman saya yang > menenteng tas berisi kamera SLR yang cukup lengkap, saya pun menenteng tas > yan isinya standard dengan isi tas pada umumnya tapi aku ada kamera pocket > gak terkenal (benq C745…hehehe) aku dengan mudah mengeluarkan dan mengejar > magic hour. temanku hanya manggut2 tak berdaya karena gak mungkin dia akan > bongkar cameranya ditengah hiruk pikuk airport….hahaha satu kemenangan > pocket terhadap SLR. > > Tapi betul kata mas heru kalo pocket mang resolusinya aduh mak gak nguatin, > dan emang conditional buanget. Emang kalo dibandingin dengan SLR hasil jauh > lebih bagus sih, tapi aku cukup bangga dengan keberuntungan alam di setiap > perjalanan dengan skill ku yang terbatas (skill pocket tentunya) > hahahaha….. > > Mas heru….bedanya prosumer dengan pocket biasa tu apa to mas? bisa gak > zoomnya sehebat SLR!! > > Sama dengan Mas Ken….saya pengen juga ganti kamera tapi tetep pocket yang > ringan dan kecil tapi zoom dan ketajamannya kek SLR mungkin gak mas? > > http://qndroenxs.multiply.com > > KIKA > > — On Sun, 2/1/09, Budianto Hendradjaja wrote: > >> From: Budianto Hendradjaja >> Subject: Re: [indobackpacker] To: Mas Heru ……Re: Kamera apa yang anda >> gunakan? >> To: indobackpacker@yahoogroups.com >> Cc: ken_lanang@yahoo.com >> Date: Sunday, February 1, 2009, 7:44 AM >> Hi ken_lanang, >> >> Kebetulan saya punya 2 kamera digital, yaitu: panasonic >> lumix dmc-fz5 5MP (prosumer pocket) dan olympus e-510 10 MP. >> Ke-2nya masih sering saya gunakan sampe skrg. >> >> E-510 jelas lebih unggul krn ini dslr. Kekurangan kamera >> pocket adalah noise yg tinggi pada ISO tinggi dan sulit utk >> mebuat background blur (istilah dlm fotografi: bokeh), tapi >> untuk pemakaian sehari-hari rasanya fz5 tidak mengecewakan. >> >> Monggo dilihat dan dicompare hasilnya di MP saya >> (http://shynxphoto.multiply.com). >> >> Ada berita bagus untuk para traveller pecinta fotografi, >> saat ini olympus, panasonic dan leica sedang mengembangkan >> technology baru di kamera digital yg disebut micro 4/3 >> (fourthirds) dimana dgn system ini kamera digital dgn >> kemampuan dslr hanya seukuran kamera pocket prosumer. >> >> Panasonic sdh mengeluarkan seri ini, yaitu panasonic lumix >> G1, olympus segera menyusul tidak akan lama lagi. Karena ini >> kelas dslr maka harganya juga seharga dslr. >> >> Tambahan lagi, semua lensa fourthirds spt zd olympus dan >> leica bisa disandingkan pada body camera micro fourthirds >> dgn menggunakan adapter tambahan. >> >> Review mengenai panonic G1 bisa dibaca di majalah chip foto >> video edisi desember 2008. >> >> Semoga berguna, salam. >> Bud14nto H >> >> Sent from my BlackBerry(R) wireless device from XL >> GPRS/EDGE/3G network >> >> -