Tag Archives: jarak-bangkok-ke-pattaya

Mengatasi rasa takut akan backpacking pertama kali

Ikut nimrung yah…

Backpacking sendiri ? Kyknya lebih puas deh dibanding rame2…terlalu byk repotnya dibanding sendirian…

Saya backpacking sendiri pengalaman waktu ke jkt – pekanbaru – spore – batam – tanjung pinang/bintan – batam – jakarta.

Dan itu salah satu perjalanan yg paling menyenangkan dan akhirnya ketagihan smp skrg (waduh serem amat ketagihan)

Hal yg harus kita lakukan backpacking sendirian adalah Peta (wajib)…dan harus pinter2 aktif bertanya sm siapapun…saat di pesawat (tanya ke sebelah)..saat di angkot (tanya penumpang sebelah)…saat nyebrang perahu…dan saat2 di mana kita perlu tanya sm orang event kita gak kenal…

Well klo sm org di luar negri…emang harus little2 I can lah bhs inggrisnya…ato use body language agar org itu mengerti klo gak bs bhs inggris (pengalaman di thailand byk yg ga ngerti pake bhs inggris…jd tunjuk2 peta dan pulpen+kertas buat nulis naek apaan).

Jangan takut utk backpacking sendirian…yg penting pede (sok kenal daerah medan)…jgn seperti org linglung (malah jd inceran para pencopet ato org iseng)…dan jgn terlalu mencolok pake brg2 mewah (kita bukan mau kondangan bukan)…

Pengalaman waktu di Bintan ga kenal sapa2…untung ktemu tourism information board…tanya2 sewa motor (rata2 brp)…cariin hostel murah (ternyata di ksh hostel plus2…*tp seru bgt smp di tawarin mau pijit plus2 gak*) asal kita ramah..gak emosian yg bikin sakit hati (kadang culture tiap tempat beda2 jd harus waspada aja..just in case)…mereka jg nice koq..

Pengalaman yg bener2 gak terlupakan deh…gitu aja sharing dr saya..

-thejapra-

On 6/17/10, Ambar Briastuti wrote: > diteruskan. please use ‘reply to all’ untuk jalur diskusi umum. > > > ———- Forwarded message ———- > From: -YeRi- > Date: 2010/6/16 > Subject: Re: [indobackpacker] Diskusi: Mengatasi rasa takut akan backpacking > pertama kali > > > > > Sekedar share, > > Melakukan perjalanan jauh untuk backpacking pertama kali, memang perasaan > biasanya campur aduk. Antara senang, tegang, bingung, antusias, sibuk > sendiri, dll. Apalagi bila kita hanya berjalan sendiri. > > Salah satu prinsip yang saya pegang sampai saat ini, apabila ingin > mengunjungi negeri orang yang jauh, adalah keberanian. Tak kan tahu apabila > tidak dicoba. Tentu saja dibarengi dengan persiapan yang matang. > > Peta, kamus bahasa setempat (percakapan sehari-hari), nomor telepon penting, > daftar tempat yang dituju, perlengkapan, obat-obatan, dan semua nya. > > Tentu Jangan lupakan masalah mata uang. Prepare dari sebelum keberangkatan > untuk menyiapkan. Kadang ada yang lebih baik penukaran di daerah tujuan, > atau sudah dipersiapkan dari sini. Kartu kredit, bagi saya mutlak perlu, > untuk mengantisipasi hal-hal yang diluar non budget atau apabila kehabisan > cash. > > Tetapi sebenarnya, rasa tegang dan khawatir, dengan sendirinya akan hilang > apabila sudah dijalani. Antusias bertanya dan bersikap ramah (tapi waspada), > akan banyak menolong buat backpacker yang sendirian. > > Jadi ingat pengalaman pribadi, umur 12 tahun (6 SD), nekat berangkat sendiri > ke Danau Maninjau Sumbar karena penasaran akan cerita bung karno tentang > keindahannya. Prepare sama sini, trip sendiri dan super nekat dijalani, > tanpa memberi tahu orang tua pula. 2 hari saya habiskan disana, nginep > dirumah penduduk yang baik hati (karena menganggap saya anak hilang :p). Dan > pulang-pulang, berkas pencarian sudah ada dikantor polisi.. > > Tetapi sejak itu, sampai dewasa sekarang melakukan perjalanan kemanapun, > sendiri atau ramai-ramai, enjoy aja. Asal persiapan matang, jangan pernah > takut untuk melihat negeri orang. > > Selamat jalan-jalan, (lho :p) > > Sent from my onyxberry

Call me immediately you receive this mail.

Bookmark this category
Hello I am Mr. Stephen Webster I am Executive Director in charge of Credit and Foreign bills of my Bank of Scotland (UK) PLC. , 11 Earl Grey Street Edinburgh EH3 9BN . I am in search of an agent to assist us in the transfer of 15,000,000.00 GBP (Fifteen Million pounds Sterling ) and subsequent investment in properties in your country. You will be required to:- (1) Assist in the transfer of the said sum (2) Advise on lucrative areas for investment (3) Assist us in purchase of properties. If you are willing to assist us in the transaction, your share of the sum will be 50% of the 15,000,000.00 GB, 50% for us. I will be pleased as soon as you indicate your interest by including your confidential phone in your positive response, this will enable us furnish you with further information on the procedures and modalities on how funds will be transferred or made available to you. I await your immediate response. Yours Sincerely Mr. Steven Webster Bank of Scotland Plc. 11 Earl Grey Street Edinburgh EH3 9BN. United Kingdom Phone number +447011196436

Tanya penginapan transit/terdekat dibandara JUANDA airport

Halo,
Mau tanya dong ada yang tahu penginapan transit atau terdekat di bandara Juanda di Surabaya,contact person & harga 1 malamnya?
Thanks ya
Debby

Kerjaan apa?

wah jadi kepingin ikutan sharing nih… saya setuju sama mba ade, kerja nya apa sama sekali tidak berhubungan dengan bisa backpackeran atau tidak, saya sendiri sebagai buruh pabrik jepang yang jadwal liburnya sudah pasti dijatah, mau menyempatkan diri untuk bepergian, makanya saya ikutan milis ini contohnya libur tahun baru lalu, saya bersama rekan2 kantor nekat ke bali lewat jalan darat, butuh waktu lama memang, tetapi karena kebetulan sedang libur panjang ya jadi bisa saja, sampai disana ketemu rekan IBP (yang memang sudah sering kontak by e-mail) yang merekomendasikan penginapan yang murah meriah di legian, akhirnya bisa liburan tahun baru di bali tanpa kesulitan mencari penginapan, dan dikasih petunjuk tempat2 yang bagus buat dikunjungi, terima kasih teman…
jadi benar, prinsipnya management waktu, dari waktu menyisihkan tabungan buat traveling, sampai waktu travelnya itu sendiri, dan ikutan milis ini sangat membantu sekali untuk mengetahui segala sesuatunya tentang travelling, saya suka membaca pengalaman rekan-rekan IBP yang bepergian ke seluruh penjuru bumi
Salam, Sandi Sunandar

________________________________ Dari: ade nastiti Kepada: puguh_imanto ; indobackpacker@yahoogroups.com Terkirim: Selasa, 19 Mei, 2009 10:54:53 Topik: Re: [indobackpacker] Re: Kerjaan apa?
Ah, jadi makin seru nih diskusinya. Saya setuju dengan bbrp teman yang sudah share sebelumnya: bahwa jenis kerjaan, besarnya gaji, waktu yg fleksible dll bukan satu-satunya faktor yg membawa seseorang bisa bepergian… Cerita teman2 di sini sangat-sangat inspiring, dan membuatku makin bersemangat..
Ikut share ya. Saya adalah seorang ibu dengan putri berumur 10 tahun. Bagi banyak org status ini pasti akan menghalangi seseorang utk travelling apalagi backpacking gila2an… Iya dong? Seorang ibu dan seorang istri yang pastinya terikat waktu karena statusnya itu. Apalagi dia juga bekerja dari senin sampai jumat, dari jam 9 sd jam 5 sore…
Tapi ternyataaaaaa…… Saya masih punya banyak kesempatan utk travelling. Suami saya bilang, ” I know, travelling is your passion. We will let you go”. Kepercayaan itu membuat saya bisa pergi, tentu dengan segenggam tanggung jawab yg saya pegang teguh.
Prinsipnya adalah menagement waktu. Lakukan tugas kita sebagai pekerja dan anggota keluarga dengan baik, lalu atur waktu utk diri sendiri. Kalau kita hobby traveling, maka jadikan itu rencana yang ckp matang. Kalau dalam kasus saya, saya akan diskusikan ini dengan keluarga, dengan menghitung resiko dan hal2 lain yang hrs dipersiapkan atau digantikan. Kalau misalnya, setiap malam menemani anak belajar, maka harus ditemukan alternatif penggantinya sebelum kita berangkat. Apakah minta tlg si ayah atau dg cara lain. Saya pernah ‘menemani belajar anak’ melalui YM karena saya waktu itu sedang di seberang pulau dn dia membutuhkan saya…
Jadi tak ada yg tak mungkin jika kita punya tekad.
Pekerjaan juga bukan halangan utk traveling. Dulu saya adalah wartawan yang kerap ditugaskan ke berbagai daerah. Kemanapun saya ditugaskan saya pasti gembira dan berusaha mencari waktu utk melihat sekeliling. Ketika kemudian pindah kerjaan yang juga mengharuskan byk perjalanan dinas saya juga sangat menikmatinya. Padahal, kdg tugas itu mengharuskan saya hanya berkutet di hotel utk workshop seharian yang sangat membosankan. Sementara jatah dari kantor waktunya mepet. Maka utk menikmatinya saya akan curi2 waktu utk berkeliling, misalnya selepas subuh hingga waktu workshop di mulai. Kadang hanya 3 jam, tp itu lumayan loh utk mengenal kota ybs. Jadi musti pintar2 cari peluang utk eksplore… Yang penting kita enggak korupsi waktu ataupun uang kantor kan…
Sekarang dengan kerjaan di belakang meja, strategi saya berubah. Kalau dulu hampir tiap bln ada field trip, sekarang paling 3 bln sekali, maka rencana travelling hrs disusun lbh rapi. Rajin2 mantengi tiket promo, baca milis IP, lihat2 agenda menarik, dan coret2 rencana…
Kalau berhasil dpt tiket promo (bahkan yg free seat), ada temen buat numpang nginep atau dapat rekomen penginapan murah, siap makan apa adanya, enggak tergoda utk belanja yg aneh-aneh, travelling bukanlah mimpi. Kadang sama aja kok biayanya dengan kita mudik pas lebaran hehe…
Begitu mbak tata… Jangan ragu utk menggapai impianmu melihat dunia..
Salam, AD Powered by Telkomsel BlackBerry®