Tag Archives: jarak-kelapa-gading-ke-airport

Ask [lagi] Apply visa Schengen, turis visa atau sponsor?

Bookmark this category
Maulia,

Jangan pesimis tapi juga jangan over optimis. Semua kudu dipertimbangkan matang. Alasan kedutaan ‘mencurigai’ perempuan muda yang mendapat undangan dari seseorang di LN dilihat sebagai niatan baik. Banyak loh perempuan yang tidak tahu jalur yang benar berakhir dalam lalu lintas perdagangan manusia ataupun jalur gelap. Karena itu kudu diketahui jelas identitas si pengundang, pekerjaan (gaji, pendapatan, status kependudukan) hingga kopi paspor sebagai jaminan. Kalau terjadi apa2 pada dirimu, niscaya bisa ditelusuri (sori bukan nakut2in tapi pikir juga skenario terburuk).

Akhir2 ini persyaratan untuk visa social visit untuk schengen atas undangan individual spt teman, pacar, keluarga dll lebih diperketat. Ini beda loh dengan ‘undangan’ yang bersifat profesional seperti kursus, pelatihan, meeting atau lainnya. Beda bangets.

Beberapa negara bahkan meminta jaminan uang dari si pengundang sebagai jaga2 kalau terpaksa memulangkan teman yang datang. Kemampuan finansial si pengundang begitu penting disini karena menunjukkan statusnya di negara tsb. Apakah ia bekerja dan mampu menghidupi sendiri, ataukah pengangguran yang mengandalkan bantuan pemerintah. Dalam logika, seorang yang ngga bisa menafkahi diri sendiri tentu aja kecil kemungkinan mengundang kawan plus menjamin secara finansial.

Seorang teman pernah mengungkapkan ketika wawancara apply schengen di jakarta ia ditanyai udah berapa lama kenal dengan si pengundang. ini akan di kros-cek dengan surat undangan. terutama mengetahui sejauh mana kedekatan dengan pengundang. skala waktu ini tidak bisa menjadi patokan. 1-2 bulan, 5 tahun? itu terserah di pewawancara ketika apply visa.

Dalam invitation letter harus disebutkan : -status relatioship : kawan, kenal dimana, udah berapa lama (makin detail makin baik) > bukti dengan korespondensi -status pengundang: pekerjaan tetap dimana (profesional) > bukti dengan salary slip atau surat keterangan dari tempatnya kerja -jaminan finansial si pengundang berupa apa aja : travel cost atau termasuk living cost, berapa lama >bukti rekening bank dia

Tips aja: 1. Kalau kawan/keluarga ngga keberatan diminta data2 prbadi seperti paspor, rekening, pajak dll tentu lebih mudah. Social Visit Visa itu lebih banyak dokumen yang disertakan. Jadi kerangka waktunya tidak bisa cepat.

2. Lebih baik pake visitor visa aja terutama karena ini kunjungan pertama. Dengan visa ini emang dibatasi masa tinggal dan tidak bisa dirubah statusnya ke social visit di negara ybs.

Salam, ambar

— In indobackpacker@yahoogroups.com, Maulia Sari wrote: > > dear sahabats, > > Terima kasiih atas reply-nya. Tadi saya sempat menelpon Danish embassy dan bertanya tentang persyaratan sponsor dan jawabannya membuat saya agak blushing, karena ternyata yang saya takutkan malah sudah ditanyakan semua. > > Persyaratan standard: > -Guarantor mengirimkan invitation letter, dalam invitation letter disebutkan dia akan guarantee apa saja. Financial kah, a place to stay kah, semua harus disebutkan, yang tidak biasa adalah guarantor harus menyebutkan hubungannya dengan yang di undang, apakah pacar, tunangan, atau penjajagan (?) > -Copy Passport Guarantor > (nah soal kemampuan financial Guarantor seperti yang di Perancis tidak disebutkan, atau itu nanti kalau di invitation letter di sebutkan dia juga akan mensponsori saya secara finansial ya?) > > buat saya yang belum pernah ke LN, belum pernah apply visa, dan memang ragu mengajukan sponsor karena memang sponsornya belum pernah saya temui dan hubungannya sebatas teman, agak deg-deg an juga. Apalagi sempat ditanya age gap juga, beda umurnya berapa, karena banyak perempuan2 usia 25 yg disponsori laki-laki berumur 70 tahunan dari Denmark. > > Saya jadi makin pesimis saja nih… > :( > > but thanks a lot sahabats buat masukannya. > > Regards, > > Mauli >