Tag Archives: kasongan-kalimantan-losmen-hotels

bromo & danau ranu kumbolo

Bookmark this category
Dear Indobackpaker

Mohon info transportasi umum menuju gunung Bromo, bila ditempuh dari Surabaya?

& Mohon info tetang Danau Ranu Kumbolo di Pegunungan Semeru, lokasinya & transportasi menuju kesana?

Sebelumnya terima kasih

Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. Tambah lebih banyak teman ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

[Non-text portions of this message have been removed]

Catper KL-Phuket-SIn bagian keempat

Hari keempat, Sabtu, 23 Mei 2009
Tur hari ini, akan menjemput kami lebih pagi, pk. 7.30. Jadi kami bangun lebih pagi. Uh…pegal badan belum semua hilang sebenarnya.
Saya sudah menyiapkan handuk, baju ganti, baru renang. Kali ini tidak usah mandi pagi…toh tujuan pertama sudah berenang..
Pk. 7:00 kami sudah siap memesan makan pagi. Hari ini terlihat lebih banyak tamu di hotel. Satu kelompok anak muda orang Asia…sisanya bule. Menunya tetap sama seperti hari kemarin.
Pk. 7:30 kami dijemput. Kali ini sudah ada beberapa orang di mobil. 45 menit perjalanan kami tiba di Asian Bay. Masih menunggu sebentar beberapa mobil yang mengantar peserta lainnya.
Pk. 9:30 kami berangkat. Total peserta ada 59 orang. Dari Indonesia hanya saya dan sepasang suami istri dari Medan. Ada juga orang India, tetapi kebanyakan Amerika Latin. Satu pasangan sejenis (ladyboy dan pria bule) juga ikut. Ladyboynya tidak cantik-cantik amat, tapi rambutnya hitam, panjang dan bagussss….
Di speed boat disediakan minuman ringan. Begitu masuk kapal, Tour Leader sedikit memberikan penjelasan mengenai rute perjalanan. Setelah itu kami berganti baju. Tak sampai setengah jam, kami tiba di Khai Nok.
Kami meninggalkan tas dan sandal di kapal. Sewaktu akan turun kapal, tour operator membagikan alat snorkling dan life jacket bagi yang membutuhkan tanpa tambahan biaya. Di sepanjang pantai, sudah terlihat jajaran tenda warna-warni dan kursi. Sewanya 150 bath untuk satu tenda dan dua kursi. Boat kami tiba di sisi yang satu. Ternyata di belakang pantai, terdapat laut lepas lainnya. Warna lautnya bergradasi, dari muda ke tua. Pantainya bersihhh sekali, pasirnya juga empuk. Tak tahan melihat jernihnya air, saya langsung nyebur ke dalam.
Inilah highlight perjalanan saya kali ini. Di pantai ini, kita bisa menyuapi ikan laut dengan roti yang kita beli seharga 40 bath sekantong. Ombak yang cukup keras menghantam ikan sampai terseret hampir ke darat. Kemudian ikan-ikan itu ikut arus kembali. Anak kecil kegirangan dikerubuti ikan yang minta makan. Awalnya saya takut-takut memberi makan ikan. Kaget rasanya tangan saya dipatuk-patuk ikan. Tapi lama kelamaan jadi geli sendiri rasanya. Ikannya bergerak lincah tidak bisa disentuh. Saya memasang masker dan alat snorkling, melihat ke dalam air. Saya bertatapan langsung dengan ikan-ikan…Undescribeable feeling.
Satu hal yang membuat saya jadi agak “risih”. Disini, semua wanitanya memakai bikini. Tua, muda, kurus, gemuk, badan bagus atau jelek. Semua pakai bikini. Dan tidak ada pandangan nakal atau ejekan dari orang. Biasa saja. Saya sendiri yang pakai baju renang. Rasanya kok malah jadi aneh sendiri.
Kami diberi waktu satu jam di pantai ini. Di pinggir pantai, oleh Tour, sudah disiapkan buah2an segar dan minuman. Boleh ambil sepuasnya.
Setelah satu jam bersantai, kami naik kapal lagi, berangkat menuju Koh Yao, untuk makan siang. Koh Yao ini tidak ada pantai yang bisa direnangi. Hanya selingan untuk istirahat sebentar saja. Makanan kali ini tidak seenak kemarin, hanya bisa diambil sebanyak kita mau. Selesai makan, 4 anak kecil usia 8 tahun membawakan tarian khas Thailand. Ujung2nya, diumumkan agar anak2 tersebut diberi uang….payah deh, caranya terlalu “kasar”. Tak perlu diminta uang pun, kalau ada yang mengajak berfoto pasti akan memberi uang. Sudah aturan tak tertulis kok kalau ikut tur seperti itu.
Selesai makan, kami semua naik lagi ke kapal. Tujuan kami ke Phi-Phi Island.. Satu jam perjalanan dari sini. Karena kelelahan, saya sempat tertidur. Ternyata peserta tur lainnya pun tertidur. Begitu hampir sampai, kami dipanggil bangun. Sebentar lagi mendekat ke Maya Bay, pantai cantik tempat film Leonardo de Caprio yang berjudul „The Beach“ dibuat.
Sayang sekali kapal tidak merapat di pantainya. Kami langsung menuju ke Monkey Beach. Setibanya di Monkey Beach, ada kejutan lain, kami disuruh berenang dari tengah laut untuk mencapai pantai ! HA ? Saya langsung melongo kaget. Beberapa turis wanita dari Amerika Latin langsung mengomel ke Tour Leader. Memang dari cerita beberapa teman, saya pernah dengar ada yang pakai sistem seperti ini. Tapi seingat saya, sudah saya konfirmasi kalau saya akan mendarat ke Maya Bay. Tetapi alasan yang diberikan nakhoda, cuacanya kurang mendukung untuk merapat ke Maya Bay, jadi bisanya ke Monkey Beach. Tidak masuk akal. Turis yang mengomel, tambah kesal, beberapa orang menyerbu ke Tour Leader. Beberapa orang ada yang langsung nyebur. Saya tadinya ikutan kesal, tetapi tidak mau merusak liburan saya…akhirnya saya nyebur ke laut.
Sebenarnya safety dari Tour Operator ini kurang bagus. Bagi yang punya pengalaman pertama snorkling, sebenarnya agak berbahaya. Pertama, memakai jaket pelampung ternyata tidak senyaman yang saya kira. Kita juga harus bisa menjaga keseimbangan badan di air, yang mana hal ini agak sulit. Kedua, Monkey Beach ini banyak terdapat karang tajam dan yang lebih mengerikan bulu babi laut. Waduh, tidak terbayang kalau terinjak. Ketiga, apabila ada karang yang bisa diinjak, itu juga licin. Jadi harus hati2. Dan yang terakhir, saya juga seumur hidup baru kali ini pakai alat yang namanya snorkling, jadi rasanya agak susah. Setengah berenang, air asin masuk mulut, mau mengeluarkan air tidak bisa. Mau injak karang, yang ada licin, terpeleset terus. Mau mengambang, jaket pelampungnya tidak stabil…Haduhhhh, minta ampun deh….
Tapi pelan-pelan saya sabarkan diri dan tetap tenang. Saya tidak mau mati disini…tidak mati sih, tapi masa sih mesti sampai diseret balik ke kapal ? Gak lucu kan.
Dalam menit2 terakhir saya baru bisa menguasai diri dan menikmati snorkling…asik juga ternyata.
Begitu naik kapal, turis2 wanita itu masih ngedumel. Akhirnya diputuskan mereka akan lapor ke polisi. Dari Monkey Beach kami pergi ke Phi-Phi Don. Hanya 5 menit sudah sampai. Dari tempat sandar perahu, polisi sudah menunggu. Saya langsung mengeksplor Pulau Phi-Phi Don
Pulau ini kecil saja. Tetapi tempat sandar kapal, tertata rapi. Pemandangan luarrrr biasaa indah… Mirip seperti resort2 mahal yang saya tonton di film2. Porter2 yang membawa dorongan sibuk lalu lalang membawa tas. Yang terlihat kebanyakan bule. Jalan kaki paling keliling 15 menit. Kemudian saya berhenti makan papaya salad, mango sticky rice. Sebelumnya saya mencicipi banana pancake dan minum air kelapa langsung dari buahnya..segarrrr….
Kami diberi waktu kurang lebih 30 menit di Phi-Phi Don ini, dan kemudian langsung balik ke Phuket.
Sesampainya di Phuket, ada polisi lagi yang menjemput turis2 ini. Yaaa…memang mengesalkan lah, mereka datang jauh-jauh hanya untuk melihat Maya Bay, tetapi tidak merapat. Saya bisa merasakan kekecewaan mereka. Dari keributan ini, ternyata baru ketahuan, ada yang membayar harga tur 800, kami 1000, ada yang 1200, ada yang 1800 !! Brosur yang dipegang pun ternyata berbeda-beda, tapi kami berangkat dengan kapal yang sama. Untuk rekan2, harus berhati-hati dalam memilih tur disini.
Kami tiba di hotel pk. 17:30. Langsung keluar menyewa motor, ini malam terakhir di Phuket, jadi kami berniat ke Bangla. Setelah beberapa kali putar, ternyata parkiran penuh…saya baru ingat ini malam minggu, jadi memang ramai. Akhirnya, saya mampir makan di pinggiran. Makan lagi macam2 sate dari hasil laut olahan. 10bath satu tusuk. Saya makan sampai kenyang tanpa nasi lagi. Duduk di pinggir jalan. Ngobrol ngalor ngidul dengan Mega. Pulang ke hotel, masih beli lagi chicken skin dan wing. Chicken skinnya manis, enak. Wingnya gurih.

New Email names for you! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/