Tag Archives: kereta-api-dari-hatyai-ke-bangkok

rekomendasi penginapan yang murah dan aman di pangkalpinang

Bookmark this category
Dear IBPers,

Saya dan beberapa orang teman berencana ke Bangka hari sabtu 16 Januari ’10 besok. Berhubung tidak seorang pun diantara kami yang pernah ke Bangka, saya harap ada teman2 IBP yg punya rekomendasi penginapan murah dan aman di sekitar pangkalpinang/sungailiat (berikut wejangan do’s and dont’s selama berada di Bangka).

Salam backpacker, Ratih Citra

[Non-text portions of this message have been removed]

Tanya bangkok – thailand

Halo, salam kenal. Saya lebih sering ‘lurking’ di milis ini. Tapi kok kebetulan ada topik yang menarik, saya ikutan.
Kalo pengen wisata belanja, emang bener Chatuchak weekend market sangat menantang. Dalam arti, menantang doku karena jadi kepengen ini itu dan menantang stamina karena pasar ini menempati lokasi yang luas sekali. Ketika saya tiba di sana sebelum pukul 10 pagi, kira-kira dua minggu yang lalu, suasana pasar masih manusiawi. Masih bisa nafas lah. Tapi ketika sudah di atas pukul 12 siang, ampun deh, gak kuat rasanya harus semakin sering berdesak-desakan. Panas sekali. Barang-barang di Chatuchak, MBK, dan Suam Lum, kalo menurut saya sih, sama saja ya. Hanya harganya beda-beda dikit. Chatuchak memang lebih menawarkan banyak hal, tapi kalo gak punya nyali berbelanja, MBK dan Suam Lum juga oke kok.
Kalo pengen ikut tour chao phraya, misalnya, luangkan satu hari penuh untuk itu. Gak perlu ikut tur yang ditawarkan juga gpp, kok. Bisa berangkat sendiri. Ada sekian banyak ‘pier’ atau halte di sepanjang sungai itu. Kalo mo murah, naik yang berbendera putih, tapi nunggunya emang lama. Yang bendera oranye dan kuning juga ada. Kemarin saya naik yang oranye (kalo gak salah ingat ya) dengan harga tiket 18 bath sekali naik. Kapal akan berhenti di banyak pier, dan kita akan disambut Wat Arun, Wat Pho, Grand Palace dll. Tinggal kuat tidak aja kita jalan keliling tiap tempat itu. Pengalaman saya sih, satu hari gak cukup untuk menjelajahi semua pagoda di sepanjang sungai itu.
Oh ya, kalo kita beli tiket langsung di Grand Palace, kita dapat tiket untuk masuk ke Vimansek Mansion, ini semacam rumah para anggota kerajaan. Terbuat dari kayu jati emas. Bagus sekali. Nah, masalahnya adalah, lokasi Vimansek yang dekat Kebun Binatang ini jauh dari Grand Palace, harus naik bis atau angkutan umum lainnya.
Kalo tentang pasar terapung, saya gak sempat ke Damnoen Saduak. Tapi ke Amphawa Floating Market. Sekian puluh kilometer sebelum Damnoen Saduak. Saya tiba di sana kira-kira pukul empat sore, dan baru keluar dari lokasi sekitar pukul delapan malam. Dari pasar itu kita bisa ikut tur ke empat pagoda yang ada di sepanjang sungai besar. Harga tiketnya 50 bath. Kalo kita pengen pake kapalnya buat rombongan kita sendiri sih gpp, tapi berarti harus bayar 400bath penuh. Saat senja, ternyata pasar terapung itu makin hidup. Kalo pagi kan jadi pasar sayur, buah, dll, nah malamnya jadi kayak pasar malam plus yang jual sea food langsung masak di tempat.
Oh ya, coba deh naik angkutan umum di Bangkok. Bis, misalnya. Selama di sana, saya naik-turun bis karena menghemat:) Aman kok, cuman harus sering pake bahasa isyarat karena sama-sama gak ngerti bahasa masing-masing. Hanya BTS dan MRT yang ada keterangan dalam bahasa Inggris.
Oh ya, saya sempat nonton Cabaret Show. Emang mengesankan sih, bagaimana mereka bisa tampil cantik2 seperti itu. Tapi kalo enggak suka kabaret, lebih baik gak usah masukin ke jadwal. Buang-buang duit. 1200 bath. Rugi. Mereka memang menari dengan gemulai, tapi gak nyanyi sendiri alias lip-sync. Males deh.
Bis airport ke Sathorn? Rasanya ada deh. Di bandara ada meja khusus dengan petugas yang bisa kasih info ttg itu.
Good luck.
salam, utari