Tag Archives: komunitas-sepeda-gunung-padang

Kisah Dua Mayat

“Let a hundred flowers bloom”. Mao Zedong

Rusia buat saya menyimpan memori kuat. Ketika jatuhnya tembok Berlin di tahun 1989, saya ingat walaupun masih SMP.  Saya bahkan mengkliping berita koran digempurnya dinding pembatas Jerman Barat-Jerman Timur hingga dijatuhkannya patung Lenin –sang bapak sosialis.  Communist is dead, begitu dunia membilang.

Saya mencoba melihat Rusia sebagai Rusia, bukan bapaknya USSR atau Uni Soviet yang menaungi negara2 sosialis. Ketika melihat dua negara China dan Rusia yang bertetangga, sama ideology tapi bernasib beda. China merubah diri menjadi negara membangun yang makin kuat, sedangkan Rusia masih tertatih, terperosok hingga saat ini.

Mengunjungi makam kedua bapak negara ini adalah misi saya. Di Beijing, sang Ketua Mao Zedong diabadikan di sebuah mausoleum megah di lapangan Tian’amen. Sedangkan sang bapak Soviet, Vladimir Lenin dipajang di Lapangan Merah Kremlin, Moscow. Jika ingin melengkapi kuartet sosialis/komunis, cobalah mengunjungi Paman Ho di Saigon aka Ho Chi Minh City di Vietnam dan Kim Il Sung di Pyongyang Korea Utara. Oh atau sabar nunggu dari Sang Bapak Kuba, Fidel Castro.

Saya sengaja ingin melihat dari dekat Mao Zedong. Bukan karena saya pengagum Mao, tapi saya pengen mengamati bagaimana sikap rakyat China terhadap Bapak Nasionalisnya. Bagi saya mayat adalah mayat. Bukanlah sejak dulu kala memang ada kemauan manusia untuk abadi entah menjadi mumi atau mungkin kloning?

 ***

Di Beijing, ritual dimulai sejak matahari terbit. Datanglah ketika upacara penaikan bendera di lapangan Tian’anmen. Meski singkat, tapi khidmat peristiwa ini syahdu buat saya. Dan jangan kaget jika disana sudah puluhan ribu orang memadati lapangan besar, terpisah jalan raya. Dengan menghadap pintu gerbang bergambar Sang Ketua Mao, ribuan tangan menggenggam bendera merah bintang kuning bersliweran di ufuk pagi.

Begitu upacara militer berakhir, mereka ini lantas berbaris rapih di sisi timur gedung Mausoleum. Gedung sendiri sangat megah, terbuat dari beton, sangat pas komposisinya dengan gedung Museum di sebelah barat, gerbang menuju Forbidden City dan Monumen People’s Heroes besar di tengah. Saya tidak kuasa menghitung banyaknya massa yang antri. Mungkin diatas 50puluh ribu. Kalau sendirian, sangat mudah menyusup diantara para pengunjung. Mereka ini kebanyakan tur besar dengan bis, dari luar Beijing yang sedang klinong2 di ibukota. Jangan berharap melihat non penduduk China disini. Jarang banget!

Bagi orang China, Sang Ketua Mao adalah pahlawan dan pemersatu bangsa. Ia pula yang membawa China pada satu negara setelah melalui perang saudara dan melawan serbuan Jepang. (Kalau tertarik tentang si Bapak ini, Military Museum  di Beijing adalah sumber yang bagus. Note: banyak sejarah satu sisi, so be neutral).

Sang Mao sendiri sebenarnya tidak mau diawetkan mayatnya.  Ia meminta untuk segera dikremasi begitu meninggal di tahun 1979.  Bahkan istrinya meminta agar mayatnya dikembalikan pada keluarga. Tapi beberapa anggota politbiro menyatakan untuk mengabadikan fisiknya dengan membalsem. Ada kisah menarik, sang dokter yang menerima tugas mahaberat ini masih bersifat trial and error. Hingga suatu saat ia memompa formalin terlalu banyak. Akibatnya tubuh sang Mao menggelembung luar biasa.

Di Beijing, sikap pengunjung seperti memasuki tempat suci. Reaksi saya saat melihat kedua mayat ini adalah seperti melihat patung lilin. Begitu palsu. Rumor menyatakan kadang mayat Mao diganti dengan patung lilin ketika pada masa ‘pemeliharaan’.

Disini terpancar dari bentukan yang dikelilingi gelas kaca tebal. mayat dalam posisi mirip. Terbaring damai dengan baju kebesarannya masing-masing. Jas warna gelap untuk Lenin dan sedikit abu-abu untul Mao. Badan Mao setengah tertutup bendera partainya, merah bintang dan palu arit. Sedangkan Lenin terbaring dengan sudut muka melihat kedepan ketimbang keatas. Kedua mayat juga diterangi cahaya temaram, membuat mukanya lebih seperti plastik ketimbang mayat.

Karena ngga boleh bawa kamera, saya hanya mengingat detail saja. Yang paling berkesan adalah pada Mao, dibawahnya ada bunga-bunga. Tapi terbuat dari plastik membuat penampakan ‘palsu’ nya kelihatan nyata. Di bagian depan terdapat banyak rangkaian bunga krisan putih segar banyak sekali. Bunga ternyata punya arti tersendiri bagi seorang pemimpin baja seperti Mao.

Mausoleum bagi Lenin jauh lebih kecil dibandingkan dengan Mao. Bentuknya juga sederhana dengan dinding granit merah. Aksesnya pun langsung. Dan yang lebih ironis, didepannya adalah supermarket besar GUM yang menjual barang2 kelas wahid –sebuah contoh kapitalis yang bagi seorang komunis Lenin-pun tak akan menduga.

Kisah mayat Lenin mirip dengan Mao. Begitu meninggal karena stroke di tahun 1924, ia tidak bisa dimakamkan segera karena banyaknya peziarah yang ingin melihat mayatnya. Soviet  memutuskan untuk mengawetkan dengan segala cara. Ini tanpa menghiraukan permintaan Lenin yang ingin dimakamkan disamping ibundanya di St. Peterburgh dan keinginan istri Nadezhda Krupskaya untuk dikuburkan dengan damai.

Tidak banyak pengunjung siang itu. Mungkin karena musim dingin. Tapi seperti di China, pengunjung Mausoleum Lenin persentasenya lebih banyak orang Rusia. Mereka ini lebih pada keingin tahuan. Mayat Lenin begitu sepi, tanpa karangan bunga tanpa ada embel-embel lain. Terbaring diatas bantal dengan keranda kayu besar. Tangan kanannya menggenggam, tangan kiri terbaring alami. Hanya penjaga dengan pakaian militer yang terlihat garang.

Melihat mayat Mao sekarang ini seperti paradoks dengan mayat Lenin di Moscow. Sejak kejatuhan komunis, praktis Lenin dan ajarannya dianggap tidak laku. Nilai-nilainya sudah basi dan makin dilupakan. Mungkin sebuah hal yang memalukan bagi Rusia. Iliana, sang guide saya ketika jalan menyusuri arsitektur Moscow menyatakan ia bukanlah pengagum Lenin. Mengaku lebih menghormati Stalin -penerus Lenin yang membawa Rusia sebagai negara super power setelah Perang Dunia II. Percakapan saya dengan Illiana mengingatkan pada pertanyaan yang sama di Indonesia. Buat anda siapa yang lebih pahlawan. Soekarno atau Suharto?.

Catatan kaki:

Military Museum, Beijing Akses: ambil Line 1 (Red line) Subway, turun di Military Museum Station Fees: FREE Rekomendasi: display lantai 1-2 (abaikan pesawat dan misil, senjata etc).

Mao Zedong Mausoleum, Beijing Akses; ambil Line 1 (Red line) Subway, turun di Tian’anmen Xi (West) atau Tian’anmen Dong (East) Station. Fees: FREE Open: 0800-1200

Lenin Mausoleum, Moscow Akses: Metro Ploschard Revolyutsii Station atau Borovitskaya/Aleksandrovskiy Station. (Untuk Metro Moscow, jalur keluar diberi nama sendiri). Fees: FREE Open: 1000-1300

Salam, Ambar

Skype ambarbriastuti | Gtalk ambar.briastuti | Gvoice +1 (408) 940-5013 Adventures. Backpacking. Photography.™

————————————

Kunjungi website IBP: http://www.indobackpacker.com

Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan.

SPAMMING atau forwarding tidak diperkenankan. Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari JUMAT.

Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian yang perlu saja.

Cara mengatur keanggotaan di milis ini:

Mengirim email ke grup: indobackpacker@yahoogroups.com (moderasi penuh) Mengirim email kepada para Moderator/Owner: indobackpacker-owner@yahoogroups.com Satu email perhari: indobackpacker-digest@yahoogroups.com No-email/web only: indobackpacker-nomail@yahoogroups.com Berhenti dari milist kirim email kosong: indobackpacker-unsubscribe@yahoogroups.com Bergabung kembali ke milist kirim email kosong: indobackpacker-subscribe@yahoogroups.com

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> Your email settings: Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/join (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email: indobackpacker-digest@yahoogroups.com indobackpacker-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to: indobackpacker-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

Boat to Banda

Hi IBP members,
Berikut kami sampaikan e-mail dari bule perancis yang pingin ke Ambon, kali aja ada kawan anggota IBP bisa bantu. Sekedar informasi, bule Perancis ini cinta banget ama Indonesia, hampir setiap tahun dateng keIndonesia, khususnya untuk diving. Klo ada yang bisa bantu that would be great, nggak mesti gratisan kok, dia punya budget memadai tuk Holiday, jd kalau ada yang mo numpang info bisnis yang relevan dengan keinginan tamu tsb dibawah juga no problem.
Cheers Husein
***************************************************************
I’m planning to go to Banda this summer, around the 2nd week in july. Ms Atik said you could tell me where to get information regarding how to go there by boat such as Pelni schedule, charter etc…
I hope you can help me, if I can do the same in France let me know, I’ll be glad to.
Merci beaucoup,