Tag Archives: komunitas-traveller

supir taksi di singapura

Mmbaca postingan Mba Ambar saya jadi teringat pengalaman saat saya ke Singapura menaiki taksi yang supirnya orang Melayu. Dia bercerita banyak tentang musik Indonesia, mulai dari UNGU, Peter Pan sampai WALI. Sambil ujung-ujungnya mengeluh kalau musik di Singapura, “tak ada mutu” dia juga bercerita sering melancong ke Bandung bersama keluarganya, belanja di FO di Bandung sampai harus beli extra bagasi di Air Asia.

Perjalanan berlangsung nyaman, sampai akhirnya dia melontarkan sebuah pertanyaan yang tak bisa saya jawab dan dia demikian kesal. “Cinta Fitri itu endingnya bagaimana?” lah saya bingung menjawabnya, ngga pernaah nonton bagaimana saya bisa jawab. ” Ah kau tak ada mutu juga, itu Cinta Fitri bagus. Kita sering nonton disini,” jiahhhh jadi tertawa diledek supir taksi :)

Memez @rumahmemez Www.rumahmemez.com

Sent from my iPad

[share] Wisata Kota Tanjung Pinang – recommended banget!

Wah, menarik sekali pengalamannya. Saya orang Tanjung Pinang yang sudah lama merantau. Membaca tulisanmu jadi pengen pulang kampung [:x] .

Suasana Tanjung Pinang sekarang memang tidak seotentik dulu, waktu saya tinggal di sana saat masih kecil. Dulu etnis yang dominan hanya Melayu dan Tionghoa, tapi sekarang sudah dari mana-mana.

Kalau Anda punya waktu ke sana, jangan lupa berkunjung ke Pulau Penyengat dan coba juga menu gonggong. Dijamin ketagihan!

Hairun Fahrudin http://easybackpacking.blogspot.com

File – Lakukan Registrasi di Milis Archive dan Data Diri Member

Selamat bergabung di Mailing List Indobackpacker.com

Saran-saran dari Tim Moderator kepada Milisters yang baru bergabung;

1. Sehubungan dengan Mailinglist kami melakukan Milis Archive di http://www.indobackpacker.com/ Mohon sebelum anda melakukan posting di Milis kami untuk melakukan Registrasi di http://www.indobackpacker.com/wp-login.php?action=register

apabila anda tidak melakukan Registrasi di Milis Archive kami, maka otomatis Mailingt Archive kami akan Menggenerate Posting anda sebagai Admin.

Mohon untuk memasukan data Diri dengan Benar karena sebagai Data Member Komunitas Backpacker Indonesia

2. Mohon memperhatikan aturan-aturan main yang berlaku di Mailing List Indobackpacker.com yang tertulis dalam “Rule of The Games”

3. Untuk menghindari pertanyaan yang berulang-ulang dan menghargai member lainnya, dimohon untuk mencari terlebih dahulu topik-topik yang ingin ditanyakan dengan cara melihat arsip milist ini. http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

Terima kasih atas kesediaan rekan-rekan.

Salam, Tim Moderator

Pertanyaan, kritik, dan saran mohon disampaikan ke alamat; indobackpacker-owner@yahoogroups.com

“No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be Banned immediately”

tentang etika dan Spam silahkan visit link! http://www.albion.com/netiquet

tentang spamming silahkan visit link! http://www.noc.cbn.net.id/spamming.php http://docs.yahoo.com/info/guidelines/spam.html http://www.spam.abuse.net/ http://spamcop.net/

Putrajaya & Melaka

Dear all, as subject, saya mau tanya dikit yaahh.. 1. Kalau ke Putrajaya dari LCCT itu apakah ada kendaraan umum atau harus pakai taxi/ mobil pribadi ya? karena dulu kesana pake mobil pribadi. Sekarang mau nyoba bekpekeran, hehehe… 2. Apakah ada rekomendasi penginapan dan tempat kulineran di Melaka yg children-friendly? Lalu transportasi dalam kota di Melaka bagaimana yah? Kalau ada rekomendasi tempat2 seru disana boleh juga.

Terima kasih banyak ya sebelumnya…

Tanya Explore Medan, dan sekitarnya :) 16 – 21 Mei 2012

Coba saya jawab sebagian ya… 1. Meski dari ujung satu ke ujung Samosir bisa ditempuh dua jam, tapi kalo explore sehari ga mungkin. karena beberapa destinasi tadi tak berada di satu rute, tapi berpencar. semakin tidak mungkin kalau mbak Happy suka memotret dan menikmati keindahan (perlu waktu lama di satu tempat kan). 3. Beberapa teman yg pehobi foto di Medan pernah mencoba nyebrang dari sini pakai mobil bisa. 5. Pulau Samosir dikelilingi 9 kabupaten (kalo ga salah) ada satu spot namanya Sitongging, letaknya searah Berastagi.

regards,

taufan wijaya twitter: @taufanwijaya_

[Non-text portions of this message have been removed]