Tag Archives: lokasi-footprints-hostel

CATATAN SEKILAS Singapura – Johor – Singapura (part 2)

TEMPAT MAKAN DI JOHOR BARU

Tempat makan yang banyak ragamnya terletak di sekitaran gedung City Square Bandar Raya. Di daerah itu ada lokasi yang disebut “Tempat Persiaran Meldrum”. Tempat ini meliputi beberapa blok dan beberapa jalan, yang mana dilokasi itu dikhususkan untuk wisata kuliner. Berbagai jenis makanan, mulai dari makanan Eropa, Melayu, Cina, India, Indonesia tersedia. Tinggal kita sesuaikan dengan selera dan keyakinan kita. Harga berkisar mulai dari RM 3.50 s.d RM 11. Saya sudah mencicipi nasi ayam (chicken rice) komplit Chinese food seharga RM 7 serta Nasi Campur Melayu seharga RM 5 dan Bihun Goreng Melayu seharga RM 4. Untuk rasanya, bagi saya masuk akallah. Bagi yang suka bir, didaerah sini banyak dijual beraneka merk bir. Harga termurah RM 8.5 dan yang mahal sekitar RM 20.

FOOTPRINTS HOSTEL SINGAPURA (Perak Road No. 25A, Building with 3 floor)

Saya baru pertama kali ke sini. Biasanya, jika di Singapura saya akan menginap di InnCrowd Hostel. Tapi berhubung saya dapat harga murah (yaitu SGD15/night dibanding SGD20 di InnCrowd) akhirnya saya tinggal di hostel ini. Suasananya memang tidak se”cozy” di InnCrowd. Tapi bukan berarti tidak bagus. Hostel ini pernah mendapat penghargaan dari tripadvisor UK tahun 2010. Kamar2 tidurnya juga bersih. Begitu juga dengan kamar mandinya. Mengkilap karena sering digosok. Urinoirnya penuh dengan kamper. Bebas dari bau tidak sedap. Setiap kamar terdiri dari 10-12 bed tipe dorm. Yang menyenangkan, tersedia loker gratis di tiap kamar. Tentunya kita harus menggunakan gembok sendiri. Tapi sangat membantu. Wifi kencang di setiap kamar. Begitu juga dengan sarapan paginya. Tersedia roti yang bisa dilapis dengan selai kacang, selai strawberry, selai apricot, selai nanas dan tentunya mentega. Ada juga corn flakes dan chocolate flakes lengkap dengan susu putih murni sebagai penyeduhnya. Minumannya kopi dan teh tawar yang masing-masing bisa ditambahkan gula sesuai selera kita. Intinya, jika diberi range 1-10, dengan 10 sebagai sempurna, maka saya akan memberi nilai 8 untuk hostel ini. Saya merekomendasikannya. Yang kurang adalah : waktu check in yang lama yaitu jam 14, dan lokasi yang agak jauh ke dalam area Little India. Tapi itu bukanlah masalah yang berarti bagi seorang backpacker. Oya…satu lagi yang menyenangkan, dimana setiap toilet dilengkapi dengan alat penyemprot airnya. Dengan demikian, kebiasaan kita sebagai Indonesian ketika buang air besar tidak terganggu. Anda tentu tahu bukan, bahwa di Singapura (seperti halnya di negara-negara maju lainnya) hanya menyediakan tissue di toiletnya tanpa ada sumber air untuk pembersihan? : ( Footprints is not like that. That is not a promotion, it is a fact.

SINGAPORE BOTANICAL GARDEN

Pada kesempatan kali ini saya mencoba untuk mengunjungi Singapore Botanical Garden. Jika tinggal di area Little India, tidak sulit mencari kendaraan yang menuju kesana. Menggunakan MRT, berangkat dari Bugis MRT Station dengan menggunakan MRT North East (warna ungu),dan interchange di Dhoby Ghaut MRT Station dengan Circle Line MRT (warna kuning) yang kearah Botanical Garden. Menggunakan bus kota lebih mudah lagi. Tinggal jalan ke arah jalan South Bridges yang diseberang Bugis Junction, lalu naik bus SBS No 7 (bus bertingkat) yang kearah Clementy. Anda akan bisa langsung turun di depan pintu masuk Botanical Garden sisi selatan. Tepat di sebelah RS Gleneagles Singapura. Ongkos (Nov 2011) adalah SGD 1,3 / org. Sedangkan jika menggunakan MRT, maka anda akan masuk melalui pintu masuk Botanical Garden Sisi Utara. Botanical Garden ini sangat luas. Saya kurang tahu seberapa luas, namun sangat luas. Di dalamnya sendiri masih terdapat beberapa garden yang khusus. Misalnya Gingger Garden, Orchid Garden, dan garden-garden lainnya. Beberapa garden khusus ini harus membayar admission fee sebagai tanda masuk. Tapi yang lain, tidak. Didalam Botanical Garden ini banyak dijumpai pria wanita yang sedang melukis. Bukan untuk komersial, namun sarana untuk menyalurkan hobi melukis mereka. Mereka biasanya duduk ditepi danau-danau yang ada di dalam Botanical Garden. Titik tengah dari Botanical Garden ini adalah bundaran yang ada di depan pintu Orchid Garden.

SLEEPING IN THE CHANGI AIRPORT

Memang tidak salah jika Changi pernah dinobatkan sebagai the best airport in the world. Airport ini sangat besar. Terdiri dari 3 terminal yang masing-masing terhubung dengan 1 sistem kereta yang disebut Sky Train ditambah 1 terminal lagi yang terpisah yang disebut Budget Terminal. Kecuali dari Budget Terminal, kita bisa dengan mudah berpindah dari satu terminal ke terminal lain dengan menggunakan Sky Train ini. Gratis. Begitu juga dengan fasilitas-fasilitas yang ada di dalam masing-masing terminal. Semua didesain memberi kenyamanan kepada pengguna airport. Pada setiap ruang check in dan boarding, tersedia kursi pijat, pojok internet, wifi pribadi selama 4 jam (dengan meminta kodenya kepada bagian informasi), mini bioskop yang menampilkan film-film baru. Semuanya GRATIS. Bagaimana dengan di luar ruangan check in dan boarding? Suasananya sama nyamannya. Walaupun fasilitasnya tidak selengkap di kedua ruang tadi. Oleh karena itu, saya mencoba untuk menikmati lebih jauh kenyamanan dari Changi ini. Caranya adalah dengan tidur di Changi. Kebetulan, pesawat saya ValuAir Jakarta Singapura mendarat di Terminal 1 Changi. Setelah keluar dari pesawat, kita akan digiring berjalan melalui ruang check in terminal 1 yang sangat luas. Seperti disebutkan sebelumnya, di ruang ini tersedia banyak fasilitas yang bisa kita nikmati. Silahkan singgah sebentar di beberapanya, sebelum kita sampai di ujung ruang itu, dan kemudian harus turun ke lantai bawah untuk check point imigrasi. Sebenarnya, mungkin di ruangan ini kita bisa beristirahat dan mungkin tidur juga. Secara lokasinya memang nyaman. Tapi ini tidak saya anjurkan, karena petugas keamanannya selalu berkeliling dan menyuruh setiap orang yang tidak berkepentingan keluar dari ruangan itu dan menyelesaikan proses imigrasi di lantai bawah. Kita lanjutkan saja perjalanan itu sampai ke check point imigrasi Singapura yang ada di lantai bawah. Setelah selesai, kita menuju ke tempat pengambilan bagasi (jika ada bagasi). Setelah bagasi ada di tangan kita, keluarlah dari ruangan tersebut. Setelah itu, cari escalator untuk naik keatas 1 lantai lagi. Di lantai ini akan tersedia banyak kursi tunggu yang bisa ditiduri. Atau kalau mau lebih nyaman, kita bisa naik lagi 1 lantai dengan escalator yang ada di ruangan tengah dekat meja informasi. Setelah naik, belok kiri dan cari ruangan yang bernama VIEWING MALL (tempat melihat pesawat berlepas). Nah, diruangan inilah kita bisa tidur dengan nyenyak di kursi-kursi yang tersedia. Memang, ada stiker himbauan untuk tidak tidur di tempat ini, namun kenyataannya banyak sekali orang yang tidur disini. Saya mengambil posisi paling nyaman buat saya, dan kemudian tidur sampai besok paginya jam 09. Jangan lupa menggunakan jaket, selimut yang kita bawa karena suhunya sangat dingin. Jadi kata kuncinya jika ingin mencoba tidur di Changi adalah cari VIEWING MALL. Disetiap terminal 1-3, terdapat viewing mall. Namun yang terbesar adalah di terminal 1. Kalau di terminal 2 dan 3, lebih kecil dan sempit, tapi memiliki karpet. Jadi kemungkinan kita untuk tidur dibawah kursi, bisa. Viewing mall di Terminal 2 ada di Lantai 3 sedangkan di Terminal 3 ada di Lantai 4. Di viewing mall terminal 2 juga ada tersedia timbangan badan digital. Jadi kalau mau tahu berapa berat badan anda setelah tidur di airport, silahkan beristirahat di viewing mall terminal 2. Namun bagi saya, viewing mall yang paling nyaman adalah di Terminal 1.

CHANGI CANTEEN STAFF

Tahukah anda bahwa makan di airport Changi tidak selalu mahal? Caranya, cari canteen staff yang ada di setiap terminal. Lokasinya memang tersembunyi, agar orang-orang (khususnya orang baru) tidak makan disitu. Dengan demikian restoran-restoran mahal yang ada disetiap sudut Changi bisa tetap laku. Di terminal 1, canteen staffnya terletak di bawah Level Ground. Jadi kita harus menuruni tangga manual dulu dari level ground baru sampai ke lokasi. Di terminal 2, canteen staffnya justru berlokasi di level 3M, atau 1 tingkat diatas level 3. Makanan yang ada di canteen staff cukup beragam. Halal maupun non halal. Dan yang penting harganya berkisar antara SGD 3 – 5. Itu adalah harga untuk publik, karena harga untuk staff beda lagi. Lebih murah. Namun harus menunjukkan kartu tanda pengenal staff. Berdasarkan pengamatan saya, outlet kantin di terminal 2 lebih sedikit dari pada di terminal 1. Tapi harganya lebih murah di terminal 2 dari pada di terminal 1. Jadi, tidak perlu takut kelaparan lagi di Changi bukan ?