Tag Archives: losmen-murah-dekat-pelabuhan-tanjung-mas-semarang

Padang Pelennor, ketika sang raja kembali

Padang Pelennor, ketika sang raja kembali

Pertempuran di Padang Pelennor mengambil peran yang sangat penting dalam trilogi film LotR. Disinilah akhirnya kekuatan Sauron ditantang gabungan tentara dari Gondor, Rohan, pengendara dari Selatan dipimpin Aragorn dan Hantu dari Dunharrow. Sedangkan lawan tangguh adalah bala tentara dari Minas Morgul yang dipimpin raja sihir Angmar. Dengan armada mahluk seperti Orcs, Troll, Rhûn dan Variags.

Peter Jackson nampaknya ingin menggambarkan peperangan ini seperti nyata. Sebagai konsekuensinya, ia harus melibatkan paling sedikit 800 orang sebagai figuran Orcs dan ratusan pengendara kuda dari Rohan. Pemilihan lokasi Pelennor teryata berada di padang kering di sisi barat pulau Selatan NZ. Dalam bahasa Sindarin, Pelennor berarti padang yang berpagar, adalah sebuah wilayah di Gondor yang dikelilingi oleh tanah yang luas dan subur bagian dari Minas Tirith. Padang ini terletak antara Minas Tirith yakni kota yang dibangun di puncak bukit tujuh tingkat dengan sungai Anduin. Dalam poses film, Minas Tirith diciptakan di sebuah pertambangan di Auckland, sedangkan setting Pelennor diambil di kawasan Ben Ohau di kota bernama Twizel.

Kota Twizel nan kecil ini tepatnya 68km di sisi barat Aoraki Mt. Cook. Ketika saya tiba disini dari arah Oamaru, nun jauh disana nampak deretan gunung dari dua Taman Nasional, yakni Aoraki Mt. Cook dan Mt. Aspiring. Beda kondisi geografis antara sisi timur dan barat sangat saya rasakan. Dua minggu yang lalu saya menikmati rimbunnya hutan pakis dan ganasnya dinding es di Franz Josef dan FoxGlasier. Namun yang dihadapan saya saat ini adalah padang maha luas nan kering, tepatnya di MacKenzie Basin. Saya bahkan bisa menghirup bau tanah karena tetesan air.

Kota Twizel sendiri eksis di tahun 1968 ketika mulai dibangun PLTA Waitaki yang membendung danau menjadi dam, sebuah proyek terbesar dalam sejarah NZ. Danau Tekapo, Pukaki dan Ohau menjadi sumber listrik utama yang berakhir dengan dam setinggi 100m di Benmore. Di tahun pembangunannya pemerintah NZ membuat pondok-pondok untuk para pekerja konstruksi yang terlibat disini. Hingga akhir proyek, pondok tersebut sebagian dimusnahkan dan sebagian dilelang untuk ditempati.

Saya memilih tinggal di salah satu pondok tadi [8]. Bentuknya seperti portakabin dengan ruang mess. Bahkan furniture dan piranti listrik-pun masih seperti tahun 60an. Begitu malam hari, suhu diluar cukup dingin walaupun saat ini musim panas. Dari jendela kamar sempit, saya masih menbaui halaman pondok yang disiram dengan air irigasi, mungkin sumbernya dari danau Pukaki.

Sore ini saya membuka bekal. Saya memilih memasak sembari menghabiskan seluruh persediaan. Tas belanja saya buka satu-satu. Tak banyak sisa sebenarnya. Kalau untuk makan berdua pasti cukuplah. Masih ada sayuran, jamur, susu dan pasta mentah. Dengan sedikit daging cukuplah untuk makan kali ini. Dua hari yang lalu saya menengok kawasan Aoraki Mt. Cook. Semua serba mahal disana. Dari makanan hingga penginapan. Saya akhirnya membeli stok makanan mentah cukup untuk seminggu. Taktik yang berhasil. Memasak sendiri jauh lebih murah dan lebih menyenangkan.

Semula saya agak sangsi tentang reputasi Twizel sebagai setting LotR. Terlalu kecil, bahkan kalau dihitung penduduknya tak lebih dari 1000 orang. Lantas bagaimana Peter Jackson membuat kota kecil ini menjadi sekelas ribuan orang dalam sekejab?

Jawaban saya dapat dari Annie, seorang wanita paruh baya yang menyertai saya ke Padang Pelennor [9]. Hari itu saya bersama dengan enam orang dari berbagai negara diajaknya menuju padang kering di wilayah Ben Ohau. Satu keluarga dari Denmark, dengan dua anak laki-laki berumur dibawah sepuluh tahun. Kedua orang tuanya dengan fasih menterjemahkan apa yang diucapkan Annie dalam bahasa Danish. Sedang satu pasangan lain berasal dari London di Inggris yang mengaku menikmati film tapi tidak membaca buku karya Tolkien.

Annie mengisahkan bahwa ketika bulan September 1999 kota Twizel berubah menjadi kota Orcs. Dalam adegan peperangan, mahluk tinggi besar dan buruk rupa ini tampil dalam jumlah yang luar biasa banyak. Untuk mendapatkan figuran, hampir semua penduduk Twizel menjelma menjadi mahluk ini. Bahkan dalam satu keluarga, bapak ibu dan anak bersedia didandani dengan muka karet dan disapu make up berjam-jam. Sang guide Annie ini menjadi salah satu Orcs, hingga detail kisah bagaimana proses shooting adegan peperangan Padang Pelennor justru saya dapatkan dari pihak ‘penjahat’.

Untuk menuju Padang Pelennor aksesnya dibatasi karena milik pribadi. Twizel dipilih karena deretan pegunungan Ben Ohau dan cuplikan Aoraki Mt Cook sebagai bagian dari Misty Mountains. Dalam reka digital, tiga setting ini dijadikan satu dimulai dari pengepungan di Gondor, Gandalf si Penyihir Putih yang menolong Faramir hingga peristiwa terbunuhnya raja Théoden dari Rohan oleh Angmar sang raja Nazgûl.

Rupanya dalam shooting Padang Pelennor, sang pahlawan di Twizel adalah Raja Théoden. Setelah terbebas dari cengkeraman kutukan Saruman, Raja Théoden memimpin ksatria Rohan membantu tentara Gondor yang kehilangan pemimpinnya. Dikisahkan oleh Annie bahwa para satria berkuda Rohan sesungguhnya adalah perempuan yang bersembunyi dibalik tameng dan senjata besi. Ini dikarenakan perempuan-lah yang mempunyai keahlian menguasai kuda dengan baik. Terutama dalam adegan yang dipenuhi pertikaian.

Annie menunjukkan bukit kecil tempat Gandalf mengendarai kuda menyeberang Pelennor Field menolong Faramir dengan cahaya tongkat sihirnya. Saya juga ditunjukkan bagaimana adegan peperangan dan gerak kru kamera yang menyertai adegan brutal awal peperangan. Sebagian diolah digital untuk mengurangi resiko kecelakaan bagi aktor dan artis juga binatang yang terlibat kekacauan perang.

Di mobil van-nya, Annie membawakan DVD yang dengan rapih menunjukkan detail per detail adegan sambil memberi tahu posisi tepatnya. Ia bahkan memberikan setting adegan menyeberang sungai ketika Gandalf membawa Pippin yang membuka bola palantír menuju Minas Tirith.

Hampir dua jam saya dibawa Annie menyusuri peperangan Padang Pelennor. Saya mengakui bahwa ini adalah ujung perjalanan saya. Dalam buku The Lord Of The Rings Location Guidebook karya Ian Brodie disebutkan bahwa kunjungan ke setting ini sangat direkomendasikan karena kedalaman kesan disana.

Dua anak dari Denmark dengan riang langsung berjalan keluar. Sang ayah dengan bangga memakai kostum Angmar sang raja sihir. Sang istri bersedia menjadi Éowyn. Adegan terbaik di Padang Pelennor adalah ketika Raja Théoden yang sekarat karena tersepak dan tertindih kudanya oleh amukan Angmar. Keponakannya Éowyn yang menyamar menjadi prajurit laki-laki tampil membela sang paman. Éowyn dengan berteriak menghunus pedangnya, “Aku bukanlah laki-laki! Engkau menyaksikan aku seorang perempuan.” Sebelumnya Angmar sesumbar tak akan ada Manusia mampu membunuhnya. Ia tewas ditangan perempuan dan seorang Hobbit.

Saya geli menyaksikan satu keluarga ini beraksi. Dua anaknya terlihat senang dengan topeng buruk rupa Orcs sembari mengibas-kibaskan pedang. Saya bisa memahami betapa perjalanan anak-anak ini dari ujung Denmark hingga ujung dunia selatan NZ untuk menyaksikan tempat ini. Menurut ayahnya, ia membacakan buku Tolkien dari awal hingga akhir.

Saya teringat bahwa film LotR adalah film tentang kebaikan melawan kejahatan, kemuliaan melawan kemuslihatan, kesetiakawan melawan kerakusan akan kekuasaan. Kisah dari buku JRR Tolkien yang luar biasa kompleks menjadi begitu sederhana di film. Saya memungut kembali kisah-kisah tadi dengan mendatangi tempat yang bisa membawa ingatan saya pada satu hal. Bahwa kebaikan selalu menang. Bahwa keindahan alam bisa hilang oleh ketamakan kita sendiri. Tolkien ternyata mengajarkan dengan cara yang bijak.

Selesai.

Catatan kaki dan tautan:

[8] Namanya Twizel High Country Lodge and Backpackers. Bisa go show atau lewat BBH. Tautan http://www.highcountrylodge.co.nz/

[9] Tur singkat berbasis di kota Twizel, durasi 2 jam dengan Annie. Disini http://www.discoverytours.co.nz/new-zealand/lord_of_the_rings/

NZ$55 per orang dewasa diatas 15th.

Sedikit photo bisa dilihat di album/set New Zealand: Lord of the Ring Tour

http://www.flickr.com/photos/ambarbriastuti/sets/72157626239787698/

Salam, Ambar

Skype ambarbriastuti | Gtalk ambar.briastuti | Flickr ambarbriastuti Adventures. Backpacking. Photography.™

[Non-text portions of this message have been removed]