Tag Archives: money-changer-di-ambasador-deket-bca

mengurus VISA Australia

Perjalanan ke Australia merupakan perjalanan latihan backpacking, flashpacking dan couchsurfing saya menjelang persiapan keberangkatan ke Eropa tahun depan (yang gagal dilaksanakan sebelumnya). Rencana mau ke Australia sebenarnya udah lama saya dipikirkan, akan tetapi secara mengurus VISA nya baru dilakukan menjelang detik-detik keberangkatan, alhasil, perginya TIDAK begitu well prepared, apalagi untuk traveler kebanyakan gaya seperti saya, haha.   Alhamdulillah perjalanan selama 12 hari ke Australia bisa terlaksana dengan sukses, aman, nyaman, dan pulang pergi dalam keadaan sehat-sehat saja.   Owkay, di bagian ini saya mau sharing gimana caranya untuk mengurus sendiri VISA ke Australia.   VISA   Untuk masuk ke negara lain (kecuali negara2 ASEAN), sebagai warga negara Indonesia kita memerlukan VISA, atau ijin masuk di suatu negara. Persyaratan masuk di satu negara sedikit berbeda dengan negara lain, jadi kita harus mengenali dan mengetahui persayaratan permintaan VISA di setiap negara yang akan kita kunjungi.   Awalnya saya malas sekali untuk urus VISA sendiri. Selain saya emang biasa spoiled (shut up Don, hehe), selain itu kesibukan saya dikantor membuat saya malas untuk mengurus VISA sendiri. Aplagi waktu saya tanya ke milis dan beberapa teman, mereka bilang urus VISA ke Australi itu amat sangat sulit, harus begini, harus begitu, petugas nya kaku, menyebalkan dan nggak cooperative, kita mesti bolak balik ngurusnya – nggak bisa cuman sekali datang, dll dsb, intinya : ribet suribet jaya deh pokoknya.   Akhirnya saya memutuskan untuk memakai travel agent untuk mengurus VISA saya.   Saya pun melengkapi semua persyaratan untuk VISA Australia: -          Passport asli + photocopy passport -          Photocopy kartu keluarga -          Photocopy akte kelahiran -          Photocopy KTP -          Invitation letter (dari teman/saudara yang akan menanggung kita selama disana) -          Sponsorship letter (dari perusahaan tempat kita bekerja yang menjamin bahwa kita akan kembali lagi ke tanah air) -          Tabungan 3 bulan terakhir -          Formulir pendaftaran (single atau multiply entry) -          Photocopy bookingan ticket pesawat (return) -          Photocopy passport teman yang memberikan invitation letter atau konfirmasi bookingan hotel (bila tidak menginap dirumah teman/saudara selama di Australia) -          Photo 4 x 6 dua buah, berwarna   Okeh, setelah saya melengkapi semuanya, saya serahkan semua berkas kepada travel agent, lalu dia minta bayaran Rp 1,100,000, dengan catatan, di approve atau tidak VISA nya, saya tetap harus bayar segitu. Dan saya setuju.   Akan tetapi, dua hari kemudian, saya mendapat kabar, bahwa saldo di rekening bank saya katanya kurang, dia bilang, MINIMAL saldo di rekening saya HARUS berjumlah Rp 50,000,000, kalo tidak, kemungkinan besar VISA saya akan ditoalk karena saya dianggap ngak punya cukup uang untuk biaya selama berlibur dan berkunjung ke Australia.   Damn ! Pada saat itu uang di rekening saya cuma setengahnya aja, karena menurut saya, kenapa kita harus punya account sebanyak itu ? kan selama di Australia, saya nginepnya dirumah temen2 yang artinya, saya tidak perlu punya budget yang berlebihan untuk berada disana. So saya hanya perlu uang pegangan untuk makan dan transportasi plus sedikit belanja2 aja bukaaaann ??? jadi, masa’ Rp. 25 juta dianggep nggak cukup untuk 2 minggu ? Please deh.   Akhirnya saya memutuskan untuk menarik semua dokumen2 saya dari travel agent dan nekat untuk mengurus sendiri VISA Australia ini, dan ternyata saudara2 setanah air, ngurus VISA sendiri itu GAMPANG banget !!!   Pertama2, kita membawa seluruh dokumen2 yang diminta ke Australia VISA Application Centre (AVAC). AVAC berkerjasama dengan Kedutaan Besar Australia Bagian Imigrasi, menerima permohonan visa atas nama Kedutaan Besar Australia. Kantor-kantor AVAC terdapat di Jakarta dan Bali. Untuk yang cabang Jakarta, AVAC terletak di Plaza Asia – Sudirman (seberangnya FX Plaza). Jam Kerja : 8:30 sampai 16:00 – Senin sampai Jumat   Ketika masuk gedungnya, di lobby kita akan diminta untuk ninggalin KTP, tapi bilang sama receptionistnya bahwa kita akan mengurus VISA dan KTP akan diperlukan, jadi tinggalkan aja photocopy KTP kita atau id yang lain (seperti SIM atau staff id), lalu naik ke lantai 22.   Tiba di lantai 22, keluar dari lift ke sebelah kiri, langsung keliahatan kok kantornya. Sebelum masuk, dua security di depan pintu masuk akan melakukan body search dengan detector (kalo cewek yang akan melakukan body search itu security cewek juga) dan setelah itu mereka dengan ramahnya mempersilahkan saya masuk dan mengingatkan agar mematikan telepon genggam alias henpon sebagai peraturan yang berlaku disana.   Begitu masuk, saya ambil formulir dan mengisi semua pertanyaan dengan sejujur2nya, bahwa saya mau liburan kesana dengan menumpang ditempat teman. (oh ya, formulir sebaiknya diambil sebelumnya sehingga ketika sampai disana, udah nggak buang2 waktu lagi ngisi formulir yang tebalnya beberapa halaman tersebut).   Ketika diminta untuk memilih jenis VISA yang di inginkan, saya agak ragu, seharusnya saya mengisi dengan multiply entry (1 VISA untuk beberapa kali masuk Australia), tapi saya malah mengisi dengan single entry (1 VISA hanya untuk 1 kali masuk, sehingga kalo kapan mau ke Australia lagi, harus bikin VISA baru).   Soalnya menurut beberapa teman, kalo blom pernah sama sekali ke Australia, kalo kita langsung milihnya multiply entry, kemungkinan VISA di setujui rasanya agak sulit. (Biarpun saya pernah tinggal di australia sekitar 15 tahun yang lalu, tapi kan, pada saat itu semuanya diurusin sama pemerintah Indonesia dan kami hanya tau beres, sedangkan sekarang urus sendiri. Lagipula, secanggih2nya system disana, belum tentu data2 saya masih mereka simpan hingga sekarang), jadi pada saat itu saya memutuskan, lebih baik saya milih jenis VISA yang single entry tapi kemungkinan besar disetujui dari pada milih multiply entry tapi kemungkinan ditolak sehingga duit hangus.   Step berikutnya adalah mengisi formulir. Beberapa pertanyaan standard seperti nama, alamat, tujuan kepergian, etc etc saya isi, dan setelah mengisi formulir lengkap, saya ambil nomor, dan tunggu dipanggil. Sambil tunggu panggilan, saya melihat2 selebaran yang ditempel di dinding mengenai persyaratan VISA Australia dan disana tidak ada satu statement pun yang menyatakan bahwa kalo mengajukan VISA harus mempunyai uang sebanyak minimal 50 juta !   Karena saya datangnya jam 09.00 pagi, maka yang mengurus VISA jam segitu juga blom banyak so saya hanya menunggu sekitar 5 menit untuk dipanggil petugasnya. Dia meminta semua dokumen2 saya, dan saya juga bertanya kepada yang bersangkutan, apakah benar bahwa untuk mengajukan VISA ke Australia harus mempunyai uang minimal sebanyak 50 juta, dia bilang tidak benar beritanya. Dan waktu saya tanya lagi, berapa banyak uang yang seharusnya dianggap cukup untuk berkunjung ke Australia, mas petugasnya cuma senyum manis dan ngasih jawaban standard bahwa “selama semua dokumen dan persyaratan nya lengkap, kemungkinan besar VISA nya akan disetujui”. Titik.   Lalu ketika semua dokumen diperiksa, step ketiga adalah membayar harga resmi, yaitu Rp 940,000 untuk biaya mengurus VISA Australia dan diminta untuk menunggu dan kembali ke TKP (paling cepat) 5 hari lagi untuk mengambil semua dokumen dan untuk mengetahui apakah VISA saya akan disetujui atau ditolak. Saya diberi tanda bukti pembayaran dan keterangan jam kerja bagi kantor tersebut untuk mengurus dan pengambilan VISA. Sebelum mengambil VISA kita di tempat yang sama, kita bisa mengecek proses VISA kita melalui internet, http://www.info@vfs-au-id.com untuk mengetahui apakah VISA kita sudah bisa diambil di AVAC atau belum (tapi dari situ kita belum tahu apakah VISA kita udah di approve atau di reject) karena AVAC akan memberi kita amplop tertutup.   Masa2 menunggu VISA adalah masa yang menyebalkan, harap2 cemas. jadinya tak ada yang bisa saya lakukan selain menunggu dan menunggu.   Setelah hari ketiga, saya mulai mengecek status VISA saya, disitu masih tertulis ”forwarded to Australian Embassy”, yang artinya, dokumen saya sudah berada di kedutaan Australia untuk dinilai, layak atau tidaknya VISA saya disetujui atau ditolak.   Lalu di hari kelima, saya check lagi statusnya di internet, sekarang statusnya udah ganti “forwarded to AVAC”, yang artinya VISA saya udah bisa ambil dan saya akan segera tau, gimana status VISA saya.   Secara kantor saya masih satu area dengan gedung Plaza Esia, langsung aja jam 09.00 pagi itu saya terbang kesana untuk ambil VISA dan you know what ??? counter untuk ngambil VISA hanya dibuka mulai jam 14.00 aja looohh, bodoh, bodoh, bodoh !. (Lesson learn : lain kali kalo mau ambil VISA check dulu jam bukanya, seperti yang sudah tertulis di kertas brosur yang mereka berikan ke saya sebelumnya). Akhirnya saya pulang lagi ke kantor dan karena malu, siangnya saya meminya OB saya untuk mengambil  VISA dengan memberikan surat kuasa (tapi ternyata kalo cuma ngambil VISA doang nggak perlu surat kuasa, yang penting ada tanda bukti pembayaran asli yang di cap berwarna) dan begitu sang OB siang itu kembali ke kantor membawa amplop tertutup, saya nggak berani buka. Beberapa jam itu amplop masih saya diemin, takut menerima kenyataan bahwa VISA ditolak dan duit sekitar Rp 1 juta melayang. Akhirnya pada sore harinya barulah saya berani buka dan tadaaaaaaaaaa…VISA atau ijin masuk ke Australia tersebut disetujui oleh pemerintah dan kedutaan Australia dan kertas VISA nya ditempel dengan mans di passport saya. Rasanya, tiada yang lebih indah daripada melihat kata2 APPROVED di VISA tersebut. Surat cinta aja lewat, haha   Jadi kesimpulan nya, mengurus VISA Australia itu tidak se sulit dan menyeramkan seperti yang banyak orang kira. Asal semua dokumen lengkap dan persyaratan nya dipenuhi, rasanya akan lancar2 saja.     To be continued…   Australian Visa Application Centre (AVAC) – Jakarta Plaza Asia Lantai 22, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 59, Jakarta Selatan – 12960 (Seberang FX Plaza) Telepon : (021) 5140 1590-91                                                                      Email : http://www.info@vfs-au-id.com   Jam Kerja : 8:30 sampai 16:00 – Senin sampai Jumat (kecuali ambil VISA mulai jam 14.00 siang)

[indobackpacker] Wisata Upacara Adat?

Di Ponorogo… Selalu ada Festival Reog Nasional (kalau nggak salah sekarang yang ke-16… may be) selama satu bulan penuh. Pesertanya dari seluruh Nusantara (Jakarta, Palembang, Balikpapan, etc). Juaranya manggung di alun2 kota Ponorogo, dihadiri ribuan masyarakat sekitarnya, diakhiri dengan pesta kembang api. Satu bulan menjelang Bulan Muharam, semua aparat pemda (lurah, camat, bupati) menggunakan pakaian ala warok, seperti baju pangsi, hitam-hitam dengan kaos loreng merah-putih. Selanjutnya dimainkan ketoprak berlakon pertempuran Warok Singo Kobra vs Warok Suromenggolo (kalau nggak salah judulnya “Suminten Edan”)… Sehari sebelumnya adalah Kirab pusaka, dari kota lama ke kota baru sekarang, napak tilas sejarah Bathoro Kathong/Lembu Kanigoro.
Regards, Adi Kuncoro

“Andika Prasetyo” Sent by: indobackpacker@yahoogroups.com 2008-12-22 14:53 Please respond to andika To: cc: Subject: RE: [indobackpacker] Wisata Upacara Adat?
Di bulan Desember ini bertepatan dengan datangnya tahun baru Hijriyah (Muharam), tahun baru jawa (Sura/o). Tentunya akan ada banyak acara adat/agama di berbagai tempat. Setau saya kalo di Jogja/Solo pastinya akan keluar gunungan dari Keraton. Di Jogja biasanya ada acara di berbagai tempat, diantaranya pantai Parangkusumo, seputaran keraton ada upacara mubeng beteng (keliling beteng keraton, berjalan kaki dan tidak berbicara), menarik untuk diliput.
From: indobackpacker@yahoogroups.com [mailto:indobackpacker@yahoogroups.com] On Behalf Of ada_aruna Sent: 22 December 2008 14:15 To: indobackpacker@yahoogroups.com Subject: [indobackpacker] Wisata Upacara Adat?
Dear backpackers… Saya lagi hunting upacara2 adat yang eventnya Des/Januari ini. Seperti yang baru2 di Kuningan. Ada yang punya informasi? Khususnya yang Jawa atau Sumatra bagian Selatan. Supaya mudah dijangkau :P
Terima kasih.
No virus found! Checked by AVG – http://www.avg.com Version: 8.0.200 / Virus Database: 270.9.19/1857 – Release Date: 21/12/2008 15:08