Tag Archives: ongkos-ke-ujung-genteng-dari-bogor

UJUNG GENTENG, AGUSTUS 2011

CATATAN SEKILAS : UJUNG GENTENG, AGUSTUS 2011

Lebaran kemarin (Agt 2011) saya berkesempatan liburan ke Ujung Genteng. Kesan yang saya dapatkan adalah …. SANGAT INDAH, khususnya daerah pantai Panarikan. Mungkin karena belum banyak eksplorasi yang dilakukan, sehingga lokasi2 pantainya masih alami. Semoga selamanya begitu agar keindahan pantainya tetap terjaga.

Berikut ini adalah beberapa informasi yang saya peroleh selama disana. Mungkin bisa bermanfaat bagi teman-teman yang berencana kesana. Saya menggunakan mobil pribadi sewaktu kesana. Namun, angkutan umum tersedia juga, walaupun harus berganti-ganti. Perjalanan dengan mobil pribadi memakan waktu sekitar 7 jam, dengan rute Jakarta – Bogor – Ciawi – Cicurug – Cibadak – Pelabuhan Ratu – Kiara Dua – Jampang Kulon – Surade – Ujung Genteng – Cibuaya. Menurut catatan saya, dibutuhkan sekitar 23 liter bensin untuk 1 arah perjalanan. Jika pulangnya menggunakan rute yang sama, tinggal di kali kan 2 saja. Kota tempat transit adalah Surade. Semua bis dari Bogor maupun Sukabumi akan berakhir di Surade. Kemudian dari Surade kita bisa melanjutkan perjalanan dgn menggunakan mobil sejenis Angkot (Suzuki Carry) berwarna merah dgn jurusan Surade – Ujung Genteng – Cibuaya. Sewaktu hendak memasuki Desa Ujung Genteng, kita akan diminta membayar Retribusi Daerah Wisata sebesar Rp. 18.000 / mobil. Didaerah Pantai Cibuaya kita juga diminta retribusi Rp. 2000, sebagai bentuk bantuan kerjasama dalam membangun jembatan swadaya masyarakat.

ONGKOS BIS : Bogor – Surade = Rp.35.000 (Bis Budi Bakti, MGI) Sukabumi – Surade = Rp. 20.000 (Bis Langgeng warna coklat) ONGKOS ANGKOT : Surade – Ujung Genteng = Rp. 6.000 Surade – Pantai Cibuaya = Rp. 10.000

Mengapa pantai Cibuaya? Lokasi pantai yang terbaik untuk bermain air dan juga tempat banyak homestay penduduk disewakan, adalah di daerah pantai Cibuaya. Oleh karena itu disarankan untuk ambil penginapan didaerah tersebut. Jika diurutkan sesuai tempat wisatanya, maka rutenya adalah Cibuaya – Pantai Barat – Pantai Pangumbahan (tempat penangkaran penyu) – Pantai Cipanarikan.

Objek wisata disekitaran pantai Cibuaya yang bisa dikunjungi adalah : PENANGKARAN PENYU PANTAI PANGUMBAHAN : disini kita bisa melihat 2 sesi, sesi pertama melepas tukik penyu ke laut (jam 17 setiap sore), sesi kedua melihat penyu dewasa datang untuk bertelur pada malam hari (jam 21 setiap malam). Biaya tiket : 2 x Rp. 5.000/org. PANTAI CIPANARIKAN : disini kita bisa melihat bertemunya hilir sungai Cikaso ke Laut Selatan. Tempat disini sangat indah, dilengkapi dengan delta pasir dengan angin yang berhembus kencang sehingga membuat pasir memiliki siluet2 yang indah. Disisi lain, ombak yang bergulung-gulung sampai 3 tingkat. Saya jadi teringat film Cast Away nya Tom Hank dimana pulau tempat ia terdampar sebenarnya sangat indah, sangat alami…Cuma karena sendirian, ia tidak menikmatinya. Untuk ke tempat ini, kita bisa menggunakan mobil pribadi atau ojeg sampai ke suatu hutan yang terdekat, parkir disitu, lalu berjalan kaki sekitar 500m menyusuri hutan bakau sampai ke pantainya. Ingat, jalan rusak. Jadi jangan gunakan mobil yang butuh “dimanjakan”. Ongkos ojeg p-p dari pantai cibuaya sampai ke panarikan ini adalah sekitar Rp. 40.000. Mungkin bisa dinego, apabila kita menggunakan homestay milik si tukang ojeg.

Beberapa penginapan di Pantai Cibuaya yang sempat saya catat : Penginapan Pak Ajod : 0878 2062 0842 (tepat didepan pantai cibuaya) Penginapan Bungsu : 0878 2097 9878 (tepat didepan pantai cibuaya) Pondok Pakidulan : 0878 7770 1831 (tepat didepan pantai cibuaya) Pondok Deri Putra : 0857 5944 9226 Pondok Febi : 0856 2491 4469 Pondok Amanah : 0815 6324 7205 Penginapan Adventure : 0878 7667 8791 (lokasi ditepi pantai, namun terpencil dan agak gelap. Bukan di Cibuaya lagi, tapi sudah menuju ke tempat penangkaran penyu. Namun jika ingin menikmati kesendirian, sepertinya tempat ini cocok.) Penginapan Pemda milik Penangkaran Penyu Pangumbahan : Jika sedang tidak ada kunjungan dinas dari Pemda, maka penginapan ini disewakan. Ada sekitar 4 rumah yang tersedia dan masing2 disewakan Rp. 250.000/malam. Hanya saja jika menginap disini, kita harus mempersiapkan makanan kita sendiri, atau bawa bahan mentah dan masak disitu, karena untuk membeli makanan jauh kemana-mana. Satu rumah bisa diisi sekitar 5-8 orang. Bisa menghubungi Bpk.Janawi : 0859 2132 0362 atau Bpk. Ujang : 0878 2068 8431.

Homestay yang saya catat : Homestay Mas Ilyas : 0852 9546 7296 (saya menginap disini dan sewaktu lebaran itu, tarifnya Rp. 400.000/mlm, dan bisa diisi sampai 15 org. Mungkin di hari lain bisa lebih murah. Walaupun rumahnya tidak ditepi pantai, namun cukup dekat ke pantai. Hanya sekitar 50m saja. Mas Ilyas sendiri sangat kooperatif, dgn senang hati mau membantu segala kebutuhan, misalnya membeli ikan untuk dipanggang, mengantar kita ke tempat2 yang menarik, sampai memanggangkan ikan buat kita di tepi pantai barat. Semua jasanya gratis. Profesi utamanya adalah mengojek.) Homestay Mas Budi : 0878 2060 2385 (beliau ini juga seorang nelayan. Ia mau mengantar para tamu dengan perahunya ke suatu tempat yang disebut Ombak Tujuh. Lokasi dimana ombak bisa sangat tinggi sampai tujuh tingkat. Harga yang ditawarkannya untuk 1 perahu isi 10 orang adalah Rp. 600.000. Bisa dinego. Jika tidak sedang melaut, ia biasa mengojek di sekitar pantai Cibuaya.)

Untuk membeli ikan-ikan segar untuk keperluan memanggang, bisa menghubungi Bpk. Erna, satu-satunya pedagang ikan di daerah pantai Cibuaya. Rata-rata harga ikan adalah Rp.30.000 / kg. Rumahnya berada sejajar dengan Penginapan Bungsu dan Penginapan Pakidulan yang didepan pantai.

Demikian sekilas informasi yang saya dapatkan selama liburan saya yang baru lalu. Semoga dapat membantu teman-teman yang berencana ke daerah tersebut.