Tag Archives: penginapan-di-situ-gintung

Bawa memorabilia perang ke Indonesia

Dear all, Sesuai dng judul,saya mau nanya,terutama utk yg sdh pengalaman.Saya punya saudara yg war buff,pas tahu saya mau ke vietnam,dia pun nitip macem2 memorabilia perang vietnam,salah satunya helm bekas perang.Nah,mslhnya saya ga tahu helm ini bakal lolos gak pas masuk indonesia,dan ternyata harganya lumayan jg.Kalau memang rawan disita,saya ga akan beliin buat dia.Jadi,kalau ada yg sdh pengalaman,mohon sharingnya ya.Japri juga boleh.Terimakasih banyak utk tanggapannya ya..

Sasri Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sedikit informasi meragukan, banyak informasi membingun

Kalo menurut saya, semakin kita banyak tau, semakin kaya… Kita juga harus mencari informasi di tempat yang benar. Kita bisa mencari informasi yang lebih detil, seperti untuk suatu tujuan, kita tau no/ rute bis-nya, tempat pemberhentian bis. Berapa meter jalan kaki, view jalannya bila memungkinkan. Jadi walau kita perempuan jalan sendiri di LN, kita tetap merasa nyaman, karena kita sadar informasi kita sudah cukup.

Bila ada informasi yang bertolak belakang, kita memang harus analisa sendiri kira2 apa penyebabnya.

Untuk saya kepuasan research ini mempunyai andil sekitar 60% dari perjalanan itu sendiri… (tipe planning :-) )

frida

Pandangan orang Asing – usul membuat leaflet – kumpul uang receh

Bookmark this category

wahhh.. ide yg bagus bangettt.. count me in yah guys!! gimana kl kita fokusin mulai januari? kebetulan saya skrg seorang marketing di sebuah perusahaan EO. & awal tahun berencana utk resign, jd saya bisa bantu2 yg sy bisa scr sukarela.. hehehe :)

— In indobackpacker@yahoogroups.com, Aji Nugraha wrote: > > Ide yang sangat menarik nih. Jujur saja, saya mengikuti milis ini karena kurangnya informasi mengenai tempat-tempat pariwisata di Indonesia. Dari sini pengetahuan saya tentang keindahan daerah Indonesia semakin bertambah. Mengapa tidak kita sampaikan apa yang sudah kita alami ini ke orang lain yang tidak join/tidak tahu mengenai milis ini. > > Sudah saatnya kita bergerak. Saya lihat responnya sangat bagus, dan sebaiknya segera kita realisasikan sebelum semangatnya menguap lagi. > > Bagaimana kalau kita ketemuan dan membahas hal ini (sesuai dengan usul Pak Sumartok, salam kenal Pak ). Usul saya minggu depan -hari Senin atau Selasa- kita ketemuan di Jakarta? (bila banyak yg berdomisili di Jkt). Sebagai pertemuan awal mematangkan konsep saja. Apabila ada rekan yg diluar Jkt dan ingin berkontribusi, mungkin kita bisa lakukan teleconference (?). > > Atau mungkin ada usul lain yang lebih baik? > > > Salam, > Aji Nugraha > > > > > > ________________________________ > From: Gabriella Maria > To: indobackpacker@yahoogroups.com > Sent: Thu, 17 December, 2009 8:54:26 > Subject: [indobackpacker] Re: Pandangan orang Asing – usul membuat leaflet – kumpul uang receh > > > Saya tertarik dengan bahasan ini, walaupun tidak mengikuti dari awal. Rasa gemas akan kondisi pariwisata kita memang amat amat sangat mengganggu. > > Negara lain sampai memasukkan tarian Bali atau budaya Indonesia ke Discovery Channel… kenapa kita tidak bisa. APakah mahal sekali? Mungkin teman-teman ada yang tahu tarifnya? > > Begini aja, kita kumpul uang dari uang receh… terinspirasi dengan kasus Ibu Prita. Gaungnya akan terasa, semua rakyat akan sadar.. mulai dari yang termiskin dapat berpartisipasi, dan lebih mudah menyadarkan rakyat kita akan pentingnya Pariwisata, dibandingkan maaf nih.. menarik investasi di Pertambangan atau Hutan yang hanya sekian tahun, alam rusak dan recoverynya justu sangat mahal atau tak terbayarkan. COba Pariwisata, mau tidak mau hutan di jaga untuk trekking spt iklan Malaysia, arung jeram, rumah tua/tradisional, sawah, kebun-kebun buah spt promonya agrotourism Thailand. Saat ini kayu Ulin – atau kayu besi di Kalimantan sudah punah :( (. Buah Kapul juga sudah tidak ada. > > Untuk urusan setting iklan, saya yakin banyak creator, designer handal Indonesia yang mau tanpa dibayar untuk membuat kampanye atau iklan yang sangat OK. Leaflet hanya terbatas, tp saluran TV international, gaungnya lebih OK dgn visual+musik, lebih mengena dan lebih lama dalam ingatan. > > Ini yang mengusik dan ide saya… > > — In indobackpacker@ yahoogroups. com, intan f wrote: > > > > Dear Rekans, > > > > Wah senang sekali kalau bisa merealisasikan hal ini. Betul juga usul Pak Sumartok agar jangan terlalu banyak mencetak leaflet karena merusak hutan dengan banyaknya kertas yang terbuang. Tapi saya tetap merasa promosi dengan materi cetak perlu karena bisa langsung dilihat saat itu juga dan si pemberi leaflet bisa langsung “memprospek” calon wisatawannya hehe. Sekedar usul: > > > > – leafletnya ini dibuat untuk pulau-pulau utama Indonesia dan masing-masing ada semacam “Top 5 Destinations” > > – untuk distribusi, selama belum ada dana, kita print sukarela saja dan titip ke teman-teman yang ke luar negeri dan juga ke orang-orang asing di dalam negeri > > – lalu tenaga yang diperlukan: penulis, editor teks, penyeleksi foto, penerjemah (siapa tau bisa ada bahasa Belanda, Jerman, Jepang dll), > > – usul banner yang seragam dan dipasang di blog kita masing-masing juga sangat efektif. > > > > Terus terang saya nggak punya pengalaman sama sekali tentang marketing ataupun kampanye hehe. Cuma gemas aja beberapa kali ketemu orang asing, masih saja ada yang bertanya, “I heard Bali is nice?” dan saya cuma bisa menulis Karimun Jawa, Kelimutu di buku notes mereka. > > > > Jadi mohon petunjuk teman-teman lainnya… > > > > Salam, > > Intan > > > > > > — On Wed, 12/16/09, sumartok@ wrote: > > > > From: sumartok@ > > Subject: Re: [indobackpacker] Pandangan orang Asing – usul membuat leaflet > > To: “Anggi Sinaga” , indobackpacker@ yahoogroups. com > > Date: Wednesday, December 16, 2009, 9:40 PM > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Dear Rekan2x, > > > > > > > > Wah, topik yang seru sekali ini. Saya pikir kita harus merealisasikan hal ini, yg pada intinya kita bersatu dan bersama2x membangun pariwisata Indonesia secara sukarela. Indonesia banyak sekali potensi alam yg bisa dijadikan objek wisata, tp sayang “Marketing” nya kurang baik. > > > > > > > > So, daripada terus menyalahkan instansi yg terkait dgn pariwisata, sptnya ide yg bagus kalo kita bisa lakukan secara swadaya, sbg pecinta backpacker n pariwisata. > > > > > > > > Kalau koin peduli Prita bisa mengumpulkan Rp 500jt sampai saat ini, kenapa kita tidak bisa lakukan hal yang sama utk membangun pariwisata bersama2x. Saya siap untuk sumbang tenaga, pikiran, waktu dan bahkan materi sesuai kemampuan saya. > > > > > > > > Saran saya, utk promosi pariwisata keluar, kita bisa gunakan website, kita buat website yg informatif dan atraktif. Biayanya darimana? Kita akan sukarela menyumbang dan tentunya kita kelola bersama. Utk leaflet, sebaiknya jgn terlalu banyak juga, mengingat setiap kertas yg kita habiskan, akan semakin merusak hutan kita. > > > > > > > > Website yg kita buat ini harus sgt informatif dan dgn design yg bagus. Terus kita bisa mempromosikan website ini ke setiap org yg kita kenal, baik di dalam maupun luar negri. Media social networking kan sudah cukup besar di Indonesia, kita bs gunakan jg utk campaign. > > > > > > > > Nah, kalo sudah ada bbrp org yg sukarela mau kerjakan project ini, gimana kalau kita ketemuan dan membahas hal ini segera. Setuju? Mari kita jadikan Indonesia lebih maju dgn mulai kita mencintai alam kita, merawatnya dan memasarkannya sehingga negeri ini akan menjadi negeri yg luar biasa indah dan bisa hidup dari sektor pariwisata. Saya bukan siapa2x, tapi sy percaya setiap koin ataupun keringat yg kt keluarkan utk tujuan mulia, pasti memperoleh hasil yang baik. Gerakan koin peduli Prita sudah membuktikannya. So, kita buat gerakan peduli pariwisata? Silahkan urun rembugnya dari teman2x. Thanks. > > > > > > > > Regards, > > > > > > > > Sumartok > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >

cari barengan ke bangkok n phuket , bulan feb 2010..

Bookmark this category
hi,ada yg rencana pergi ke bangkok n phuket tanggal 26 feb 2010 – 6 maret ga? kl ada, kita bareng ya?kan kl ada temennya bisa share biaya n ada temen buat jalan2.. :) soalnya ini pertama kali saya pergi kesana..modal nekat aja :D ok, tolong info-in ya teman kl ada yang mau bareng..

Salam :)

adakah orang indonesia yang sudah mendaki semua seven summit?

…selain berziarah ke 7 puncak dunia, yang menjadi acuan untuk diakui sebagai bangsa yang berdaulat di dunia petualangan adalah berjalan ke kutub utara dan selatan…
Sekilas seingat saya Malaysia sudah melakukannya…lebih gampang kan, cuma jalan kaki doang…hehehe…
Beberapa teman pernah terpikir, supaya perusahaan mau memberikan sponsor, bagaimana kalo pemilihan anggota tim expedisinya dilakukan seperti seleksi idol. Atau dikemas acara “Nadine Goes to Everest” (Chandrawinata lah ;) …walaupun pada akhirnya Jeng Nadine cuma stay di basecamp terakhir…
Karena kalo tidak melibatkan base konsumen yang banyak agak sulit mengharapkan ada perusahaan di Indonesia yang minat.
Ah, tapi buat apa susah2 mengejar seven-summit. Lah wong mendarat di bulan saja, bangsa kita mampu kok!!
…cuma NASA belum mau jadi sub-contractor kita….
Tabik, Puguh