Tag Archives: penginapan-murah-di-banyuwangi

Palu (via postie)

Bookmark this category
Mas/Bpk Ari.. memang benar, di Palu kebanyakan objek wisatanya Air/Pantai kalo waktuny sempit, ke pantai tanjung karang. view pantainya kalo menurut saya tetep nomor satu.. ;)

kalo penerbangan ke Palu, selain Batavia Air, adanya Lion sama Sriwijaya.. kalo Lion transitnya di Makassar dulu. kalo Sriwijaya hanya ada 1 flight jam 6 pagi dan transit di balikpapan sekitar 3 jam. Jadi yang paling mending ya Batavia karna penerbangannya langsung, ga pake transit. semoga membantu…

salam…

2010/4/12 Adhari Suryaputra

> > > Kawan2, > > Kalau jadi, akhir bulan ini saya ada perjalanan dinas ke Palu. Ibarat > sambil > berenang minum air, tertarik juga utk explore potensi wisata di sana. > Apalagi ini kali pertama saya ke Palu. > > Mohon informasi potensi wisata apa saja di Palu. Saya sudah coba riset > kecil2an dan kayaknya mereka lebih banyak menawarkan wisata pantai/air. Apa > ada situs2 sejarah di sana yg menarik utk dikunjungi? > > Saya agak kaget juga tidak ada flight garuda ke sana ya… Kalau > berdasarkan > pengalaman teman2, selain batavia air, pilihan saya apa saja ya? > > Terima kasih sebelumnya? > > Salam, > Ari > > [Non-text portions of this message have been removed] > > >

[Non-text portions of this message have been removed]

Malam hari di Jogjakarta enaknya kemana?

Bookmark this category
Teman2 yang backpackers,

Tolong kasih ide dong, kalo malam hari di Jogja itu enaknya ngapain selain ngider2 di Malioboro? apakah ada spot2 asik yang bagus di kunjungi kalo malam hari? Rencananya akan ada 3 malam dihabiskan di Jogja, kalau pagi – sore banget sudah tau mau kemana aja, tapi kalo malam belum tau.

Thanks yah. justasimsim

[Non-text portions of this message have been removed]

Jiri & Sagarmatha Circuit – Nepal

Teman;
Sebelum berangkat saya sempat melempar beberapa pertanyaan ke Milis. Terimakasih atas responsnya, dan berikut umpan balik saya setelah mengalami sendiri hal-hal yang saya tanyakan di Milist.
SITUASI UMUM. Terimakasih rekan Aria Widyanto buat update situasi. Benar bahwa off-season seperti ini banyak penginapan/tea house/toko yang tutup dan ditinggal pemiliknya. Jadi `local knowledge’ guide/porter sangat penting untuk bisa maju satu desa sebelum matahari terbenam untuk memastikan bahwa ada penginapan yang buka di desa berikut.
Bahkan klinik di Periche yang tadinya membuat saya agak nyaman kalo harus menghadapi keadaan darurat, juga ternyata tutup, dan akses ke dukungan medis terdekat hanya ada di Kundhe-Kumjung.
Saya tiba sedikit sebelum moonsoon, sehingga sepanjang trek cuaca cukup bersahabat. Tapi tiga hari terakhir sebelum pulang meninggalkan kathmandu, hujan selalu turun, dan koran mulai memberitakan longsor dibeberapa tempat. Wabah kolera juga mengikuti di salah satu distrik.
ACUTE MOUNTAIN SICKNESS(AMS) Terimasih untuk Rekan….(maaf emailnya terhapus), yang menyarankan mengkonsumsi Bee Polen setiap hari sebelum masuk ke ketinggian untuk menghindari AMS.
Saya minum madu tiap pagi, dan untungnya tidak mengalami gejala AMS.
Tapi sulit juga untuk meng-isolasi faktor mana yang mengakibatkan tidak timbulnya AMS. Melihat poster yang ditempel beberapa tempat disana, tampaknya ada tim riset yang mencari trekker untuk jadi volunteer untuk mengukur korelasi jumlah konsumsi gula dengan timbulnya AMS. Tampaknya ada indikasi kalo cukup gula yang di konsumsi, AMS cenderung tidak timbul.
Lain dari itu, saya jalan mulai dari Jiri, dimana beberapa kali melewati daerah dengan ketinggian diatas 3000-m, sampai akhirnya sampai di Namche(3400-m). Sehari aklimatisasi di Namche dan setelah itu beberapakali nakal karena di beberapa etape yang menurut buku panduan dilalui dalam dua hari, oleh guide saya dibikin jadi sehari.
Sherpa ternyata punya teori sendiri tentang AMS. Ang Sona Lhakpa Sherpa, rupanya memperhatikan ketika saya aklimatisasi di Namche. Menurut dia;”If you are ok down there, you are ok here”. Hal tersebut dia sampaikan ketika memberi tahu bahwa kami akan menempuh rute Periche(4200m) ? Gorak Shep(5200-m) dalam 8 jam. Menurut LP, untuk rute tersebut biasanya ditempuh dengan menginap semalam di Lobuche (4900-m).
Hal yang sama kami ulangi lagi ketika dari Portche Tenga(3700-m) ke Gokyo(4800-m). Tapi kali ini di Gokyo Sherpa saya yang masuk ke kamar dengan kepala berbalur bawang putih. Sakit kepala katanya, tapi karena angin dingin dan bukan karena naik terlalu cepat.
Harus saya percaya ilmuwan ato Sherpa? Saya pilih percaya Sherpa saya.
WATER PURIFIER Akhirnya saya dapet di toko Zephyr, sebelah STC senayan; Micropur Forte MF1T, berupa tablet desinfektan air. Kata penjualnya tablet ini keluaran Katadyn. Satu tablet untuk satu liter air. Harga Rp 3000 per tablet. Rasa air juga tidak terlalu terganggu.
Menggunakan water purifier adalah yang paling praktis dan ekonomis untuk trekking di Sagarmatha mengingat; karena ketinggian, air mendidih dibawah temperatur 100 derajat(toh bakterinya cuma pingsan). Harga air masak relatif tinggi. Solusi membeli air minum kemasan buat saya juga tidak memberi rasa nyaman, mengingat saya melihat di salah satu toko, setumpuk plastik merek air botol yang belum di tempel ke botol.
Alternatif lain; di daerah Thamel banyak toko yang menjual cairan Iodine untuk desinfektan air.
TINGKAT KESULITAN TREK Dengan ketinggian maksimum diatas 5500 meter, trek Sagarmatha bisa di golongkan sebagai trek yang mudah. Penginapan dengan selimut hangat ada ditiap perhentian, dan selalu dilengkapi dapur yang siap memasak makanan yang relatif akrab di lidah (Tuna Pizza di 5200-meter!). Ketersediaan supply logistik juga bukan masalah.
Variable yang tak-terkontrol adalah munculnya AMS. Pun itu terjadi, dapat ditangani dengan turun dan mencoba kembali untuk mencapai ketinggian (selama persediaan Rupee masih ada).
Temperatur rendah dan angin memang sesuatu yang tidak biasa buat manusia tropis seperti kita, tapi faktor tersebut bisa diatasi dengan peralatan. Untuk bulan July, fleece jacket dan raincoat dilapisan luar ternyata cukup nyaman. First layer sinthetic juga sangat membantu (saya mendapat dari joeitem.multiply.com), yang bertahan selama perjalanan hanya dengan beberapa kali cuci dan cepat kering.
Paling optimum memang menggunakan Lukla sebagai pintu masuk dan keluar. Trek dari Jiri tidak terlalu istimewa.

KL on 6 – 9 march 2009

Hi juga Nila, rate di Travellers Palm Lodge waktu itu RM25/bed/night. regards, ririe yudhinia.multiply.com

Subject: RE: [indobackpacker] Re: KL on 6 – 9 march 2009Date: Mon, 9 Feb 2009 13:00:01 +0700From: nila.kusuma@energi-mp.comTo: nizamia@hotmail.com; indobackpacker@yahoogroups.com

Hi Riri Saya berencana pergi ke Malaysia Maret 25.. Harga room rate untuk Travellers Palm Lodge berapa? Thanks. Cheers Nila
From: indobackpacker@yahoogroups.com [mailto:indobackpacker@yahoogroups.com] On Behalf Of yniavSent: Saturday, February 07, 2009 11:29 PMTo: indobackpacker@yahoogroups.comSubject: [indobackpacker] Re: KL on 6 – 9 march 2009

hi Riza,May 08 kemarin Rie ke KL, nginep di Traveller’s Palm Lodge di JalanRembia – Bukit Bintang. Kamar n kamar mandi disana bersih n murah,dapet breakfast juga, dan ga terlalu jauh dari stasiun monorail. Untukkesana kamu bisa pake monorail dari KL Sentral turun di Bukit Bintangikutin Jalan Bukit Bintang ampe ketemu KFC trus belok kanan ke JalanChangkat Bukit Bintang, setelah menyeberangi Jalan Alor akan ketemuJalan Tengkat Tong Shin, di sebelah kiri ada Jalan Rembia.Info tambahan, kalau kamu suka jalan (dalam arti sesungguhnya) & adarencana ke KL Tower, bisa dicoba naik monorail dari Bukit Bintangturun di Bukit Nanas. Dari situ ada trek ke KL Tower lewat Bukit NanasForest Reserve, semacam cagar alam lah kalo disini. Jangan kuatirtersesat karena ada penunjuk arahnya. Suasananya asyik, ada tangga ygcukup curam, jembatan gantung, dan ada monyet2 juga.Tahun lalu rie sempet cobain Eye on Malaysia di Lake Titiwangsa, yangasyik sih bukan naik ferris wheel-nya tapi lihat laser performancedisana. Sayangnya tahun ini dah pindah ke Melaka River, jadi rada jauhdeh…Kalo mau makan di food court mall, sepanjang Jalan Bukit Bintangbanyak sekali pilihan. Kalau saya lebih milih wisata kuliner di JalanAlor dekat penginepan.regards,ririeyudhinia.multiply.com _________________________________________________________________ What can you do with the new Windows Live? Find out http://www.microsoft.com/windows/windowslive/default.aspx
[Non-text portions of this message have been removed]

Majalah National Geographic TRAVELER edisi INDONESIA

Teman-teman, FYI: Majalah National Geographic TRAVELER edisi INDONESIA telah beredar perdana.
Kisah Perjalanan Laut Bali-Komodo: Berhari-hari-hari menyeberangi ratusan mil laut, menjelajah selat, menyinggahi gugusan pulau di jalur laut, dan berinteraksi langsung dengan kehidupan lokal manusia pantai. Wisata Keheningan: Tempat-tempat dimana raga dan jiwa Anda bertaut dalam harmoni Ragam keagungan London Lanskap dan budaya Negeri Tirai Bambu.