Posts Tagged ‘perjalanan-ke-baduy’

Catatan Perjalanan ke Baduy

Wednesday, August 29th, 2012

Written by:

Urang Kanekes

Saya tidak tau apa yang ada dalam benak mereka, ketika sekelompok orang dengan teguh bertahan pada pola pokir dan perilaku yang menurut saya primitif…

Pikiran ini yang pertama kali timbul dalam benak saya ketika menginjakkan kaki di kampung suku Baduy. Melihat wajah-wajah lugu dan bersahaja di pagi hari menyisir ladang yang baru dibuka untuk persiapan musim tanam padi tahun ini sungguh sangat kontras dengan hiruk pikuk terminal Ciboleger yang jaraknya hanaya beberapa ratus meter dari perkampungan terluar suku Baduy.

Sekilas Tentang Baduy

Ditemani seorang pemandu dan seorang porter, saya melanjutkan ke kampung Cibeo, Baduy dalam. Ada beberapa perkampungan baduy luar yang kami singgahi. Menurut pemandu kami, banyak kampung baru di wilayah baduy luar yang didirikan. Dahulu hanya ada belasan kampung saja, namun sampai bulan Agustus 2012 total sudah ada lebih dari tigapuluh kampung di wilayah baduy luar.

Penduduk kampung baduy rata-rata sangat tertutup dan misterius, bahkan ketika kami berpapasan dan menyapa mereka dengan senyuman, mereka cenderung untuk tak mengindahkan kami. Saya sempat senewen dan merasa tertolak, untung saja ada dua teman dan satu pemandu kami yang bisa diajak komunikasi.

Makin mendekati kampung Cibeo, semakin jarang orang yang kami temui. Beberapa kali kami menemukan deretan lumbung dan “rumah ladang” – rumah kedua nbagi masyarakat baduy apabila mereka terlalu sibuk di ladang dan tak sempat pulang ke kampung – dan semuanya kosong. Rupanya mereka semua sedang di ladang untuk bercocok tanam.

Larangan bagi suku baduy untuk bersinggungan dengan masyarakat dan dunia modern sangat ketat. Untuk urusan transportasi, mereka sangat melarang menggunakan sarana transportasi yang ada, semisal sepeda, motor, mobil, kereta bahkan kuda. Itu sebabnya saya tidak melihat hewan berkaki empat yang dipelihara di sini. Larangan juga berlaku bagi penggunaan sumber energi modern seperti listrik dan alat-alat yang menggunakan listrik. Seperti wajarnya, di dalam komunitas selalu saja ada kelompok rebel. Ada beberapa orang yang dengan sembunyi-sembunyi mendengarkan musik melalui handphone dan bahkan salah satu rumah di kampung Gajeboh memasang poster Avril Lavigne dan beberapa penyanyi lainnya.

Jangan harap Anda bisa berinteraksi dengan seluruh masyarakat Baduy, mereka hanya akan berbicara jika ada perlunya. Tidak seperti masyarakat Indonesia pada umumnya yang terkenal dengan budaya basa basi, suku Baduy tidak demikian. Entah mereka takut dengan pu’un (ketua adat) atau memang mereka percaya pamali jika berbicara dengan orang asing/ luar suku Baduy.

Ngomong-ngomong tentang orang asing, suku Baduy dengan keras menolak kedatangan bule dan keturunan tionghoa yang ingin melihat kampung mereka dan uniknya, larangan ini ditulis secara mencolok dan vulgar di pintu masuk desa Kanekes. Mereka hanya menerima kunjungan dari bangsa Arab dan warga pribumi.

Apa Yang Bisa Dilakukan

Sebaiknya jika berniat mengunjungi kampung Baduy, sediakan waktu paling tidak dua hari. Selain jarak antar kampung yang cukup jauh dan memakan waktu, Anda bisa mengistirahatkan otot kaki Anda untuk perjalanan berikutnya. Selain itu, Anda akan punya waktu menikmati indahnya danau dan mandi di sungai yang jernih dan bermain di jembatan akar yang letaknya beberapa kilometer jauhnya. Anda juga bisa membeli hasil kerajinan suku Baduy, berupa tenunan khas Baduy dan pernak pernik lainnya. Pada musim-musim tertentu mereka juga menjual madu hutan yang diambil dari sarang lebah kiar, bukan budidaya.

Cara Paling Murah Menuju Baduy

-Menuju Ciboleger

Akses termurah dengan Kereta Api dari Jakarta menuju ke Rangkas Bitung (Kereta Ekonomi rata-rata Rp. 2.000). Dari Rangkas Bitung dilanjutkan ke terminal Aweh dengan angkot warna merah Rp. 4.000. Dari terminal Aweh dilanjutkan menuju terminal Ciboleger naik Elf dengan ongkos Rp. 12.000-15.000.

Berikut ini jadwal kereta dari Jakarta menuju Rangkas Bitung (perlu di update, ini hanya acuan yang saya dapat dari majalah backpaker)

Jadwal Kereta Tanah Abang-Rangkasbitung No. KA Dat Ber Dari Tuj Keterangan 882 7.37 7.41 Jak Mer Patas 194 8.00 Thb Rk Rangkas Jaya 896 8.28 8.30 Jak Rk Pnp Lokal 898 9.15 9.17 Pse Rk Pnp Lokal 900 10.15 10.17 Pse Rk Pnp Lokal 902 11.37 11.40 Jak Rk Pnp Lokal 884 13.37 13.40 Jak Mer Banten Express 904 15.37 15.40 Jak Rk Pnp Lokal 906 16.37 16.40 Pse Rk Pnp Lokal 196 17.00 Thb Rk Rangkas Jaya 908 17.27 17.30 Jak Rk Pnp Lokal 910 18.00 18.02 Pse Rk Pnp Lokal 912 19.30 Thb Prp Pnp Lokal 914 20.02 20.05 Jak Rk Pnp Lokal Jadwal Kereta Rangkasbitung-Jakarta No. KA Dat Ber Dari Tuj Keterangan 897 4.10 Rk Jak Ekonomi 899 4.50 Rk Pse Ekonomi 901 5.20 Rk Pse Ekonomi 193 6.00 Rk Thb Rangkas Jaya 905 6.30 Rk Jak Ekonomi 881 7.50 7.53 Mer Jak Banten Express 195 10.00 Rk Thb Rangkas Jaya 907 11.10 Rk Jak Ekonomi 909 12.05 Rk Pse Ekonomi 911 13.05 Rk Pse Ekonomi 913 14.35 Rk Jak Ekonomi 883 15.54 15.57 Mer Jak Patas

Keterangan:

Jak = Jakarta Kota

Pse = Pasar Senen

Thb = Tanah Abang

Rk = Rangkasbitung

Mer = Merak

Prp = PR Panjang

-Menuju Baduy Dalam

Hanya bisa diakses dengan berjalan kaki. Track menurun dan mendaki, cukup melelahkan. Kalau berjalan normal, butuh waktu sekitar 3,5 jam dari Ciboleger ke Baduy Dalam (Kampung Cibeo) atau 2 jam dari Baduy Luar (Kampung Cikakal) ke Baduy Dalam (Cibeo). Tidak ada track yang ekstrim seperti memanjat atau melompat.

Waktu Terbaik

Semua waktu, kecuali:

Hapit-lemah (penanggalan Baduy) atau bulan Kawalu (penanggalan Sunda dan Jawa) atau bulan Februari-Maret (penanggalan Masehi). Ambil jarak 1 bulan ke depan dan belakang untuk amannya, jadi bulan Januari-April. Pada masa ini, Baduy Dalam tidak boleh dimasuki pengunjung. Juli-Agustus. Biasanya pengunjung ramai karena sedang libur sekolah. Musim hujan. Jalan akan menjadi licin. Tips

Jangan menggunakan jasa pemandu yang sudah terkenal (seperti Pepi atau Agus Bule). Saya coba cerita pengalaman saya, semoga menjadi pelajaran dan berguna bagi Anda yang berencana mengunjungi Baduy. Sewaktu inquiry, saya menemukan nama mereka di www.backpackinmagazine.com. Saya kirim sms ke Pepi dan bertanya apakah bisa jadi pemandu ke Baduy dan dia mengiyakannya. Beberapa waktu kemudian, hampir tiap hari SMS datang dari dia menanyakan jadi tidaknya saya berkunjung ke Baduy. Pada hari H, sesampai di Ciboleger saya langsung dipatok harga 400 ribu untuk jasa pemandu, diluar penginapan, porter, dan makanan. Caranya sangat sopan, tapi saya tau muka-muka dia yang money oriented gitu. Saya deal dengan harga 300 ribu untuk jasa pemandu dan dia mengajak salah seorang porter namanya Diyat dengan bayaran Rp. 50.000/ ransel. Yang mengejutkan, setiba di penginapan dia malah menyuruh si porter (Kang Diyat) untuk mengantar kami ke Baduy dalam (Cibeo) dan dia malah menunggu di penginapan. Jadi disini saya mulai sadar, jika si PEPI ini adalah semacam makelar saja. Dia hanya mengambil keuntungan dari orang macam saya dan kang Diyat (porter). Dalam perjalanan, saya berbincang dengan Kang Diyat tentang dunia pemandu di Baduy dan ternyata di terminal Ciboleger banyak sekali pemandu selain Pepi dan Agus bule dan harganya jauh lebih murah. Pepi dan Agus Bule hanya beruntung karena namanya ada di web backpacker dan punya HP sehingga mudah dihubungi. Bila Anda datang dari jauh dan tidak pernah masuk ke Baduy, sebaiknya Anda menggunakan jasa pemandu. Jangan lupa bertanya secara langsung pada pemandu Anda tentang harga dan biaya-biaya yang kemungkinan timbul selama di Baduy. Lebih baik datang berombongan lebih dari 5 orang karena biaya yang dikeluarkan akan lebih murah untuk penginapan (rumah penduduk) dan makanan yang disediakan oleh penginapan (rumah penduduk) Tidak ada kasur Baduy, Anda hanya akan tidur beralaskan bambu pipih dan cuaca bisa sangat dingin menjelang dini hari, jadi persiapkan jaket atau sleeping bag Tidak ada MCK, semuanya dilakukan di sungai. Untuk perempuan sebaiknya membawa sarung untuk penutup badan saat mandi. Sandal gunung/ sepatu gunung lebih disarankan untuk medan perbukitan seperti di Baduy ini. Tidak ada listrik dan sinyal HP jadi sebelum masuk ke kampung Baduy, pastikan batere HP penuh. Jangan lupa membawa senter untuk penerangan malam hari. Kampung Baduy dalam tidak diperkenankan mengambil foto dan beberapa penduduk baduy luar juga menolak difoto. Info Pemandu : Kantor Sekretariat Desa Kanekes (untuk perizinan) 085710421117 dan Kang Diyat 085890436149 atau bisa menjumpai mereka di terminal Ciboleger

Cerita dan Catatan Perjalanan. Mohon share pengalamannya.

Friday, January 14th, 2011

Written by:

Teman-teman,

Baduy kayaknya udah sering dikunjungi dan diceritakan ya. Masih dengan semangat JJJSB (Jalan-Jalan Sepelemparan Batu), saya ikut trip ke Desa Balingbing, Lebak, salah satu yang termasuk Baduy Luar.

Kalo nyeritain ada apa di Baduy kayaknya udah terlalu sering ya. Jadi, saya sempet corat-coret bikin dua tulisan tentang Baduy.

Detox Virus Kota di Baduy: Catatan Perjalanan ke Baduy http://endrocn.wordpress.com/2011/01/13/detox-racun-kota-di-baduy/

Kami Pun (Tak) Ingin Berubah: Cerita dari Perjalanan ke Baduy: http://endrocn.wordpress.com/2011/01/13/kami-pun-tak-ingin-berubah-cerita-perjalanan-ke-baduy-luar/

Buat yang pernah ke Baduy, mohon di-share pengalamannya ya terutama pas interaksi sama orang-orang Baduy Dalam. Jangan-jangan itu cuma pengalaman (atau perasaan) saya aja 🙂

Salam,

  Endro Catur NugrohoE  : endrocn@yahoo.comB  : http://endrocn.wordpress.com

Seeing the world differently. Let’s travel responsibly.

[Non-text portions of this message have been removed]

————————————

Kunjungi website IBP: http://www.indobackpacker.com

Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan.

SPAMMING atau forwarding tidak diperkenankan. Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari JUMAT.

Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian yang perlu saja.

Cara mengatur keanggotaan di milis ini:

Mengirim email ke grup: indobackpacker@yahoogroups.com (moderasi penuh) Mengirim email kepada para Moderator/Owner: indobackpacker-owner@yahoogroups.com Satu email perhari: indobackpacker-digest@yahoogroups.com No-email/web only: indobackpacker-nomail@yahoogroups.com Berhenti dari milist kirim email kosong: indobackpacker-unsubscribe@yahoogroups.com Bergabung kembali ke milist kirim email kosong: indobackpacker-subscribe@yahoogroups.com

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> Your email settings: Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/join (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email: indobackpacker-digest@yahoogroups.com indobackpacker-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to: indobackpacker-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

[indobackpacker] Bermalam di Bandara Changi

Thursday, May 14th, 2009

Written by:

Hi Satriyo,
Untuk info bermalam di Changi Airport menurut saya sih possible, silahkan di browse infonya disini http://www.sleepinginairports.net/asia/singapore.htm
Yang jadi masalah apakah boleh masuk ke dalam airport kalau flight kita besok harinya, secara tempat yang enak buat tidur itu di dalam airport setelah area check in.
Saran saya sih kalau terpaksa coba aja cari backpacker hostel yang kamar rame-rame (dorm) costnya gak terlalu tinggi juga and tidur lebih nyaman 🙂
Cheers, Dennie Kristian
ygjugalagibrowsinghoteldiSingaporebuatminggudepan
2009/5/14 Patria Satriyo Respati : > > > Dear rekan-rekan IBP, > > Mau minta pencerahan mengenai Bandara Changi, Singapore, nih. > > Di Bandara Changi apakah memungkinkan untuk kita bermalam tanpa harus ke > hotel yang ada di sana ? > > Maksud saya bermalam dengan cara tidur di bangku panjang atau kursi yang ada > di sana ? > > Karena rencananya tanggal 25 Juli yang akan datang, saya dan teman berencana > hendak ke Singapore. > > Tapi kegiatan kita di tanggal 26 baru selesai pukul 20.00. > > Sementara pesawat kita hanya ada satu kali jadwal penerbangan dan itu > sebelum pukul 20.00. > > Jadi kita berencana untuk bermalam di Bandara Changi-nya sambil menunggu > pesawat tanggal 27 esok harinya. > > Menurut rekan-rekan, apakah hal tersebut memungkinkan ? Atau sudah ada yang > pernah bermalam di Bandara Changi ? > > Mohon pencerahannya yah rekan-rekan, soalnya selama ini masuk Singapore > tidak pernah lewat Changi. He he he. > > Atas informasi dan pencerahan rekan-rekan, kami ucapkan terima kasih banyak > sebelumnya. > > Salam backpacking, > > Satriyo > >

Info Update Biaya Perjalanan ke Baduy 07 Maret 2009

Thursday, March 12th, 2009

Written by:

Temans sekedar update perjalanan ke Baduy yang baru kami jalani via bis tanggal 07 Maret 2009, total biaya yang dihabiskan sebesar Rp.148.000 / orang untuk 3 hari 2 malam sebagai berikut :
Berangkat
Bis 3/4 Terminal X Deres – Terminal R. Bitung (Mandala) Rp.17.000 – Lama perjalanan +/- 3 jam Angkot Terminal R. Bitung (Mandala) – Pasar (AW) Rp.3.000 – Lama perjalanan +/- 10 menit Bis 3/4 Pasar (AW) – Desa Ciboleger Rp.10.000 – Lama perjalanan +/- 3 jam Total biaya berangkat Rp.30.000
Desa Ciboleger
Menginap 2 malam di rumah yang disiapkan kang hari sebenarnya tidak dibebankan tarif, tapi karena kami juga makan dari sana maka kami berinisiatif untuk memberikan penggantinya untuk 4x makan + minum sebesar Rp.40.000 / orang
Begitu juga dengan guide, info terakhir untuk guide biasa dikasih Rp10.000 / orang, artinya seandainya yang ikut 5 orang guide akan mendapatkan RP.50.000. Berhubung kang Ubad udah nemenin kami selama 13 jam, bahkan dari jam 07.00 kang Ubad udah standby di rumah, kami sedikit memberikan lebih sebesar Rp.30.000 / orang
Sebelum masuk ke Baduy Luar kami diminta registrasi terlebih dahulu di jaro Kaduketug, dapat memberikan alakadarnya karena tidak ada aturan juga yang mengharuskan. Untuk 5 orang kami memberikan Rp.10.000, jika di bagi per orang maka sebesar Rp.2.000
Pulang
Bis Elf Ciboleger – Pasar (AW) Rp.12.000 – Lama perjalanan +/- 2 jam Pasar (AW) – Terminal R. Bitung (Mandala) Rp.3.000 – Lama perjalanan +/- 10 menit Bis 3/4 Terminal R. Bitung (Mandala) – Kali Deres Rp.17.000 – Lama perjalanan +/- 3 jam Total biaya pulang Rp. 32.000
Tambahan
Makan nasi + telur + sayur di warteg pasar R. Bitung (AW) Rp.6.000 Bakso bakar + es teh manis di Terminal R. Bitung Rp.8.000 Total biaya tambahan Rp.14.000
Info harga souvenir
Gelang akar & rotan kecil Rp.2.000 Gelang akar & rotan besar Rp.3.000 Kain selendang Rp.30.000 Tas koja Rp.20.000 Cangklong rokok Rp.2.000 Cincin Rp.1.000 Tas HP Rp.10.000 Gantungan kunci Rp.2.000 Lonceng Rp.2.000 Bedok (golok) ada ukiran khas Baduy Rp.100.000 Bedok (golok) biasa Rp.50.000 Kaos ukuran M Rp.17.000 Kaos ukuran L Rp.20.000 Pakaian adat Baduy (model baju koko itam or putih) Rp.50.000

Thanks
Best Regards, Ferdi fedixn.multiply.com

[indobackpacker] info samudra beach hotel

Thursday, March 5th, 2009

Written by:

saya pernah nginep di lantai yang sama dengan ‘kamarnya’ Ratu Laut Selatan di Samudra Beach Hotel. Masuk kamarnya boleh kok, tinggal minta ijin dan motret juga bebas (waktu itu motret juga), paling kasih tips aja buat yang nganterin.
ratenya (Desember 2007) standard 560 ribu, deluxe 680 ribu, ekstra bed kalo ga salah 125 ribu, trus asyiknya kamar menghadap pantai (seinget saya semua kamar).
salam dari Borneo.
Wassalam, Endah RH