Tag Archives: rokok-di-singapore

Itinerary 2 weeks – Java Island, perlukan bantuan

Bookmark this category
beberapa masukan aja, semoga belum terlambat: 1. day 3: kecuali menyewa mobil, sepertinya agak sulit dari kampung naga bisa sampai di bandung lagi jam 2pm. 2. day 6: kalau udah di sekitar prambanan, saya rekomendasikan mampir di ullen sentalu, www.ullensentalu.com, museum tentang budaya jawa 3. day 8: mungkin maksudnya sunrise ya, bukan sunset? setelah sunrise, sepertinya bisa tuh mampir ke pulau sempu kalau mau sewa mobil. lagunanya cantik.

hv fun!

-sondang-

> ________________________________ > From: psikex07 > To: indobackpacker@yahoogroups.com > Sent: Tuesday, September 15, 2009 8:44:54 AM > Subject: [indobackpacker] Itinerary 2 weeks – Java Island, perlukan bantuan > > > Dear all, > > Salam perkenalan. Saya join indobackpack from 2007. B4 my 1st backpack trip to Indonesia. Tetapi jarang sekali post any topic or story, cuma membaca post2 dari kalian.Saya kagum dengan kepelbagaian culture di Indonesia.bagi saya di Indonesia itu masih banyak tempat2 yang belum tercemar oleh pembangunan dan pemikiran corupsi manusia-manusia yang lebih menghargai kebendaan & kekayaan wang ringgit dari memelihara & mengekalkan budaya & tinggalan nenek moyang kita. > Terus saya fall in love dan amat kagum dengan semangat kalian menyampaikan informasi & berkongsi story dengan sekalian yang mempunyai hobby yang sama, backpacking. > Saya planning akan kembali backpacking ke java island selama 2 minggu. > Justeru saya meminta jasa baik & komen tentang cadangan itinerary saya sama ada sesuai ataupun tidak.kalau di sekitar jogja dan bali saya confident sedikit kerana saya pernah ke sana. Tapi kalau bandung belum pernah & Surabaya only stay for a while.transit. > Bisa bantu saya dengan mencadangkan tempat2 menarik di java island yang cocok dengan masa 2 minggu saya. > > -psikEx, KL. > > My 2 weeks itinerary : > > Day 1 > > Arrive at Bandung at early morning > Check in to By Moritz, near train station at Jln. Kebon Sireh > City tour â?” Museum, historical places, market, souvenior street > Lunch > At evening tour around Jeans Street > Back to hotel, bath & prepare for night tour > Dinner & night tour > > Day 2 > > Depart to Tangkuban Perahu at early morning, take a bus at terminal > Trekking to the top > At noon depart back to Bandung & on the way down stop at the nearby village/town > Watch the cultural performance, adu domba/wayang golek > Back to hotel take a bath & rest > Dinner > Night performance > > Day 3 > > Visit Kg. Naga from morning till 11.00 am > Get back to Bandung terminal buy ticket to Borobudur/Jogja > Depart to next destination at 2.00pm > Arrive at Borobudur > Check in at Pondok Tinggal > Dinner at hotel > > Day 4 > > Visits Borubudor complex at early morning for sunrise > Visits Candi Mendut & Pawan > Lunch > Visits surrounding village > Depart to Jogja > Arrive at Jogja at 7.00pm check in at hotel at Jln. Sastrowijayan > Dinner > > Day 5 > > Jogja city tour around market,keraton, pasar burng & tamansari > Visits batik shops & souvenior streets > Lunch â?” Nasi Gudeg > Wayang Kulit perfomance at night > > Day 6 > > Continue journey to Candi Prambanan at early morning > At noon depart back to Malioboro street, lunch. > Last night tour around city & souvenior shops > > Day 7 > > Depart to Surabaya by train/bus > Arrive at 4.00pm > Continue to Probolingo & then take bromo to Cemero Lawang > Overnight at Cemero Lawang > > Day 8 > > Trekking at early morning to Bromo to see sunset > At noon get down to Cemoro Lawang check out from hotel & depart back to Surabaya/Probolingo for bus to Bali > > Day 9 > > Stay another day at Surabaya/depart to bali > > Day 10 > > Depart to Surabaya/Probolingo for bus to Bali > On journey to Bali > > Day 11 > > Arrive at Bali â?” preferably at morning > Check in at hotel at Poppies Lane > Bali tour > Nightlife & dinner > > Day 12 > > Tour around mas,celuk,batubulan & ubud till 3.00pm > Then heading to tegalalang and continue to Denpasar at night for dinner > Get back to Kuta > > Day 13 > > Visits The Mother Temple â?” Pura Besakih till 11.00am > Depart to Pura Ulu Batur > At evening visits Pura Tanah Lot > Heading back to Kuta via Denpasar > Dinner at Kuta Beach > > Day 14 > > Bali > > Day 15 > > Bali > > Day 16 > > Depart back to KL > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >

Krakatau 9,10,11 April 2009

Ternyata banyak juga temen IBP yang ke krakatau. Saya mendarat di pesisir pasir hitam anak Krakatau Sabtu sore (11 April). Batuk-batuk si anak krakatau memang sedang aktiv-nya. Tadinya ga berani merapat ke anak krakatau, tapi oleh bapak pengemudi kapalnya dibilang, jangan takut ada jarak amannya kok. Kebetulan juga sedang tidak ada petugas penjaga taman nasional ini. Akhirnya kami di bawa sampai tonggak ke 5 lereng krakatau. cukup menyeramkan juga karena setiap beberapa menit, pasir-pasir dan batu-batu berhamburan terlempar ke sekitar kaldera disertai suara gemuruh yang menggetarkan jantung siapapun yang mendengarnya. Cuaca yang cerah, dan angin yang bertiup ke arah utara, membuat saya bisa menikmati keindahan alam taman nasional dengan maksimal. Sungguh menakjubkan!

Foto-foto di krakatau saya share disini: http://www.flickr.com/photos/c_motz

Salam,
Rahmad Setiadi
_____
From: indobackpacker@yahoogroups.com [mailto:indobackpacker@yahoogroups.com] On Behalf Of Astari Yanuarti Sent: Monday, April 13, 2009 3:14 PM To: indobackpacker@yahoogroups.com Subject: Re: [indobackpacker] Update: Krakatau 9 April 2009

Wah, Mas Aris…sama dong. Saya juga ada di Krakatau. Berangkat pas hari pencentangan ( 9 April), lewat pelabuhan Canti Lampung. Jadi saya melakukan Krakatau Night Trip pada Jumat ( 10 April) mulai dari jam 18.00 WIB sampai pukul 02.30 WIB.
Dengan menaiki “kapal pesiar super mewah” saya bersama tiga rekan mendekati Gunung Anak Krakatau hingga 400 meter dari bibir pantai Anak Krakatau. Tentu saja tak bisa berlabuh karena intensitas letusan makin sering ( tiap lima menit sekali, waktu kami tiba di kaldera Krakatau). Selain gemuruhnya yang top markotop, kami juga kehujanan abu vulkanik dengan bau belerang yang menyengat.
Jadi, demi keselamatan dan bisa mengambil foto dengan tenang, kami pun mendarat di Pulau Rakata ( ada dua grup sedang kemping di sana, jangan-jangan Mas Aris ada di antara dua grup ini yak?). Dan menikmati kembang api alami terindah dari sana. Sempat berniat menginap di pulau ini, tapi kami tidak membawa peralatan menginap, meski sempat ditawari oleh guide grup bule yang berangkat dari Anyer, untuk bergabung di tenda mereka.
Akhirnya kami kembali ke Pulau Sebesi, di tengah letusan dan dentuman Anak Krakatau yang makin sering, hujan deras, angin kencang, gelombang liar, dan petir. Karena kami naik “kapal pesiar super mewah”, kondisi alam ini jelas tak menguntungkan. Goyangan keras, hentakan, dan nyaris tumplek, membuat saya sport jantung.
Giling dah, pelayaran tengah malam itu menambah daftar pengalaman ‘seram’ saya naik kapal. Maklum, saya nggak bisa berenang. Jadi yang ada di otak saya kala itu adalah, kalo kapal ini beneran tumplek, saya musti ngapain ( mustinya sih saya tetap ngambang, karena saya sudah memakai jaket pelampung). Akhirnya saya lebih banyak berdoa supaya perjalanan kami selamat.
Cuaca buruk ini terjadi di perairan Kepulauan Krakatau. Ketika sudah keluar dari wilayah ini, cuaca membaik, jantung pun kembali berdetak normal. Alhamdulillah.
Kami berniat kembali lagi ke sana dalam waktu dekat. Tapi tidak dengan naik “kapal pesiar super mewah” itu. Kapok euy…kalau laut sedang bersahabat, memang tak masalah. Tapi kalau kondisi laut seperti malam itu, jelas tidak aman untuk berlayar. Jadi kemungkinan kami akan kembali dengan rute dari Anyer/Carita, memakai boat yang layak.
Astari Yanuarti
NB: kapal pesiar super mewah = kapal klotok kayu milik nelayan yang hanya muat untuk 6 orang berbadan kecil.