Tag Archives: tambang-emas-baru-yang-ada-dipantai-lombok

Exploring Hidden Beach di Lombok Selatan Naik Motor Matic

Halo IBPers…

Saya baru pulang dari exploring keliling di Lombok Selatan….berikut catper (kasar) saya

Day 1. Dari Bali pukul 7.30 pagi saya bersama Travelmate saya naik motor Vario menuju Padang Bai dengan lama perjalanan 1 jam setengah, setelah sampai di Pelabuhan saya makan nasi bungkus 5rb perak isi ayam, telor dan tempe orek dan harus menunggu hampir sejam sampai Ferry berangkat. Biaya penyebrangan Rp.101.000,- untuk Motor (include passanger) dan Rp. 659.000 untuk Mobil (sudah termasuk isi2nya jg). Langsung melanjutkan tidur di Ferry

Perjalanan laut sekitar 4 jam dan kita tiba di Pelabuhan Lembar sekitar pukul 3 sore. Melanjutkan perjalanan menggunakan motor menuju Sekotong, sepanjang perjalanan belum ada tanda2 keberadaan pantai, jalanan awalnya cukup halus dan bagus, tetapi lama-lama menjadi ancur dan banyak lobang. Melihat penduduk sekitar ternyata mereka mempunyai tambang emas sendiri2 di depan rumah (baru tahu kalo di NTB byk emas). Sehari mereka bisa menambang emas dengan penghasilan 1,5 gram (kalo di kali harga emas 500rb/gram bs dpt 750rb tuh). Saya sempet berhenti dan bertanya, benda apakah ini (seperti drum berjejer 6 dan berputar seperti adukan semen), berasa norak karena belum pernah lihat benda seperti itu (maklum orang kota-red). Dan berbincang-bincang dengan penduduk lokal kalau mereka bisa dengan mudah mendapatkan tanah yg mengandung emas dengan mengambil di bukit2 ber karung2 kemudian setelah menjadi emas baru mereka jual di Toko Emas atau Pegadaian yg ternyata cabangnya di sana banyak bener.

Setelah melewati rumah2 yg banyak mesin penambang emas akhirnya saya sampai di Pantai Nimbong, bertemu dengan ibu asli sana yang tinggal di desa nelayan dengan bahasa asli sana dan saya tidak mengerti, kemudian anak2 nelayan dengan berbondong2 mengerubungi saya untuk minta di foto2 dan mereka excited bgt.

Pantai Nimbong saya cek di Google tidak ada, karena memang sepertinya tidak banyak rang yang berkunjung ke tempat ini, dan tidak jauh dari Pantai ini juga terdapat Untitled beach dengan pasir putihnya yang halus dan Bukit2 gersang mengelilingi pantai.

Karena hari sudah semakin sore saya melanjutkan perjalanan menuju Pantai Selong Belanak untuk melihat Sunset, dan tepat sekali begitu tiba di Saat Sunset berlangsung saya sudah sampai di Selong Belanak, hamparan pantai yang panjang membentuk cekungan dengan cahaya Matahari yang perlahan-lahan turun membuat saya semakin cinta dengan Alam Indonesia yang ada hanya saya dan 2 orang turis dari Jepang ikut motret di pantai ini. Dan di Pantai ini belum ada penginapan sama sekali hanya ada beberapa rumah nelayan saja.

Setelah berhasil capture beautiful sunset di Selong Belanak dan hari sudah gelap kemudian saya bertanya apakah ada Hostel di sekitar sini, dan ternyata ada satunya Hostel di dekat Pantai Mawi.

Hostel yang terdiri dari 4 kamar ini harga normalnya Rp 100rb rupiah per malam, karena saya check in jam 6 sore, kemudian saya menawar dengan harga Rp 50rb dengan kamar mandi di luar. Dan dapat Breakfast Pancake + Teh Manis Panas juga euy (mantappp gan).

Dan pada Malam harinya saya merasakan getaran gempa 2x yang cukup membuat isi tamu hotel bangun karena cukup kuat tapi tidak terlalu parah dan agak parno juga karena lokasi dekat pantai Mawi.

to be continue……

thejapra http://thejapra.tumblr.com

[Non-text portions of this message have been removed]