Tag Archives: tarif-penginapan-umbul-sidomukti

suka duka dengan e-tiket

Hanya sedikit mengingatkan pada teman-teman akan jalur pembicaraan kita ini. Tolong dibedakan antara e-ticket dan mobile/kiosk check-in.

e-ticket adalah bentuk paperless atau tanpa kertas dari sebuah tiket yang dikirimkan ke calon penumpang. Bentuk pengiriman biasanya lewat email konfirmasi (bisa dibaca di hape atau komputer, diakses dan dicetak oleh si calon penumpang). Di wiki disebutkan disini http://en.wikipedia.org/wiki/Electronic_ticket

Kebijakan e-ticket bergantung pada maskapai masing2, apakah perlu dicetak atau tidak. Karena itu saya ingin mengetahui pengalaman rekan-rekan terutama yang memakai maskapai LCC/Budget flight yang tentu berbeda antara satu dengan yang lain. Termasuk memastikan identitas si calon penumpang (KTP, paspor, SIM, Kartu Kredit, Kartu ATM etc).

mobile/kiosk check in adalah tehnologi yang dipakai untuk melakukan cek in dan memperoleh boarding pass (HARUS dicetak). Jadi bentuk ini adalah aplikasi selanjutnya dari e-tiket.

Masih ditunggu tanggapan dan sharingnya.

Salam, Ambar

— In indobackpacker@yahoogroups.com, efti anto wrote: > > Wah, bukannya justru gak perlu diprint sama sekali? Beberapa kali saya naik Mandala Air dan Air Asia (terminal 3 sukarno hatta), bahkan Garuda, saya cukup kasih liat kode booking dari hp (yg sudah saya catet sebelumnya) ke petugas yang jaga sebelum counter check in. Pas check in lebih gampang lagi, karena cukup kita sebut kode booking, data kita sudah ada di komputer mereka. > > Jadi gak perlu print tiket sama sekali. Saya justru baru tau kalau ternyata harus diprint dulu. > > Ants > > — On Mon, 5/3/10, andrivb@… wrote: > > From: andrivb@… > Subject: Re: Bls: [indobackpacker] Re: suka duka dengan e-tiket > To: indobackpacker@yahoogroups.com > Date: Monday, May 3, 2010, 7:06 AM > > Dear army and IBP’ers, > > Ada yg lbh gile lagi kalau beli tiket melalui ATM, cukup ksh liat slip ATM yg kecil itu di counter check in,terus dpt deh boarding pass (yg¬† juga berbentuk kertas kayak kertas yg biasa sbg label koper). Sebnrnya bisa sih minta e-ticket setlh bayar di ATM, tp klu bisa pake slip ATM knp mesti cape2 ngeprint dr computer? > > Yg saya tunggu sbnrnya mesin check-in spt di airport luar negeri,jd kalau sdh ada e-ticket tinggal masukin kode booking keluar deh boarding pass,jd gak usah cape antri wktu cek in. Begitulah hidup semakin lama mestinya semakin praktis dan mudah. >

[indobackpacker] Tanya Peta

Di gramedia or peripluss.. Ada kok.. Tp kalo sampe di singapore or KL.. Mereka provide for free kok

Sent from my BlackBerry

Scotland dan Paris)

mungkin kalo cap ngga kali ya, jeng. kan paspor akan dicap saat masuk dan keluar dari suatu negara. misalnya masuk dari belanda dan cabut dari spain.itu misalnya.di tiap negara schengen yang dilalui tidak akan dicap kan?apalagi jalan darat. mungkin untuk menjawab pertanyaan petugas kedutaan yang jeli, kalo misalnya selama perjalanan menggunakan eurail dan memang pernah mampir ke negara dimana kita apply visa. bisa dijadikan bukti bahwa kita memang mampir ke negara tersebut. saya punya pengalaman, 2 tahun lalu pernah apply schengen visa, tapi trip ke tiap negara by train. begitu sampai di stasiun kereta venice (st lucia ato apalah…lupa … short term memory lost heheheh)…ada polisi yang menghampiri dan mencek paspor plus visa. mereka menghubungi seseorang (mungkin petugas imigrasi di stasiun kereta) dan menyebutkan identitas saya yang ada di paspor dan visa. kemudian setelah itu saya tanya (stupid wuestion i think) apakah saya harus mendapatkan stamp kedatangan di itali karena saya apply di italy embassy. jawaban mereka adalah “tidak perlu. lo bisa keluar masuk negara schengen manapun dengan schengen visa dan gak perlu cap”.
pokonya tidak perlu khawatir, selama kita tidak melanggar aturan di negara yang dikunjungin :) kalo apply lagi rese, kasih bukti2 aja bahwa we had spent even in short time in their country.
cheers :)

2009/1/10 Ambar Briastuti
> Betul banget. Saya ke Italia dengan visa Schengen dari Belanda dan ngga > mampir sama sekali. Emang bisa, tetapi ada konsekuensinya terutama jika kita > apply visa Schengen lagi. Yah asumsinya nih Kedutaan kok gampang banget yah > jadi kita cobain lagi. > Ada kemungkinan Kedutaan akan ngecek sistem mereka apakah visa tadi dipakai > atau tidak. Biasanya mereka akan bertanya kenapa kita ngga mampir ke > negaranya (jarang di kedutaan tergantung kejelian petugas). Untuk yang cuman > sekali aja ke Eropa mungkin ngga pengaruh. Tapi jika dilakukan berulangkali > akan menimbulkan kecurigaan. Bagaimanapun sistem schengen itu online yang > saling terkait antara satu negara dengan sistem negara lain. Saran saya > cobalah mampir walau hanya sebentar (yah buat ngecap paspor aja sih). > > Aturan di Schengen jelas menyebutkan harus apply visa di negara yang akan > kita tuju pertama dan atau paling lama ditinggali. > > Salam, > > Ambar Briastuti > www.ceritaambar.com | ym : ambar_briastuti | Adventures. Backpacking. > Photography. > > > On 9 Jan 2009, at 19:19, noni andriani wrote: > > Untuk visa schengen, saya pernah menanyakan langsung kepada petugas bandara > di salah satu negara schengen, bahwa sebenarnya bukan berarti kita apply > visa ke salah satu negara schengen, negara itu yang harus dikunjungi. bukan > seperti itu. > kita bisa aja apply ke suatu negara misalnya belanda, tapi kita datang dari > jerman, tidak jadi masalah. > 1 hal lagi, bukan berarti kita harus ke negara itu juga. itu menurut > petugas > di airport salah satu negara schengen. > > cheers :) > > . > > > >
[Non-text portions of this message have been removed]