Tag Archives: tata-cara-check-in-di-airport-tujuan-domestik-menggunakan-air-asia

Catatan Perjalanan Backpacker Berau keliling vietnam -2

Catatan Perjalanan Backpacker Berau keliling vietnam -2

Negeri Serumpun ternyata ramah, tak seperti yang diberitakan di Media

Rabu pagi kami mulai perjalanan, cek and recheck dokumen menjadi prosedur wajib yang harus kami jalani, untuk memastikan kembali semuanya sesuai rencana. Kami terbang dari berau dengan penerbangan pertama, sesampainya bandara Sepinggan Balikpapan, kami kemudian menuju counter air asia untuk menaruh bagasi, prosedur check in sudah kami lakukan sendiri melalui website. Kemudian dilanjut proses imigrasi dengan mengisi form keberangkatan dan pengecekan paspor oleh petugas imigrasi, proses ini lancar dan hanya memakan waktu 5 menit.

Nasi lemak, makanan khas malaysia, semacam nasi uduk dengan santan kelapa dengan lauk ayam, merupakan favorite kami selama menempuh perjalanan udara balikpapan – kuala lumpur yang memakan waktu 3 jam. Selama perjalanan perasaan was was campur aduk dengan rasa grogi, maklum ini merupakan perjalanan pertama kami ke Malaysia. Kami termakan cerita cerita yang dijual oleh media massa Indonesia yang selalu menggambarkan Malaysia sebagai pihak lawan, menggambarkan orang malaysia tidak ramah terhadap Indonesia, gambaran petugas imigrasi Malaysia yang kaku, dingin dan diskriminatif terhadap orang Indonesia menghantui perasaan saya. Semuanya hilang sesampainya kami di LCCT (low cost carrier terminal), petugas malaysia cukup ramah, dan proses imigrasinya pun cepat. Dan bandara ini sangat bersih. LCCT, merupakan bandara internasional seluas 35.290 meter persegi ini dikhususkan untuk mengakomodasi penerbangan murah terutama Airasia, terletak sekitar 20 kilometer jauhnya dari Gedung Terminal Utama Internasional Kuala Lumpur, dan mulai beroperasi penuh pada tanggal 23 Maret 2006. Bandara ini dibangun dengan biaya kurang lebih sekitar 108 juta Ringgit malaysia dengan fasilitas umum yang sangat bersahabat dengan para pengelana.

Selepas dari bandara kami jalan kaki 5 menit menuju tune hotel yang merupakan anak usaha air asia. Hotel ini cukup mahal untuk kantong backpacker, namun karena lokasinya sangat berdekatan dengan bandara, dan kami harus terbang pagi esok hari menuju hanoi, jadi terpaksa kami pilih. Jalan kaki sangat nyaman karena trotoar beratap yang disediakan oleh pemerintah Malaysia sangat bersahabat bagi pejalan kaki. Yang cukup menarik, selain bandara ini bersih dan toiletnya harum, saya banyak melihat burung gagak hitam berterbangan dan juga hinggap di area parkiran bandara ini.

Buah mangga dan jambu air dilarang masuk Malaysia. Kami harus menginap semalam transit di Malaysia, waktu kami manfaatkan untuk menjelajah menuju pusat kota kuala lumpur. Perjalanan menuju kuala lumpur ditempuh dengan waktu 20 menit menggunakan bus menuju stasiun salak tinggi. Salak Tinggi adalah ibu kota distrik Sepang di negara bagian Selangor, Malaysia. Stasiun kereta api cepat (ERL) terletak di Salak Tinggi, dimana setiap 30 menit terdapat kereta ekspress menuju KL Sentral. Salak Tinggi juga dikenal sebagai Kota Airport, karena bandara internasional dan domestik Malaysia terdapat diwilayah ini. Perjalanan menuju KL sentral dengan jarak tempuh 1 jam menggunakan kereta api, setelah itu kami menuju Pertronas tower menggunakan kereta api, kami berhenti distasiun bawah tanah tepat menara tertinggi di asia tenggara ini berdiri. ERL merupakan kereta monorail bawah tanah. Saya pecinta kereta, dan saya mengalami gegar budaya / teknologi, saya kagum sarana transportasi massal di Malaysia ini. Semuanya serba otomatis, Mulai dari kedatangan di stasiun, pembelian tiket sampai menunggu kereta datang, semuanya dilakukan oleh mesin. Misalnya saat membeli tiket, kita tidak perlu mengantri diloket karena tersedia mesin khusus untuk membeli tiket. Tinggal pilih tujuan anda dan mesin secara otomatis menghitung berapa harga tiketnya kemudian anda cukup memasukkan uang Ringgit dan tiketpun ditangan. Harga tiket termasuk murah, untuk jarak pendek hanya sekitar 3000 rupiah, dan yang menarik, tiketnya bermacam bentuk, ada yang berupa lempengan koin plastik, kertas dan plastik. Tidak ada petugas yang memeriksa dan mengotrol tiket, semua serba mesin, tinggal masukkan / dekatkan tiket anda ke mesin sensor dan palang pintu akan terbuka secara otomatis segeralah menuju ke tempat menunggu ERL. Jadwal setiap kereta sangat berdekatan, jadi tidak perlu lama menunggu terlalu lama. ” sungguh beruntung orang Malaysia, fasilitas transportasi publiknya tertata dan murah”, saya kemudian berandai andai jika saja Jakarta dan kaltim ada kereta seperti ini, pasti akan lebih indah dan lebih menyenangkan. Selama perjalanan di kereta, saya tertarik pada kampanye yang dikeluarkan dinas pertanian malaysia, kampanye dalam bahasa Inggris yang menyampaikan pesan hasil pertanian mangga dan jambu air dari luar negeri dilarang masuk ke Malaysia, “menarik negara semaju ini saja melakukan proteksi terhadap pertaniannya, sedang kita…ah jadi kasihan nasib petani Indonesia, apakah selamanya kita mau jadi bangsa pasar,” ujar saya dalam batin. Mengamati cara hidup dan kesibukan orang malaysia cukup menarik, selama perjalanan didalam kereta kami menjumpai penduduk malaysia beraneka ragam, ada keturunan india, china, dan dominan melayu. Satu hal yang cukup menarik kebanyakan orang malaysia menggunakan telepon selular biasa saja, bukan telepon cerdas, ah…jadi malu terhadap diri sendiri, begitu konsumtifnya kita melahap semua gadget terbaru, blackberry, iphone, pantasan kita menjadi pasar rebutan berbagai macam produk telekomunikasi terbaru.