Tag Archives: telepon-garuda-bidakara

Banyak kota, memuaskan?

Bookmark this category
Dear IBPeers…. jadi tergelitik ikutan nimbrung topik satu ini… Lebih banyak kota / tempat / negara yang di kunjungi lebih memuaskan? Rasanya sih sangat tergantung pada si traveller itu sendiri, sejauh dia enjoy… asyik asyik aja.. mau stay lebih lama di suatu kota/ spot atau ‘buru – buru’ pindah ke kota/ spot lain, di sesuaikan dengan ‘lamanya cuti dan budget’ sih….. karena ada juga pendapat yang mengatakan jika terlalu lama kita berada di suatu tempat ( tidak beranjak  ke tempat lain ) mengarah ke ‘buang – buang budget yang memang ketat’ ….. sementara yang lain lebih senang berada lama2 di suatu tempat karena lebih banyak energi yang dapat mereka serap juga pengalaman yang berharga dengan ’nyemplung’ pada rutinitas keseharian di tempat / kota tersebut..    Saya yakin, sebelum bepergian pasti teman2 hunting banyak informasi tentang kota/ negara tersebut, dari ‘must visit’, how to get in, akomodasi murmer, wisata kuliner hingga ke bahasanya dll…… itu persiapan yang sangat positif dan sangat membantu. Untuk saya, langkah yang sama dengan yang rekan2 lakukan ini ( di tambah chatting2 dengan teman2 cyber yang pernah kesana ) sangat membantu saya untuk memilah dan membatasi, spot mana saja yang saya mau kunjungi – di sesuaikan dengan itu tadi – budget dan waktu. Sesesakali mengingkari itenary yang di buat sendiri juga enggak masalah…. kalau masih betah di satu kota dan tiba – tiba tertarik mau lihat festival/ event yang baru kita tahu saat kita sudah di tujuan, misalnya, kenapa enggak? Atau sebaliknya, semula kita ingin mengunjungi beberapa spot di kota tersebut ternyata kemudian timbul pemikiran ‘spot2nya mirip2 dan begitu2 saja’ juga boleh – boleh saja segera beranjak ke kota lain, siapa tahu ketemu hal yang berbeda…   Saya pribadi, dulunya juga sangat terpengaruh dengan ‘anggapan’ bahwa lebih banyak kota/ negara yang di kunjungi tentu lebih memuaskan, apalagi ketika lebih dari sekali saya mengunjungi negara “S” atau negara “T” tapi pada kesempatan berbeda dan kotanya juga berbeda, lalu beberapa kawan saya buru2 berpendapat kalau saya hanya buang2 budget & waktu saja, karena menurut golongan yang ini, “kalau negaranya sama ya toh  kota2nya gitu2 aja, sama aja, kalau saya pribadi cukup di kota besarnya aja, yang must visit…” …. tapi makin kesini, saya sudah enggak terlalu terpengaruh lagi, apalagi kan solo traveller, jadi enjoy2 aja, walau ke tempat / spot yang sama, pada kesempatan yang berbeda, saya tetep kok dapat pengalaman yang berbeda dan tentunya teman2 baru yang lebih banyak lagi.   Perjalanan kan bukan sesuatu hal yang dogmatic ya temans, yang sarat ‘keharusan’? So, be your self aja, selama enggak merugikan orang dan kita enjoy, why not?

Happy travelling!  

Best Regards,

Lucy bitelucy.blogspot.com

[Non-text portions of this message have been removed]