Tag Archives: tiket-kapal-laut-ciremai-ke-ambon

Ke Ambon piye mas.

Note : chapter selingan, sehubungan pertanyaan untuk kesana gimana…?

Kalau anda pernah mendengar Ambon masih dalam suasana rusuh, mencekam, keamanan meragukan sekarang ini, JANGAN PERCAYA. Kerusuhan sudah lama berlalu. Warga Ambon sendiri tidak suka dengan kerusuhan. Mereka sama seperti kita senang damai, tidak ingin mencari musuh. aku sudah membuktikan sendiri. Selama beberapa hari di manjakan dengan keramahtamahan yang tidak terpikirkan sebelumnya.

Kalau ada yang mengatakan Ambon itu indah, jangan ragu untuk PERCAYA. Kontur dan landscape Ambon sangat indah. Selama beberapa hari saya di manjakan dengan pesona laut biru yang tenang. Merupakan obat bagi yang kita yang selama ini mungkin terjerat dengan kejenuhan dan kebosanan pekerjaan. Aku sudah membuktikan sendiri. Pesona yang sering tanpa sadar membuat decak kagum.

Kalau anda mendengar transportasi ke sana sangat sulit, JANGAN PERCAYA. Karena faktanya untuk ke Ambon sangat mudah dan praktis. Kalau masih ada mengatakan untuk menginjak tanah Ambon membutuhkan perjalanan berhari-hari dan berbulan-bulan, betul kalau kita tinggal di abad silam, dimana transportasi hanya mengandalkan kapal laut. Itu yang dialami pelaut eropa. Perjalanan dari benua Eropa melintas Samudra membutuhkan waktu berbulan-bulan. Sangat betul bukan? Tetapi kita tinggal di era modern yang sedang merasakan berbagai kemudahan khususnya transportasi penerbangan.

Masih ada yang ragu dan masih terbayang betapa sulitnya kesana…ck…ck…duch kena “virus” apa sich sampai masih ragu-ragu begitu? eeee….ada lagi mengatakan butuh waktu berhari-hari. Betul sich, ngga bohong Kalau pilihan naik kapal laut. Ada lho kapal Pelni, KM Ciremai dan KM Siguntang yang melayani Jakarta – Ambon. Pasti mampir-mampir di beberapa kota. Selain itu tergantung kondisi ombak juga. Bisa kebayang butuh berapa hari tuch.

Untuk yang memang advanture pilihan naik kapal sangat tepat. Misalnya dalam rangka membuat reportasi jurnalistik, atau penulis novel yang butuh inspirasi selama perjalanan, jangan ragu memilih transportasi ini. Sebaliknya untuk kaum sibuk yang waktunya terbatas, aneh kalau ngga memilih naik pesawat.

Bicara pesawat, ada yang kritis melihat lamanya penerbangan ia mencatat jadwal keberangkatan dan tiba dari Jakarta ke Ambon dari salah satu airline sbb : berangkat jam 06.00 tiba jam 12.40. Gileeee….hampir 7 jam booooo di pesawat. Mana betah. Kesimpulannya, Ooo….No…no…lupakanlah Ambon. Meski katanya indah, penduduknya ramah, ngga tahan dech lamanya ke sana meski udah naik pesawat. Tiketnya pun pasti mahal. Mending ke Thailand atau Singapur aja.

Gubrak…itu sich namanya kagak minat. Kalau udah ngga minat, pasti cari alasan yang sebenarnya mempersulit sendiri. Malah keterkejutan yang sepintas secara meyakinkan membuat tertawa terbahak-bahak. Karena faktanya ngga begitu. Betul berangkat dan tiba-nya jam segitu. Tapi jangan lupa, pertama itu lokal time, waktu setempat. Jangan lupa ada selisih waktu 2 jam lebih maju di banding Jakarta. Jadi kalau berangkatnya jam 06.00, waktu Ambon adalah jam 8.00. Berarti ada waktu 4.40 menit. Masih kelamaan. Ngga ada yang lebih cepat lagi…? Ooo….bisa kog. durasi waktu tersebut khan karena memilih airline yang transit di suatu tempat. Perkiraan transit bisa sekitar sejam-an. Kalau mau lebih cepat ya pilih yang direct dong, jangan yang transit. Tanpa transit total waktu kurang lebih 3 jam 20 menit. Lho memang ada…? ini datanya sekarang saat mengirim posting ini.

Pilihan Airline

Aku mencatat ada 4 pilihan airline. Garuda, Lion, Sriwijaya, Batavia. Ada juga airline seperti Merpati, Express Air, yang juga ke Jakarta. Oke lah kita catat jadwal 4 airline pertama tadi.

Lion Air Jakarta – Ambon, ETD 01.30 , ETA 07.00. Direct flight. Jangan lupa lokal time ya. Arah sebaliknya Ambon – Jakarta ada 2 pilihan. Jadwal pertama ETD 08.00 – 10.35, direct flight. Satu lagi, flight siang ETD 15.30 – ETA 18.30, transit di Makassar. Rata-rata tiket termurah sekitar 850 ribu.

Sriwijaya, Jakarta – Ambon, ETD 05.30 – ETA 12.05. Rute sebaliknya Ambon – Jakarta, ETD 12.45 – ETA 15.20. Baik dari Jakarta atau Ambon, transit di Makassar. Rata-rata tiket termurah 900 ribu – 1 juta.

Batavia ada 2 pilihan, jakarta – Ambon, ETD 01.05 – ETA 06.20, direct flight. Satu lagi, ETD 06.00 – ETA 12.40, transit di Surabaya. Rute sebaliknya dari Ambon – Jakarta, ETD 06.55 – ETD 08.10, direct flight. Satu lagi, ETD 13.15 – ETA 15.55, transit di Surabaya. Rata-rata tiket termurah 850 ribu – 900 ribu

Garuda Indonesia hanya 1 pilihan, jakarta – Ambon ETD 00.45 – ETA 07.35. Transit di Makassar. Rute sebaliknya Ambon – Jakarta ETD 08.30 – ETA 11.10, juga transit di Makassar. Tiket promo 1 juta.

Pilih mana

Nah bingung khan…? tunda dulu garuk-garuk kepalanya. Kalau doeloe bingung karena ngga ada banyak pilihan, sekarang bingung karena banyak pilihan. Yeaaa…sama aja dulu bingung ngga punya uang, sekarang bingung karena banyak uang. Nah lho….

Sekedar sharing untuk pengalaman ku pribadi, meski persiapan hanya seminggu tetap pake logika pertimbangan. Pertama aku lihat jadwal. Dari pilihan waktu aku prefer yang berangkat subuh dini hari dan tiba disana pagi. Supaya begitu tiba bisa langsung sightseeing. Ngga kepotong setengah hari. Ada 3 pilihan, yaitu Lion, Garuda, dan Batavia. Ketiga airline ini berangkat antara jam 00.00 – 01.30. Berarti masih bisa ngantor. Dari rumah masih ada bis damri yang rata-rata paling akhir jam 21.00. Ngirit gitu lho naik Damri. Di pesawat bisa langsung tidur. Begitu tiba masih pagi bisa langsung lanjut. Check in hotel nanti saja.

Itu juga alasan kenapa tidak pilih Sriwijaya, yang berangkat jam 05.30. Berarti paling lambat jam 03.30 dari rumah. Damri memang ada yang berangkat jam 03.30. Tetapi rasanya untuk check in agak mepet waktu. I don’t like it. Selain itu tidur malam saya terganggu. Berarti paling lambat jam 3 pagi harus sudah bangun. Oooo…ngga nyaman. Tiba di Ambon pas tengah hari. Berarti juga aku kehilangan waktu setengah hari. Mau pergi yang jauh nanggung. Ngga dulu dech.

Diantara 3 pilihan yaitu Lion, Batavia, dan Garuda, ternyata selisih harga di kisaran 100 ribuan. Maksudnya aku perbandingkan Lion, Batavia, dengan Garuda. Pertimbangkan faktor kenyamanan, akhirnya memutuskan memberikan toleransi 100 ribu-an lebih mahal dengan memilih Garuda. Asumsi Garuda tiket promo ya. Kalau yang normal harganya 2 juta lebih sekali jalan ya bakalan emmoooohhhhh….

Hanya saja untuk ke Jakarta, jadwal Garuda kurang asyik. Terlalu pagi. Idealnya pilih flight kedua untuk Lion, Batavia atau Sriwijaya. Ngga perlu bangun subuh-subuh di Ambon-nya. Hanya saja kalau pilih Garuda tiket oneway dan return beda lho. Lumayan juga selisihnya. Akhirnya pilihlah return.

Yeaaa…jadi kalau akhirnya pilih Garuda bukan mau gengsi-gengsi-an. Semata-mata karena selisih harga yang masih on the budget. Jadi aku tetap menggunakan logika efisien. Barangkali anda punya pertimbangan lain yang tidak perlu sama dengan saya. Monggo….

Alhasil meski membayar mahal lebih dikit sebanding dengan yang di terima selama penerbangan. Antara lain karena ngga bisa tidur bisa menikmati inflight entertainment selama perjalanan. Lumayan ada bisa nonton film ketimbang ngeces ngelihat di sebelah ku sudah pules tidur. Selan itu…eeee….ternyata masih dapat makan besar sekitar jam 01.30. Entah termasuk dinner or breakfast, nikmati aja….

Selingan penutup kalau ingin dapat tiket murah masing-masing airline hindari hari raya agama terutama Natal dan paskah. Tiket bakalan melambung tinggi. Informasinya sich begitu.

Jadi…gimana planning yang ingin ke Ambon…? masih ragu-ragu…? oppsss. jangan gitu dong. Bulatkan tekad, planningkan matang sambil mengatakan pada diri anda sendiri : Ke Ambon.siapa takut.??? Let’s go.!!!

Adolf

Selingan, informasi pilihan hotel dan lain-lain menyusul ya.

[Non-text portions of this message have been removed]