Tag Archives: urus-visa-ke-lebanon

Selamat Datang di Rumah Para Arwah

Thanks for sharing, mas Adolf. Infonya lengkap banget

Akhir desember 2009 saya juga ke flores dengan rute yang sama, bedanya habis dari Ende, saya terus jalan darat dan laut sampai ke Lombok.

Waktu di Kelimutu, hanya saya, seorang teman saya, dan para guide saja yang orang Indonesia. sisanya turis-turis luar. yang cukup berkesan buat saya adalah ada seorang bapak penjual minuman dan kain namanya pak Yohanes. Karena kami cukup lama di puncak, waktu itu hanya tinggal 4 orang, tampaknya pak Yohanes agak khawatir sama saya dan teman saya. jadilah pak Yohanes ini tunggu kita berdua sampai puas menikmati pemandangan kelimutu. Kita cukup beruntung karena sama sekali ga berkabut, padahal sebelumnya hujan terus dan sempat gempa juga. Mungkin karena pak Yohanes ini takut terjadi apa2, menurut cerita beliau ada turis belanda yang hilang dan ada juga yang bunuh diri di Kelimutu. tampaknya daerah-daerah di Indonesia ga lepas dari cerita mistis. tapi terlepas dari cerita2 itu, kita seneng banget bisa ditemani pak Yohanes, denger cerita tentang kelimutu, keluarganya, kerjanya. moga2 suatu hari bisa ketemu lagi :)

jangan lupa kalau di kelimutu, coba lempar batu ke arah kawah. saya lupa wkt itu, terlalu senang sudah sampai kelimutu.

Mau nambahin, sebelum pos kelimutu, ada sebuah pintu (menurut penduduk setempat) yang disebut Pere Konde. Pere Konde ini merupakan pintu masuk arwah untuk ke Kelimutu. Penjaga Pere Konde ini disebut Konde Ratu. Di sana ada batu yang dijadikan meja persembahan oleh penduduk. Pere Konde ini terletak di pinggir jalan, sayangnya batu yang berisi info tg Pere Konde ini pecah separo (mungkin karena cuaca).

Foto Pere Konde bisa dilihat di sini http://sysilia.multiply.com/photos/album/43/Kelimutu_Lake

masih belum puas jalan2 di Flores, cantik bgt plus org2nya ramah

Yang butuh info rute dan contact person di Flores, japri yah.

Happy traveling

Sisil

— In indobackpacker@yahoogroups.com, “Adolf Izaak” wrote: > > > > Dari judulnya bukan maksud sharing cerita perjalanan berbau mistis yang menyeramkan. Setelah membaca sharing ini barulah mengerti yang di maksud “Rumah Para Arwah”. > > > Perjalanan melihat danau Kelimutu adalah perwujudan kerinduan terpendam sekitar setahun lalu. Berawal mengunjungi stand yang menginformasikan Danau Kelimutu di pameran Gebyar Wisata Nusantara, April 2009 di JCC, Jakarta. Tertarik dengan penjelasan keunikan danau yang terletak di pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Pasti butuh biaya banyak dan perjalanan panjang menuju kesana. Tetapi demi sebuah niat, di sertai doa permohonan kepada Tuhan agar keinginan terkabul, puji syukur kepadaNYA akhirnya niat kami terkabul. > > Berlima, saya cowok sendiri kami berangkat ke Kelimutu 12 Agustus 2010. Dari sekian banyak alternatif rute kami sepakat memilih rute : Jakarta – Kupang, transit ‘n ganti pesawat lanjut ke Ende. Dari Ende kami melanjutkan ke Moni, sebagai kota atau desa terdekat. Bermalam di Moni lalu melanjutkan ke Kelimutu. Cukup panjang dan melelahkan tentunya. Ya demi terpenuhinya sebuah niat. Apalagi kami sempat di kompori Danau Kelimutu termasuk “must “visit before die”. Sekalipun rute panjang dan biaya tiket boleh dibilang bukanlah murah untuk para backpacker, tetapi juga bukan paling mahal, kami menikmati dan mendapat banyak pengalaman menarik. Ngga nyesel dech…. > > Airline menuju Kupang cukup banyak. Tersedia pilihan Garuda, Batavia, Mandala, Sriwijaya. Kami semula memilih penerbangan Mandala. Alasan, ada connecting flight menuju Ende. Mandala kerjasama dengan Trans Nusa yang menerbangkan kami dari Kupang menuju Ende. Dengan connecting flight bila terjadi delay kami masih terjamin. Pun misalnya terpaksa terjadi cancel flight tuk akomodasi akan ditanggung airline. Tiket Mandala Jakarta – Ende sudah di tangan 2 bulan sebelum berangkat. > > Tetapi kami sempat panik sebulan sebelum berangkat manakala mendapat berita bahwa Mandala menutup rute menuju Kupang. Tiket Jakarta – Kupang tuk kami ber-5 di cancel, uang di kembalikan. Sementara tiket Trans Nusa Kupang-Ende tetap, tidak berubah. Berarti kami harus mencari airline lain, yang sangat mungkin tiketnya jauh lebih mahal. Oh my GOD….Tetapi Tuhan menyertai kami. Selain kami diberikan ketenangan, IA juga menujukkan seseorang yang begitu baik tahu membantu mengurus peralihan tiket. Seorang staf dari Trans Nusa bernama Theresia, dia menghubungi kami. Menawarkan diri untuk mengalihkan tiket dari Mandala ke Batavia. Jadi kami tidak perlu harus remburst ke Mandala. Tidak hanya itu, kami mendapat surprise bahwa tiket pesawat yang dialihkan, Batavia, ternyata lebih murah 200 rb ketimbang Mandala. Berarti masih ada pengembalian.. Semuanya langsung di atur Theresia. Thanks GOD….kami diberikan kemudahan bahkan hadiah kelebihan tiket. Rencana akan kami gunakan untuk saweran city tour singkat di Kupang. Ada waktu tunggu sekitar 3-4 jam sebelum di Kupang sebelum terbang ke Ende….GOD Bless….. > > Tanggal 14 Agustus, subuh dinihari sekitar jam 5.30 kami tiba di puncak Danau Kelimutu. Di puncak ini kami bisa menyaksikan 3 danau dengan warna yang berbeda. Ketinggian dari GPS yang saya bawa berkisar 1.695 meter. Karena tibanya subuh suhu masih dingin…Tetapi kami sudah menyiapkan jaket tebal, senter karena tuk jalan/trekking sekitar 40 menit masih gelap. Kalau mau di persiapkan lagi bisa membawa cemilan atau snack tuk sekedar ganjal perut. Atau kalau mau bisa juga bawa termos hangat. Meski di atas ternyata ada seorang bapak yang jual teh atau kopi hangat. Toilet dan warung tidak ada. Tetapi sebelum tiba tangga menuju puncak ada toilet. Tempat untuk menikmati keindahan ini sudah tertata bagus oleh pemda setempat. Bahkan tersedia juga semacam bangunan berupa tugu yang bertangga-tangga. Pengunjung bisa duduk dan lebih leluasa menyaksikan sunrise dan view bagus lainnya. Demikian juga tangga menuju puncak sudah tertata bagus. Meskipun terjal sudah di sediakan pagar besi untuk pegangan, sehingga memberikan rasa aman pengunjung saat naik atau turun. > > Keli dalam bahasa setempat berarti Gunung, Mutu berarti Mendidih. Mengarftikan sebuah gunung yang masih aktif. Ya…Danau Kelimutu adalah hasil kegiatan vulkanis Gunung Kelimutu. Sampai sekarang Gunung Kelimutu masih termasuk yang aktif. Terjadi-nya 3 danau yang menghasilkan 3 warna menurut informasi yang kami terima adalah hasil letusan tahun 1886. Karena pesona-nya yang unik, termasuk langka di dunia, menjadi daya tarik tersendiri. Karenanya sejak tanggal 26 Pebruari 1992, pemerintah menetapkan Danau Kelimutu sebagai Taman Nasional, yang sesuai statusnya wajib di pelihara dan diperhatikan. > > Keunikan yang tiada duanya di dunia pertama kali di populerkan seorang warga Belanda Van Such Tele. Beliau menemukan kawasan ini tahun 1915. Kemudian andil penting warga Belanda lainnya Y Bauman, tahun 1929, yang ikut menyebarluaskan keberadaan Danau Kelimutu ke khalayak ramai. Ia melukis (karena waktu itu belum ada kamera analog maupun digital) keindahan dan keunikan danau 3 warna ini, di tambah lagi tulisan yang yang menimbulkan minat banyak orang waktu itu tuk datang melihatnya. Mungkin permulaan tersebar di kalangan masyarakat Belanda saja. Lambat laun, berita dari mulut ke mulut atau penyebarluasan informasi, yang waktu itu belum semodern sekarang, semakin mempopulerkan danau Kelimutu. Entah ada relevansinya atau tidak, saat kami tiba di puncak Danau Kelimutu dari sekian banyak pengunjung kebanyakan turis asing / bule. Lainnya, yang masih bisa dihitung pake jari adalah turis lokal termasuk kami berlima. Karenanya selama di atas boleh dibilang kami jarang mendengar wisatawan yang berbahasa Indonesia. Selain bahasa asing yang kami dengar adalah bahasa setempat yang tidak kami mengerti. Oalaaa….kami kog jadi minoritas ya di negeri sendiri….hahahaha…. > > Meskipun tidak ada tulisan Selamat Datang, tetapi rasanya layak bilamana dibuat tulisan “Selamat Datang di Negeri Para Arwah”. Bukan maksud untuk menakut-nakuti. Tetapi berkaitan dengan cerita atau legenda warga setempat akan keberadaan Danau 3 warna. > > Masing-masing danau sudah diberikan nama oleh warga setempat. Masing-masing di awali kata “Tiwu”, yang berarti Danau atau Kolam. Sebutlah tiga nama tersebut, yang cukup sulit di lafalkan bagi yang belum terbiasa, Pertama : Tiwu Ata Pulo yang berwarna merah, ada juga yang bilang coklat kehitam-hitam-an di yakini sebagai tempat bersemayam arwah orang jahat. Kedua : Tiwu Nua Muri Koo Fai, berwarna hijau toska adalah tempat bersemayam arwah muda-mudi, dan Ketiga : Tiwu Ata Mbupu yang berwarna hitam tempat arwah para orang tua atau orang bijaksana. Masih menurut cerita setempat ketiga danau merupakan kampung dan tempat menetap selama-lamanya para arwah. Sebelum menetap di “rumah” masing-masing, para arwah harus menghadap Konde Ratu, sang penjaga pintu masuk Istana Perekonde. Setelah memperoleh IJIN, barulah menempati salah satu danau. > > Penduduk setempat masih percaya itu. Berkaitan kepercayaan ini wajar oleh warga tempat ini di sakral-kan. Pengunjung, terlepas percaya atau tidak percaya, diminta bantuannya ikut menghormati tempat ini. Menjaga kebersihan setempat dari kebiasaan buang sampah sembarangan, menjaga ucapan dengan menghindari caci maki yang tidak karuan, menjaga kebersihan pikiran dengan membuang pikiran kotor atau maksud jahat lainnya. Tidak lebih dari itu. Simpel saja. Percaya dech dengan menghindari pantangan tersebut pengunjung bisa menikmati pemandang indah dan menakjubkan. > > Secara berkala, setahun sekali, ada upacara memberikan sesajen atau makanan untuk para arwah, melalui upacara ritual yang dilakukan warga yang dipimpin tokoh setempat. Pelaksanaan upacara ini akan menjadi atraksi menarik yang layak di nikmati wisatawan. Itu juga alasan mengapa kami rencana tiba di lokasi tanggal 14 Agustus. Menurut informasi yang kami terima tanggal tersebut akan ada upacara adat. Cuma sayang, informasi tersebut kurang bergema publikasinya. Hanya beberapa orang saja yang tahu. Kenyataaannya memang benar di tanggal tersebut diadakan upacara adat. Kami beruntung bisa berjumpa dengan para tokoh adat setempat, lengkap dengan pakaian khas-nya. Sempat juga berfoto-foto. Cuma…untuk melihat upacara pemberian sesajen terpaksa harus kami lewati. Di karenakan tidak jelas jam berapa pelaksanaannya. Semenara, sesuai rencana kami harus segera kembali ke Ende. Apa boleh buat. > > Secara ilmiah, dari informasi yang kami terima, terjadinya 3 warna yang berbeda tidak lepas dari aktivitas reaksi kimia yang terkandung di masing-masing danau. Cahaya matahari serta aktivitas vulkanis ikut membentuk 3 warna yang khas. Sekaligus menjawab secara ilmiah kenapa beberapa kali terjadi perubahan warna. Sebagai catatan, tahun 2009, di 3 danau terjadi perubahan menjadi satu warna saja. Oleh para peneliti, secara berkala melakukan pemotretan dari udara untuk memotret fenomena dan sebagai perbandingan perubahan warna. Ada papan petunjuk yang perlihatkan perbandingan perubahan warna di kurun waktu tertentu. > > Hanya yang belum bisa terjawab secara ilmiah, kapan perubahan warna bisa terjadi. Demikian juga sulit memprediksi kedepannya kapan akan terjadi perubahan lagi. Oleh penduduk setempat perubahan warna diyakini sebagai tanda perubahan alam yang memberikan warning akan terjadi entah bencana alam, atau peristiwa besar lainnya, baik untuk warga setempat maupun untuk negeri ini. Entah kebetulan atau tidak, percaya atau tidak, terjadinya gempa bumi dahsyat yang memakan korban di Flores tahun 1990-an di dahulu terjadinya perubahan warna di Danau Kelimutu. > > Jam menunjukkan pukul 7 pagi. Matahari sudah muncul utuh dari peraduan-nya. Sudah mulai panas. Sudah waktunya kami turun. Tetapi masih ada satu danau lagi yang masih ketutup kabut, yaitu Tiwu Ata Pulo. Belum kelihatan dasar-nya yang hitam. Kami memutuskan menanti sampai kabut tersebut terangkat. Setelah menunggu sampai kurang lebih jam 8, harapan kami terkabul. Pelan kabut terangkat. Kami akhirnya bisa melihat warna danau tersebut. Berarti selama kurang lebih 3 jam kami tuntas bisa melihat semua warna. Seorang warga setempat mengatakan, kami beruntung. Sebab cukup sering Tiwu Ata Pulo ketutup kabut. Cukup banyak pengunjung yang akhirnya hanya bisa menyaksikan 2 warna saja. Thanks GOD… > > Kami pun kembali dengan perasaan puas. Perjalanan panjang dari Jakarta dengan biaya yang tidak sedikit terbayar dengan keindahan, eksotika, danau Kelimutu. Pemandangan yang bikin takjub. Sebuah refrensi yang di tulis seorang traveler asing yang juga pernah ke Danau Kelimutu mengatakan, kalau jejeran Seven Wonders World bisa di tambahkan, maka Danau Kelimutu patut berada di urutan ke 9. Informasi ini semakin menambah rasa bangga dan beruntung masih diberikan usia tuk menyaksikan Danau Kelimutu. Puluhan foto hasil jepretan kami menjadi bukti berharga yang tidak akan terlupakan seumur hidup. Danau Kelimutu adalah bukti bahwa Tuhan mengaruniakan aset dan keindahan alam yang mengundang decak kagum. Hanya sayang, dari informasi yang kami terima, justru lebih banyak wisatawan asing yang datang ke sini ketimbang wisatawan lokal. Ya semoga, dengan semakin banyak yang sharing perjalanan ke Kelimutu, semakin menumbuhkan minat bagi teman-teman tuk datang. Percaya dech, anda tidak akan menyesal. > > Sebagai penutup, informasi tambahan bagi yang berminat ke Kelimutu. Syarat pertama perlu niat kuat, waktu, dana dan doa. Memang biaya tidak sedikit. Tetapi bisa di hemat. Budgetkan saja sekitar 3 juta untuk ber-lima. Ada banyak rute yang bisa dipilih. Alternatif pertama, dengan penerbangan bisa memilih Jakarta – Denpasar – Maumere – Kelimutu. Alternatif kedua, Jakarta – Kupang (Direct flight atau transit) – Ende – Kelimutu. > > Memang disarankan untuk tiba di Kelimutu pagi hari/subuh. Kalau sudah siang biasanya danau sudah ketutup kabut. Sayang juga sudah jauh-jauh datang akhirnya tidak bisa melihat keindahan Kelimutu. Pengalaman kami berlima, karena memang sudah bukan remaja lagi, fisik pun ada batasnya, untuk lebih nyaman kami menginap semalam di Moni. Tentu perlu mengeluarkan ekstra biaya penginapan di Moni. Tetapi kalau mau irit, secara backpackeran, bisa juga. Tidak perlu nginap. Ambil rute Jakarta – Maumere – langsung ke Kelimutu. Atau jakarta – Kupang – Ende langsung ke Kelimutu. Ada rekan kami, dalam rangka menghemat biaya, memilih alternatif terakhir. Dari Ende tidak harus menginap di Moni, langsung ke Kelimutu. Dari Kelimutu balik lagi ke Ende, terbang ke Jakarta. > > Untuk angkutan umum, juga tersedia. Rute Ende – Moni, lanjut naik ojek atau carter mobil di Moni. Atau, naik kendaraan umum Maumere – Moni, lanjut ke Kelimutu. Ya tentunya ada harga ada barang. Naik kendaraan umum lebih menghemat, tetapi waktu tempuh juga lebih lama. Serta fleksibilitas agak kurang ketimbang carter kendaraan. Karena ingin leluasa kami berlima memilih carter kendaraan dari Ende – Kelimutu pp. Untuk 2 hari carter mobil biaya !.2 juta. Sharing berlima masing-masing sekitar 250 rb. Kalau dibilang mahal, betul sekali kalau dibandingkan ongkos naik angkutan umum. Namun dengan carter kendaraan bisa lebih leluasa. Kami bisa melihat melihat nuansa lain di sekitar Kelimutu, misalnya melihat desa tradisional dengan bangunan unik dan khas, melihat pembuatan kain tenun ikat. Yang terutama kami bisa city tour leluasa di Ende. Banyak juga obyek menarik di Ende. Sepanjang perjalanan Ende Moni, kami bisa leluasa foto-foto karena viewnya menarik. > > Akhirnya pilihan kembali kepada anda. Jangan lupa, tetap berlaku “ada harga ada barang”. > > Salam > Adolf > > [Non-text portions of this message have been removed] >

————————————

Kunjungi website IBP: http://www.indobackpacker.com

Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan.

SPAMMING atau forwarding tidak diperkenankan. Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari JUMAT.

Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian yang perlu saja.

Cara mengatur keanggotaan di milis ini:

Mengirim email ke grup: indobackpacker@yahoogroups.com (moderasi penuh) Mengirim email kepada para Moderator/Owner: indobackpacker-owner@yahoogroups.com Satu email perhari: indobackpacker-digest@yahoogroups.com No-email/web only: indobackpacker-nomail@yahoogroups.com Berhenti dari milist kirim email kosong: indobackpacker-unsubscribe@yahoogroups.com Bergabung kembali ke milist kirim email kosong: indobackpacker-subscribe@yahoogroups.com

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> Your email settings: Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/join (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email: indobackpacker-digest@yahoogroups.com indobackpacker-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to: indobackpacker-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/